http://i48.tinypic.com/eamrur.jpg Source: https://www.linksukses.com/2013/01/menampilkan-kursor-animasi-pada-blog.html

29/10/26

Jumat, 30 Oktober 2026-2.A-PAK

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: PAK
Hari, Tanggal: Jumat, 30 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Contoh Sikap Tanggung Jawab dalam Kehidupan Sehari-hari
Pertemuan ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu mengenal dan menerapkan perilaku tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Ø Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Mengidentifikasi contoh sikap tanggung jawab di rumah dan di sekolah.

  2. Membedakan perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab.

  3. Menjelaskan cara menerapkan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Membiasakan sikap tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan kewajiban.

  • Mindful (Berkesadaran): Peserta didik menyadari bahwa setiap tugas dan kewajiban perlu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

  • Meaningful (Bermakna): Peserta didik menghubungkan materi dengan kebiasaan sehari-hari, seperti merapikan perlengkapan sekolah, melaksanakan piket, dan membantu orang tua.

  • Joyful (Menyenangkan): Peserta didik belajar melalui contoh situasi sederhana dan mengerjakan soal latihan yang dekat dengan kehidupan mereka.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi contoh sikap tanggung jawab di rumah.

  2. Mengidentifikasi contoh sikap tanggung jawab di sekolah.

  3. Membedakan sikap tanggung jawab dan tidak bertanggung jawab.

  4. Menjelaskan tindakan yang tepat dalam berbagai situasi sehari-hari.

  5. Membiasakan sikap tanggung jawab secara mandiri.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Tanya jawab, diskusi sederhana, latihan, dan penugasan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD dan contoh situasi perilaku sehari-hari.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A. Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, semangat, dan siap belajar. Mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan oleh Allah Swt.

Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar mengenal arti sikap tanggung jawab. Masih ingatkah kalian, apa yang dimaksud dengan tanggung jawab?

Nah, hari ini kita akan melanjutkan pembelajaran dengan mengenal contoh sikap tanggung jawab dan cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ibu guru ingin bertanya:

  • Siapa yang pagi tadi merapikan tempat tidurnya sendiri?

  • Jika mendapat jadwal piket, apa yang harus kalian lakukan?

  • Jika selesai bermain, tetapi mainan masih berserakan, apa yang sebaiknya kalian lakukan?

  • Jika tidak sengaja merusakkan barang milik teman, bagaimana seharusnya sikap kalian?

Masyaallah, anak-anak. Merapikan tempat tidur, melaksanakan piket, menyimpan mainan setelah digunakan, dan berani mengakui kesalahan merupakan contoh penerapan sikap tanggung jawab.

Allah Swt. memberikan kita amanah untuk menjaga diri, barang-barang yang kita miliki, dan melaksanakan tugas dengan baik. Oleh karena itu, mari kita belajar membiasakan sikap tanggung jawab mulai dari hal-hal kecil setiap hari.

Hari ini, ananda akan mempelajari berbagai contoh perilaku tanggung jawab di rumah dan di sekolah, membedakan perilaku yang tepat dan tidak tepat, serta mengerjakan soal latihan dengan teliti, jujur, dan percaya diri. 🌷


Ø Materi Pembelajaran: Contoh Sikap Tanggung Jawab dan Penerapannya

A. Sikap Tanggung Jawab di Rumah

Sikap tanggung jawab di rumah dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana yang menjadi tugas kita sehari-hari.

Contohnya:

  1. Merapikan tempat tidur setelah bangun.

  2. Menyimpan mainan setelah selesai bermain.

  3. Menjaga buku dan alat tulis milik sendiri.

  4. Membantu orang tua sesuai kemampuan.

  5. Membuang sampah pada tempatnya.

  6. Mengerjakan tugas sekolah di rumah.

  7. Merapikan perlengkapan sekolah sebelum berangkat.

  8. Menjaga barang yang dipinjam dari anggota keluarga.

Penerapannya: Setelah selesai bermain, kita mengumpulkan dan menyimpan mainan di tempatnya tanpa harus selalu diingatkan.

B. Sikap Tanggung Jawab di Sekolah

Di sekolah, setiap peserta didik memiliki tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan.

Contohnya:

  1. Mengerjakan tugas yang diberikan guru.

  2. Melaksanakan piket sesuai jadwal.

  3. Menjaga buku dan alat tulis.

  4. Menjaga kebersihan kelas.

  5. Merapikan meja dan kursi setelah digunakan.

  6. Mengembalikan buku ke tempatnya.

  7. Menjaga fasilitas sekolah.

  8. Menyelesaikan bagian tugas kelompok.

  9. Mengakui kesalahan dan meminta maaf.

  10. Menjaga barang milik teman yang dipinjam.

Penerapannya: Ketika mendapat jadwal piket, kita melaksanakan tugas bersama teman sesuai pembagian tugas, bukan meninggalkannya atau menyuruh teman mengerjakan semuanya.

C. Membedakan Sikap Bertanggung Jawab dan Tidak Bertanggung Jawab

Contoh perilaku bertanggung jawab:

  • Mengerjakan tugas sampai selesai.

  • Menyimpan alat tulis setelah digunakan.

  • Melaksanakan piket sesuai jadwal.

  • Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.

  • Menjaga barang milik sendiri dan orang lain.

Contoh perilaku tidak bertanggung jawab:

  • Tidak mengerjakan tugas.

  • Membiarkan mainan berserakan.

  • Menghindari jadwal piket.

  • Menyalahkan teman atas kesalahan sendiri.

  • Merusak barang dan tidak mau mengaku.

D. Cara Membiasakan Sikap Tanggung Jawab

Kita dapat membiasakan sikap tanggung jawab dengan cara:

  1. Mengingat tugas dan kewajiban kita.

  2. Melaksanakan tugas tepat waktu.

  3. Menjaga barang yang digunakan.

  4. Tidak bergantung kepada orang lain untuk tugas yang dapat kita lakukan sendiri.

  5. Berani mengakui kesalahan.

  6. Berusaha memperbaiki kesalahan yang dilakukan.

  7. Melakukan kebiasaan baik secara konsisten.

Ingat, anak-anak: Sikap tanggung jawab tidak hanya diucapkan, tetapi harus dilakukan dalam tindakan sehari-hari.


Ø Soal Asesmen/Latihan

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Setiap pagi, Zahra merapikan tempat tidurnya sebelum bersiap ke sekolah. Perilaku Zahra menunjukkan sikap ....

A. tanggung jawab
B. malas
C. tidak peduli

2. Hari ini, Fikri mendapat jadwal piket kelas. Tindakan yang sebaiknya dilakukan Fikri adalah ....

A. langsung pulang tanpa membersihkan kelas
B. melaksanakan piket bersama teman
C. menyuruh teman mengerjakan semua tugasnya

3. Setelah selesai bermain, mainan Nisa masih berserakan di lantai. Sikap yang tepat adalah ....

A. membiarkannya sampai besok
B. menyuruh orang lain merapikannya
C. mengumpulkan dan menyimpan mainannya

4. Damar tidak sengaja menjatuhkan tempat pensil milik temannya hingga rusak. Ia sebaiknya ....

A. mengakui kesalahan dan meminta maaf
B. menyalahkan teman lain
C. pergi tanpa mengatakan apa-apa

5. Saat mengerjakan tugas kelompok, setiap anggota memiliki bagian tugas masing-masing. Sikap bertanggung jawab adalah ....

A. membiarkan teman mengerjakan semuanya
B. mengerjakan bagian tugas sendiri dengan baik
C. bermain ketika teman sedang bekerja

B. Isian Singkat

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

1. Setelah selesai bermain, kita harus ... mainan ke tempatnya.

2. Peserta didik yang mendapat jadwal piket harus melaksanakan ....

3. Menjaga buku dan alat tulis milik sendiri merupakan contoh sikap ....

4. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani ... dan meminta maaf.

5. Di rumah, kita dapat membantu orang tua sesuai ....

C. Penerapan Sikap Tanggung Jawab

Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

1. Kamu melihat sampah di dekat mejamu. Apa yang sebaiknya kamu lakukan?

2. Kamu meminjam penghapus milik teman. Apa yang harus kamu lakukan setelah selesai menggunakannya?

3. Kamu mendapat tugas dari guru, tetapi ingin bermain. Apa yang sebaiknya kamu lakukan terlebih dahulu?



Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan Refleksi

Jumat, 30 Oktober 2026-2.A-Adab

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Pembiasaan Adab
Hari, Tanggal: Jumat, 30 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Adab Berbicara (Berkata baik dan santun)
Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu membiasakan sikap berkata jujur, santun, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu memahami pentingnya berkata baik dan santun serta menunjukkan perilaku berbicara dengan sopan, mendengarkan orang lain, menggunakan kata-kata yang baik, dan menghargai lawan bicara dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyadari bahwa perkataan yang baik dapat menjaga perasaan orang lain dan merupakan perilaku terpuji yang disukai Allah Swt.

  • Meaningful (Bermakna): Murid mampu menerapkan adab berbicara ketika berinteraksi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui cerita, tanya jawab, permainan memilih perkataan yang baik, dan bermain peran.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian adab berbicara.

  2. Menjelaskan pentingnya berkata baik dan santun.

  3. Mengidentifikasi contoh perkataan yang baik dan tidak baik.

  4. Mengenal penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

  5. Menunjukkan sikap mendengarkan ketika orang lain berbicara.

  6. Mempraktikkan cara berbicara yang baik dan santun dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Adab Berbicara – Berkata Baik dan Santun

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Mengamati gambar, menyimak cerita, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, bermain peran, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku baik dan tidak baik, kartu kata santun, teks cerita, dan video pembelajaran.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini mendapat keberkahan dari Allah Swt. Aamiin. 🤲

Anak-anak, Ibu ingin bertanya. Jika kalian ingin meminjam pensil teman, bagaimana cara memintanya dengan baik?

Benar! Kita bisa berkata, “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

Lalu, jika teman membantu kita, apa yang harus kita ucapkan?

Betul, kita mengucapkan, “Terima kasih.”

Anak-anak, Allah Swt. mengajarkan kita untuk berbuat baik, termasuk melalui perkataan. Perkataan yang baik dapat membuat orang lain merasa senang, sedangkan perkataan kasar dapat menyakiti perasaan mereka.

Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar tentang adab berbicara, yaitu berkata baik dan santun. Mari kita menjadi anak yang sopan, menghargai orang lain, dan selalu menjaga perkataan. 🌷

Ø Uraian Materi

A. Pengertian Adab Berbicara

Adab berbicara adalah tata cara berbicara yang baik, sopan, dan menghormati orang lain.

Kita harus menjaga perkataan ketika berbicara dengan orang tua, guru, teman, maupun orang lain. Berbicara dengan baik merupakan salah satu contoh akhlak terpuji yang harus dibiasakan sejak kecil.

B. Macam-Macam Adab Berbicara

1. Berbicara dengan sopan

Gunakan kata-kata yang baik ketika berbicara kepada orang lain.

Contoh: “Permisi, Bu Guru. Bolehkah saya bertanya?”

2. Mendengarkan ketika orang lain berbicara

Kita harus mendengarkan dengan baik dan tidak memotong pembicaraan orang lain.

Contoh: Mendengarkan guru ketika menjelaskan pelajaran.

3. Menggunakan suara yang baik

Berbicaralah dengan suara yang jelas dan tidak membentak atau berteriak kepada orang lain.

Contoh: Berbicara dengan lembut kepada teman.

4. Menggunakan kata-kata santun

Biasakan menggunakan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.

Contoh: “Tolong bantu saya merapikan buku ini.”

5. Berkata jujur dan tidak mengejek

Katakan hal yang sebenarnya dan jangan menggunakan perkataan yang menyakiti perasaan orang lain.

Contoh: Mengakui kesalahan dan meminta maaf.



E. Perkataan yang Harus Dihindari

Anak-anak, ada beberapa perkataan dan sikap yang harus kita hindari.

  • Berkata kasar kepada orang lain.

  • Membentak orang tua, guru, atau teman.

  • Mengejek dan menghina teman.

  • Memotong pembicaraan orang lain.

  • Berteriak ketika berbicara di kelas.

  • Berbohong dan menyalahkan orang lain.

Jika kita terbiasa menjaga perkataan, orang lain akan merasa dihargai dan nyaman ketika berbicara dengan kita.

F. Manfaat Berkata Baik dan Santun

  1. Disukai dan dihargai orang lain.

  2. Memiliki hubungan yang baik dengan teman.

  3. Menghindari pertengkaran.

  4. Membuat suasana rumah dan sekolah menjadi nyaman.

  5. Membiasakan diri memiliki akhlak yang terpuji.

  6. Menjaga perasaan orang lain.

G. Kegiatan Praktik Adab Berbicara

Guru mengajak murid mempraktikkan percakapan berikut secara berpasangan.

Situasi 1: Meminjam pensil

Dina: “Rani, tolong pinjamkan pensilmu, ya.”

Rani: “Baik, Dina. Ini pensilnya.”

Dina: “Terima kasih, Rani.”

Rani: “Sama-sama.”

Situasi 2: Tidak sengaja menyenggol teman

Budi: “Maaf, Andi. Aku tidak sengaja menyenggolmu.”

Andi: “Tidak apa-apa, Budi. Lain kali hati-hati, ya.”

Budi: “Baik, terima kasih sudah memaafkanku.”

Melalui kegiatan ini, murid belajar menggunakan kata-kata yang baik, mendengarkan teman, dan berbicara dengan santun.

Ø Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Ketika ingin meminjam pensil teman, kita sebaiknya berkata ....

A. “Berikan pensilmu sekarang!”

B. “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

C. “Cepat pinjamkan pensilmu!”

2. Saat guru sedang menjelaskan pelajaran, sikap kita adalah ....

A. Mendengarkan dengan baik

B. Mengobrol dengan teman

C. Berteriak di kelas

3. Jika tidak sengaja menyakiti perasaan teman, kita sebaiknya ....

A. Mengejeknya lagi

B. Pura-pura tidak tahu

C. Meminta maaf

4. Ketika berbeda pendapat dengan teman, kita sebaiknya ....

A. Marah kepada teman

B. Menyampaikan pendapat dengan sopan

C. Memaksakan pendapat sendiri

5. Manakah contoh adab berbicara yang baik?

A. Berkata jujur dan santun

B. Memotong pembicaraan orang lain

C. Menghina teman

B. Isian

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

6. Ketika menerima bantuan dari teman, kita mengucapkan ....

7. Jika ingin melewati orang lain, kita mengucapkan ....

8. Saat melakukan kesalahan, kita sebaiknya meminta ....

9. Ketika orang lain sedang berbicara, kita harus mendengarkan sampai ....

10. Kita harus menggunakan kata-kata yang baik agar tidak menyakiti ... orang lain.

Ø Kunci Jawaban/Uraian

A. Pilihan Ganda

  1. B. “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”

  2. A. Mendengarkan dengan baik.

  3. C. Meminta maaf.

  4. B. Menyampaikan pendapat dengan sopan.

  5. A. Berkata jujur dan santun.

B. Isian

  1. Terima kasih.

  2. Permisi.

  3. Maaf.

  4. Selesai.

  5. Perasaan.


Ø Kesimpulan dan Refleksi

Ø Kesimpulan Materi

Adab berbicara adalah tata cara berbicara dengan baik, sopan, dan menghormati orang lain. Peserta didik belajar membiasakan penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi, mendengarkan ketika orang lain berbicara, berkata jujur, serta menghindari perkataan kasar dan ejekan. Berkata baik dan santun merupakan bagian dari akhlak terpuji yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah.

Refleksi

Kehadiran Peserta Didik:

Jumlah peserta didik kelas II.C sebanyak 22 orang. Sebanyak 20 peserta didik hadir dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik, sedangkan 2 peserta didik tidak hadir, terdiri atas 1 peserta didik sakit dan 1 peserta didik izin.

Kendala:

Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam memahami dan menerapkan adab berbicara, terutama dalam menggunakan kata-kata santun, meminta maaf, mengucapkan terima kasih, serta menyampaikan pendapat dengan sopan.

Tindak Lanjut:

Guru memberikan pendampingan melalui contoh percakapan sederhana, tanya jawab, dan bermain peran secara berpasangan. Peserta didik dibimbing untuk membiasakan penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi, mendengarkan ketika orang lain berbicara, serta menghindari perkataan yang dapat menyakiti perasaan orang lain. Pembiasaan berkata baik dan santun diperkuat melalui keteladanan guru dan praktik sehari-hari di kelas.

Capaian Tujuan Pembelajaran:

Sebanyak 18 peserta didik telah memahami materi adab berbicara, yaitu berkata baik dan santun, serta mampu mengenali contoh perilaku yang sesuai dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam memahami dan menerapkan adab berbicara dengan tepat. Adapun 2 peserta didik tidak hadir, sehingga capaian pemahamannya belum dapat dievaluasi pada pembelajaran ini.


28/10/26

Kamis, 29 Oktober 2026-2.A-Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal: Kamis, 29 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Tanda-tanda peringatan di tempat umum
Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu mengenali, membaca, dan menjelaskan makna tanda-tanda peringatan di tempat umum serta merespons informasi secara lisan dengan baik dan santun. Murid juga mampu menyebutkan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda peringatan yang ditemukan di lingkungan sekitar.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid mengamati tanda-tanda peringatan di tempat umum dengan teliti dan memahami pesan yang disampaikan.

  • Meaningful (Bermakna): Murid memahami fungsi tanda peringatan sebagai petunjuk untuk menjaga keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan bersama.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu gambar, tebak makna tanda, tanya jawab, dan latihan menentukan tindakan yang tepat sesuai tanda peringatan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenali berbagai tanda peringatan yang terdapat di tempat umum.

  2. Membaca tulisan atau simbol pada tanda peringatan sederhana.

  3. Menjelaskan makna tanda-tanda peringatan di tempat umum.

  4. Mengidentifikasi tempat ditemukannya tanda peringatan.

  5. Menyebutkan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda peringatan.

  6. Menanggapi pertanyaan tentang tanda peringatan dengan bahasa yang baik dan santun.

Ø Apersepsi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti pembelajaran. Mari kita awali kegiatan hari ini dengan berdoa agar Allah Swt. memberikan kemudahan dalam belajar dan menjadikan ilmu kita bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, pernahkah kalian melihat tanda bergambar orang terpeleset di lantai, tanda dilarang merokok, atau tanda bergambar petir di tempat umum? ⚠️

Menurut kalian, apa arti tanda-tanda tersebut? Mengapa kita harus memperhatikan dan mematuhinya?

Nah, anak-anak, gambar dan tulisan tersebut disebut tanda-tanda peringatan. Tanda peringatan membantu kita mengetahui adanya bahaya, larangan, atau hal yang perlu diperhatikan agar kita tetap aman dan tertib saat berada di tempat umum.

Allah Swt. mengajarkan kita untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan tidak membahayakan orang lain. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri untuk berhati-hati, mematuhi aturan, dan memperhatikan tanda-tanda peringatan yang ada di sekitar kita. 🌷

Hari ini kita akan belajar mengenal berbagai tanda-tanda peringatan di tempat umum, memahami maknanya, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika melihat tanda tersebut. Mari kita belajar dengan penuh perhatian, semangat, dan gembira! ✨


📌 MATERI: Tanda-Tanda Peringatan di Tempat Umum



A. Pengertian Tanda Peringatan

Tanda peringatan adalah tanda berupa gambar, simbol, atau tulisan yang memberikan informasi tentang bahaya, larangan, atau hal-hal yang perlu diperhatikan. Tanda ini membantu masyarakat agar lebih berhati-hati dan menjaga keselamatan saat berada di tempat umum.

B. Macam-Macam Tanda Peringatan

1. Awas Lantai Licin

  • Makna: Lantai dapat menyebabkan seseorang terpeleset.

  • Tindakan: Berjalan dengan hati-hati.

2. Dilarang Merokok

  • Makna: Pengunjung tidak boleh merokok di area tersebut.

  • Tindakan: Mematuhi larangan merokok.

3. Awas Tegangan Tinggi

  • Makna: Terdapat bahaya listrik yang dapat membahayakan tubuh.

  • Tindakan: Tidak menyentuh peralatan listrik dan menjauhi area tersebut.

4. Awas Bahaya

  • Makna: Ada kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

  • Tindakan: Berhati-hati dan mengikuti petunjuk petugas.

5. Dilarang Masuk

  • Makna: Pengunjung tidak diperbolehkan memasuki area tertentu.

  • Tindakan: Tidak memasuki area tersebut.

6. Awas Jalan Licin atau Berbahaya

  • Makna: Jalan perlu dilalui dengan hati-hati.

  • Tindakan: Mengurangi kecepatan dan memperhatikan keadaan sekitar.

C. Tempat Ditemukannya Tanda Peringatan

Tanda peringatan dapat ditemukan di berbagai tempat umum, seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, jalan raya, stasiun, dan taman.

D. Sikap yang Tepat terhadap Tanda Peringatan

  • Membaca dan memperhatikan tanda dengan teliti.

  • Mematuhi larangan dan petunjuk yang diberikan.

  • Berhati-hati ketika melihat tanda bahaya.

  • Tidak merusak tanda peringatan.

  • Mengingatkan teman dengan bahasa yang baik dan santun apabila melakukan tindakan yang membahayakan.

📝 SOAL ASESMEN / POST TEST




Ø Jawaban atau Uraian

Ø Kesimpulan Materi


Kamis, 29 Oktober 2026-2.A-Matematika

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Matematika
Hari, Tanggal: Kamis, 29 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Makna simbol  matematika "="
Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100 menggunakan gambar

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyimak penjelasan dan mengamati nilai pada kedua ruas kalimat matematika dengan teliti.

  • Meaningful (Bermakna): Murid menghubungkan makna tanda sama dengan dengan kegiatan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah pensil, buku, atau benda lainnya.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu angka, benda konkret, diskusi, dan tantangan melengkapi kalimat matematika.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal simbol sama dengan (=).

  2. Memahami tanda sama dengan sebagai tanda bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.

  3. Menunjukkan kesamaan nilai menggunakan benda konkret dan gambar.

  4. Membaca kalimat matematika yang menggunakan tanda sama dengan.

  5. Menentukan apakah dua kelompok benda memiliki jumlah yang sama.

  6. Melengkapi kalimat matematika sederhana dengan tanda sama dengan.

  7. Menentukan bilangan yang tepat untuk melengkapi kalimat matematika.

  8. Menyelesaikan masalah sederhana terkait kesamaan nilai dalam kehidupan sehari-hari.


Ø  Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. Aamiin. 🤲✨

Anak-anak sholeh dan sholehah, siapa yang menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya? Benar, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Yang Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai macam tumbuhan, buah-buahan, dan hewan dengan bentuk dan jumlah yang beragam. Masyaallah, betapa besar kebesaran Allah! 🌿🍎

Sekarang, coba perhatikan contoh berikut. Allah menciptakan buah apel yang dapat kita amati saat belajar berhitung. Ibu memiliki 3 buah apel, sedangkan Ayah juga memiliki 3 buah apel.

🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎

Apakah jumlah apel Ibu dan Ayah sama? Ya, jumlahnya sama, yaitu 3 buah apel.

Dalam matematika, kita menuliskannya dengan kalimat 3 = 3. Simbol = dibaca sama dengan dan menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri sama dengan nilai di sebelah kanan.

Bagaimana jika Ibu memiliki 2 buah apel dan Ayah memiliki 4 buah apel? Apakah jumlahnya sama? Tidak, karena 2 tidak sama dengan 4.

Melalui contoh tersebut, hari ini kita akan belajar memahami makna simbol sama dengan (=), membandingkan nilai pada kedua ruas, serta menentukan apakah kalimat matematika memiliki nilai yang sama.

Anak-anak, dengan belajar matematika, kita dapat melatih ketelitian sekaligus mensyukuri nikmat akal dan ilmu yang Allah Swt. berikan. Yuk, belajar dengan semangat, teliti, dan gembira! 🌸📚


📌 MATERI: MAKNA SIMBOL MATEMATIKA “=”



Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning

Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim, pensil, penghapus, gambar benda, papan tulis, dan video pembelajaran.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan pensil yang Ibu bawa. Di tangan kanan Ibu ada 3 pensil, sedangkan di tangan kiri ada 3 pensil. Apakah jumlah pensil di kedua tangan sama?

Jika jumlahnya sama, kita dapat menuliskannya sebagai 3 = 3.

Nah, hari ini kita akan belajar memahami makna simbol sama dengan (=) dan menggunakannya dalam kalimat matematika. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar kegiatan belajar menjadi menyenangkan. 🌟


A. Mengenal Simbol Sama Dengan (=)

Simbol = dibaca sama dengan.

Tanda sama dengan digunakan untuk menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan nilai di sebelah kanan memiliki jumlah atau nilai yang sama.

Contoh:

3 = 3

Artinya, nilai 3 di sebelah kiri sama dengan nilai 3 di sebelah kanan.

Contoh lainnya:

5 = 5

8 = 8

10 = 10

Ingat, tanda sama dengan bukan sekadar tanda untuk menuliskan jawaban. Tanda ini menunjukkan bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.


B. Memahami Tanda Sama Dengan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎

Di sebelah kiri terdapat 3 apel dan di sebelah kanan terdapat 3 apel.

Karena jumlahnya sama, kalimat matematikanya adalah:

3 = 3

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ = ✏️✏️✏️✏️

Jumlah pensil di kedua kelompok sama-sama 4.

Jadi:

4 = 4

Anak-anak dapat menggunakan stik es krim, pensil, atau benda lain untuk membuktikan bahwa kedua kelompok memiliki jumlah yang sama.


C. Tanda Sama Dengan pada Kalimat Matematika

Tanda sama dengan juga dapat digunakan pada kalimat matematika yang memuat operasi hitung.

Perhatikan contoh berikut.

1. Penjumlahan

2 + 3 = 5

Artinya, hasil dari 2 ditambah 3 adalah 5. Nilai di sebelah kiri sama dengan nilai di sebelah kanan.

2. Pengurangan

7 − 2 = 5

Artinya, hasil dari 7 dikurangi 2 adalah 5. Kedua ruas memiliki nilai yang sama.

3. Kesamaan nilai pada kedua ruas

4 + 2 = 3 + 3

Ruas kiri: 4 + 2 = 6

Ruas kanan: 3 + 3 = 6

Karena kedua ruas bernilai 6, maka:

4 + 2 = 3 + 3

Jadi, tanda sama dengan dapat digunakan ketika kedua ruas memiliki nilai yang sama, meskipun bentuk perhitungannya berbeda.


D. Melengkapi Kalimat Matematika

Anak-anak, perhatikan contoh berikut.

Contoh 1

3 + 2 = ...

3 + 2 = 5

Jadi, bilangan yang tepat adalah 5.

Contoh 2

4 + 1 = 2 + ...

Ruas kiri: 4 + 1 = 5.

Agar ruas kanan bernilai 5, maka 2 + 3 = 5.

Jadi:

4 + 1 = 2 + 3

Contoh 3

6 = 4 + ...

Agar kedua ruas memiliki nilai yang sama, kita mencari bilangan yang jika ditambahkan dengan 4 hasilnya 6.

4 + 2 = 6.

Jadi:

6 = 4 + 2


E. Menentukan Kalimat Matematika yang Benar atau Salah

Perhatikan beberapa contoh berikut.

1. 3 + 2 = 5

Benar, karena kedua ruas bernilai 5.

2. 4 + 1 = 6

Salah, karena ruas kiri bernilai 5, sedangkan ruas kanan bernilai 6.

3. 2 + 4 = 3 + 3

Benar, karena kedua ruas bernilai 6.

4. 7 − 2 = 4

Salah, karena ruas kiri bernilai 5, sedangkan ruas kanan bernilai 4.

Untuk mengetahui benar atau salah, kita harus menghitung nilai pada kedua ruas terlebih dahulu.


F. Tanda Sama Dengan dalam Kehidupan Sehari-hari

Tanda sama dengan dapat membantu kita memahami kesamaan jumlah benda.

Contoh 1

Aisyah memiliki 4 pensil. Bilal juga memiliki 4 pensil.

Kalimat matematikanya:

4 = 4

Jadi, jumlah pensil Aisyah sama dengan jumlah pensil Bilal.

Contoh 2

Di meja terdapat 3 buku dan 2 buku tambahan. Di meja lain terdapat 5 buku.

Kalimat matematikanya:

3 + 2 = 5

Jadi, jumlah buku pada kedua kelompok sama, yaitu 5 buku.


🌟 INGAT!

  • Simbol = dibaca sama dengan.

  • Tanda sama dengan menunjukkan bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.

  • Kedua ruas dapat berupa bilangan, penjumlahan, atau pengurangan.

  • Bentuk perhitungan boleh berbeda, asalkan nilainya sama.

  • Hitung kedua ruas dengan teliti sebelum menentukan benar atau salah.

Ø Soal Asesmen / Post-Test

Petunjuk: Bacalah setiap soal dengan teliti. Hitunglah nilai kedua ruas jika diperlukan, kemudian jawablah dengan benar.

  1. Perhatikan kalimat matematika berikut: 5 = 5. Apa makna tanda sama dengan pada kalimat tersebut?

  2. Rani memiliki 4 pensil. Dita juga memiliki 4 pensil. Tuliskan kalimat matematika yang menunjukkan bahwa jumlah pensil mereka sama.

  3. Lengkapilah kalimat matematika berikut: 3 + 2 = ....

  4. Perhatikan kalimat matematika berikut: 4 + 2 = 3 + 3. Apakah kalimat matematika tersebut benar? Jelaskan alasanmu.

  5. Di sebelah kiri terdapat 7 kelereng. Di sebelah kanan terdapat 5 kelereng dan 2 kelereng tambahan. Tuliskan kalimat matematika yang menunjukkan kesamaan jumlah kelereng tersebut.

Ø Kunci Jawaban/Uraian


Ø Kesimpulan dan Refleksi