http://i48.tinypic.com/eamrur.jpg Source: https://www.linksukses.com/2013/01/menampilkan-kursor-animasi-pada-blog.html

24/09/26

Jumat, 25 September 2026-2.A-Adab

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Pembiasaan Adab
Hari, Tanggal: Jumat, 25 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Membantu Orang Tua Sesuai Kemampuan
Pertemuan ke: 5

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membiasakan sikap menyayangi, menghormati, dan membantu orang tua sesuai kemampuan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu memahami pentingnya membantu orang tua dan menunjukkan contoh kegiatan membantu orang tua sesuai kemampuan di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyadari bahwa membantu orang tua merupakan bentuk kasih sayang, kepedulian, dan rasa tanggung jawab.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan kegiatan membantu orang tua dengan pengalaman sehari-hari di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita, permainan, tanya jawab, bermain peran, dan kegiatan memilih contoh perbuatan yang menunjukkan sikap suka membantu.

 

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak cerita tentang anak yang membantu orang tua.
  2. Mengenal pentingnya membantu orang tua.
  3. Menyebutkan contoh kegiatan membantu orang tua sesuai kemampuan.
  4. Membedakan kegiatan yang dapat dan belum dapat dilakukan sendiri.
  5. Mempraktikkan cara menawarkan bantuan kepada orang tua.
  6. Membiasakan membantu orang tua dengan ikhlas dan bertanggung jawab.

 

📌 MATERI: Menghormati orang tua di rumah. 

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, bercerita, bermain peran, mengamati gambar, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar kegiatan menghormati orang tua, kartu gambar sikap baik dan tidak baik, teks cerita, video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, siapa yang biasanya merawat dan membantu kalian di rumah?

“Ayah dan Ibu.” ❤️

Ayah dan Ibu banyak melakukan pekerjaan untuk keluarga. Sebagai anak, kita juga dapat membantu mereka sesuai kemampuan kita.

Misalnya, merapikan tempat tidur, membereskan mainan, menaruh piring setelah makan, atau membantu membawa barang yang ringan.

Allah Swt. menyukai anak yang berbuat baik dan membantu orang lain. 🌸

Hari ini kita akan belajar tentang “Membantu Orang Tua Sesuai Kemampuan.”

Mari kita belajar menjadi anak yang peduli, ringan tangan, bertanggung jawab, dan senang membantu orang tua. ❤️

 

A. Apa Arti Membantu Orang Tua?

Membantu orang tua berarti melakukan pekerjaan sederhana yang mampu kita lakukan untuk meringankan pekerjaan Ayah dan Ibu.

Membantu orang tua tidak harus melakukan pekerjaan yang berat. Kita dapat membantu sesuai dengan usia, kemampuan, dan keadaan kita.

Contohnya:

  • 🛏️ Merapikan tempat tidur sendiri.
  • 🧸 Merapikan mainan setelah bermain.
  • 🍽️ Membawa piring atau gelas ke tempat yang sesuai setelah makan.
  • 👕 Menyimpan pakaian kotor pada tempatnya.
  • 📚 Merapikan buku dan alat belajar.
  • 🧹 Membantu menyapu bagian rumah yang sederhana.
  • 🌱 Membantu menyiram tanaman.
  • 🗑️ Membuang sampah pada tempatnya.

B. Mengapa Kita Harus Membantu Orang Tua?

Membantu orang tua merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan kepedulian kepada keluarga.

Dengan membantu, kita dapat:

  • meringankan pekerjaan orang tua;
  • menunjukkan rasa sayang kepada Ayah dan Ibu;
  • belajar mandiri;
  • melatih tanggung jawab;
  • membiasakan diri melakukan kebaikan.

Membantu orang tua sebaiknya dilakukan dengan ikhlas, senang hati, dan tidak mengeluh.


C. Membantu Sesuai Kemampuan

Tidak semua pekerjaan rumah dapat dilakukan oleh anak. Kita harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan usia dan kemampuan.

Contoh yang dapat dilakukan:

✅ Merapikan tempat tidur.
✅ Merapikan mainan.
✅ Menyimpan sepatu pada tempatnya.
✅ Membantu mengambilkan barang yang ringan.
✅ Menyiram tanaman.
✅ Membantu menata meja makan.

Contoh pekerjaan yang memerlukan bantuan orang dewasa:

❌ Menggunakan pisau tajam.
❌ Menyalakan kompor sendiri.
❌ Menggunakan benda listrik yang berbahaya.
❌ Mengangkat benda yang terlalu berat.

Ingat: Membantu orang tua harus dilakukan dengan cara yang aman.


D. Menawarkan Bantuan kepada Orang Tua

Anak yang suka membantu tidak selalu menunggu diperintah.

Kita dapat menawarkan bantuan dengan sopan.

Contoh:

Ibu: “Ibu akan membereskan meja makan.”

Rafi: “Ibu, boleh aku membantu membawa piring yang ringan?”

Ibu: “Tentu, Rafi. Terima kasih.”

Rafi membantu dengan hati-hati.

Sikap Rafi menunjukkan bahwa ia peduli, bertanggung jawab, dan senang membantu orang tua.


E. Ketika Orang Tua Meminta Bantuan

Ketika orang tua meminta bantuan, kita sebaiknya mendengarkan dan melakukannya dengan baik.

Contoh:

Ibu meminta,
“Tolong simpan sepatu di rak.”

Kita dapat menjawab:

“Baik, Ibu.”

Kemudian kita melakukan tugas tersebut sampai selesai.

Hindari sikap:

🙅 Mengeluh.
🙅 Menjawab dengan kasar.
🙅 Sengaja menunda-nunda.
🙅 Berpura-pura tidak mendengar.


F. Membantu dengan Ikhlas

Membantu orang tua sebaiknya dilakukan dengan hati yang senang.

Contohnya:

🌸 Membantu tanpa mengharapkan hadiah.
🌸 Tidak mengeluh ketika membantu.
🌸 Menyelesaikan tugas dengan baik.
🌸 Tetap membantu meskipun tidak diminta.
🌸 Mengucapkan terima kasih setelah bekerja bersama.

Kita dapat berkata:

“Ayah, boleh aku membantu?”

“Ibu, biar aku yang merapikannya.”

“Baik, Ibu. Akan aku lakukan.”


G. Tantangan Anak Hebat di Rumah

Mulai hari ini, mari melakukan 5 Kebiasaan Anak Suka Membantu:

⭐ Merapikan tempat tidur sendiri.
⭐ Merapikan mainan setelah digunakan.
⭐ Menyimpan barang pada tempatnya.
⭐ Menawarkan bantuan kepada orang tua.
⭐ Membantu pekerjaan sederhana dengan ikhlas.

Ingat!

Membantu orang tua bukan hanya dilakukan ketika diperintah. Anak yang baik berusaha membantu sesuai kemampuan, menjaga keselamatan, dan melakukannya dengan hati yang senang. ❤️

Ø Soal Asesmen / Post Test

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Membantu orang tua sebaiknya dilakukan sesuai ...
    A. kemampuan
    B. keinginan teman
    C. kemauan orang lain
  2. Setelah selesai bermain, sebaiknya kita ...
    A. meninggalkan mainan
    B. merapikan mainan
    C. meminta Ibu merapikannya
  3. Ibu sedang membereskan meja makan. Sikap yang baik adalah ...
    A. menawarkan bantuan
    B. mengganggu Ibu
    C. pergi bermain
  4. Ketika Ayah meminta kita merapikan sepatu, sebaiknya kita berkata ...
    A. “Tidak mau!”
    B. “Nanti saja!”
    C. “Baik, Ayah.”
  5. Berikut yang termasuk membantu orang tua adalah ...
    A. membuang sampah sembarangan
    B. merapikan tempat tidur
    C. membuat rumah berantakan
  6. Pekerjaan yang tidak boleh dilakukan sendiri oleh anak adalah ...
    A. merapikan buku
    B. menyiram tanaman
    C. menyalakan kompor
  7. Ketika membantu orang tua, sebaiknya kita ...
    A. mengeluh
    B. melakukannya dengan ikhlas
    C. marah
  8. Adik melihat Ibu membawa barang yang ringan. Sikap yang tepat adalah ...
    A. menawarkan bantuan
    B. pura-pura tidak melihat
    C. meninggalkan Ibu
  9. Mengapa kita harus membantu orang tua?
    A. Agar selalu mendapat hadiah
    B. Agar pekerjaan orang tua lebih ringan
    C. Agar dapat bermain lebih lama
  10. Contoh membantu orang tua sesuai kemampuan adalah ...
    A. menggunakan pisau tajam sendiri
    B. menyalakan kompor sendiri
    C. merapikan mainan sendiri

B. Isian

Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1. Kita membantu orang tua sesuai dengan ... kita.
  2. Setelah selesai bermain, kita harus ... mainan.
  3. Ketika ingin membantu Ibu, kita dapat berkata, “Boleh aku ...?”
  4. Membantu orang tua sebaiknya dilakukan dengan hati yang ...
  5. Menyalakan kompor merupakan pekerjaan yang harus dilakukan dengan bantuan ...

Ø Kunci Jawaban/Uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:



Jumat, 26 September 2026-2A-PAK

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: PAK
Hari, Tanggal: Jumat, 25 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Sikap Disiplin
Pertemuan ke: 6

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu menjelaskan arti disiplin serta menunjukkan contoh perilaku disiplin di lingkungan sekolah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama dan menyadari pentingnya menaati aturan, menghargai waktu, serta melaksanakan kewajiban dengan tertib di sekolah.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan sikap disiplin dengan kegiatan sehari-hari di sekolah, seperti datang tepat waktu, mengikuti pembelajaran dengan tertib, mengerjakan tugas, melaksanakan piket, dan menaati aturan sekolah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal sikap disiplin di sekolah melalui gambar, permainan, tanya jawab, pengamatan, dan kegiatan memilih perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan sikap disiplin.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian sikap disiplin.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di lingkungan sekolah.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku tidak disiplin di sekolah.
  4. Menjelaskan manfaat bersikap disiplin di sekolah.
  5. Membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin.
  6. Membiasakan sikap disiplin dalam kegiatan sehari-hari di sekolah.

 

📌 MATERI: Sikap Disiplin di Lingkungan Sekolah

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan, pengamatan gambar, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku disiplin, video pembelajaran, dan papan tulis.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, coba Ibu tanya. Siapa yang tadi datang ke sekolah tepat waktu? 🙋‍♀️🙋‍♂️

Ketika bel berbunyi, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita tetap bermain atau segera masuk kelas?

Bagaimana sikap kita ketika guru sedang menjelaskan? Lalu, apa yang harus kita lakukan jika mendapat jadwal piket?

Nah, semua kebiasaan tersebut berkaitan dengan sikap disiplin di sekolah.

Hari ini kita akan belajar bagaimana menjadi anak yang disiplin dengan cara menaati aturan, menghargai waktu, melaksanakan tugas, dan menjaga ketertiban di sekolah.

Mari belajar dengan tertib, semangat, dan penuh tanggung jawab. 🌷



A. Apa Itu Disiplin?

Disiplin adalah sikap menaati aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

Di sekolah, sikap disiplin berarti kita mematuhi aturan sekolah dan melaksanakan kewajiban dengan baik.

Anak yang disiplin akan:

  • datang tepat waktu;
  • mengikuti pembelajaran dengan tertib;
  • mendengarkan guru;
  • mengerjakan tugas;
  • menjaga kebersihan;
  • melaksanakan piket;
  • menaati aturan sekolah.

B. Sikap Disiplin di Lingkungan Sekolah

Contoh sikap disiplin di sekolah:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Memakai seragam sesuai aturan.
  3. Berbaris dengan rapi.
  4. Masuk kelas ketika bel berbunyi.
  5. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
  6. Mendengarkan guru saat menjelaskan.
  7. Mengangkat tangan sebelum berbicara.
  8. Mengerjakan tugas tepat waktu.
  9. Membawa perlengkapan belajar.
  10. Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  11. Membuang sampah pada tempatnya.
  12. Merapikan meja dan alat belajar setelah digunakan.
  13. Meminta izin ketika ingin keluar kelas.
  14. Mengikuti kegiatan sekolah dengan tertib.
  15. Menaati peraturan sekolah.

C. Perilaku Tidak Disiplin di Sekolah

Perilaku tidak disiplin adalah perilaku yang tidak menaati aturan atau tidak melaksanakan kewajiban dengan baik.

Contohnya:

  1. Datang terlambat ke sekolah.
  2. Tidak memakai seragam sesuai aturan.
  3. Bermain ketika guru sedang menjelaskan.
  4. Berbicara sendiri saat pembelajaran.
  5. Tidak mengerjakan tugas.
  6. Tidak membawa perlengkapan belajar.
  7. Tidak melaksanakan piket.
  8. Membuang sampah sembarangan.
  9. Keluar kelas tanpa izin.
  10. Mengganggu teman saat belajar.

D. Manfaat Bersikap Disiplin di Sekolah

Kita harus membiasakan sikap disiplin karena dapat:

🌱 membuat kegiatan belajar menjadi tertib;
🌱 membantu kita menggunakan waktu dengan baik;
🌱 membuat kelas menjadi nyaman;
🌱 melatih rasa tanggung jawab;
🌱 membuat kita dipercaya oleh guru dan teman;
🌱 membantu kita menjadi anak yang mandiri.


Ø Soal Asesmen / Post Test

Pilihlah jawaban yang tepat!

  1. Sikap menaati aturan disebut sikap ....
    a. malas
    b. disiplin
    c. nakal
  2. Kita sebaiknya datang ke sekolah ....
    a. terlambat
    b. sesuka hati
    c. tepat waktu
  3. Ketika guru sedang menjelaskan, kita harus ....
    a. mendengarkan
    b. bermain
    c. berlari
  4. Anak yang mendapat jadwal piket harus ....
    a. menghindar
    b. melaksanakan piket
    c. pulang lebih dahulu
  5. Sampah di sekolah harus dibuang ....
    a. di lantai
    b. di halaman
    c. pada tempatnya
  6. Jika ingin keluar kelas, kita sebaiknya ....
    a. meminta izin
    b. langsung pergi
    c. berlari keluar
  7. Mengerjakan tugas tepat waktu merupakan contoh sikap ....
    a. disiplin
    b. malas
    c. tidak peduli
  8. Setelah menggunakan alat belajar, kita harus ....
    a. membiarkannya
    b. merapikannya
    c. membuangnya
  9. Datang terlambat ke sekolah merupakan perilaku ....
    a. disiplin
    b. tertib
    c. tidak disiplin
  10. Sikap disiplin membuat kegiatan belajar menjadi ....
    a. tertib
    b. kacau
    c. berantakan

Ø Kunci Jawaban/uraian:

  1. b. disiplin
  2. c. tepat waktu
  3. a. mendengarkan
  4. b. melaksanakan piket
  5. c. pada tempatnya
  6. a. meminta izin
  7. a. disiplin
  8. b. merapikannya
  9. c. tidak disiplin
  10. a. tertib

Ø Kesimpulan dan refleksi:

23/09/26

Kamis, 24 September 2026-2.A-Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal: Kamis, 24 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Cara Memdapatkan Informasi dari Grafik/Diagram Batang
Pertemuan ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati judul, batang, dan jumlah pada grafik dengan teliti agar memperoleh informasi yang tepat.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami bahwa grafik dapat digunakan untuk menyajikan data yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti makanan kesukaan, warna kesukaan, jumlah buku, atau kegiatan yang disukai.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar membaca grafik melalui kegiatan mengamati gambar, membaca data, tanya jawab, permainan mencari informasi, diskusi, dan latihan sederhana.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal grafik sebagai salah satu bentuk penyajian informasi.
  2. Mengamati judul dan isi grafik sederhana.
  3. Membaca informasi yang terdapat dalam grafik.
  4. Menemukan informasi penting berdasarkan grafik.
  5. Membandingkan jumlah data pada grafik.
  6. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dalam grafik.
  7. Menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari grafik secara sederhana.


📌 MATERI: Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik/Diagram Batang

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari informasi, penugasan, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, grafik sederhana video pembelajaran


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda yang ada di sekitar kalian. Misalnya, ada buku, pensil, penghapus, dan krayon.

Kalau Ibu ingin mengetahui benda apa yang jumlahnya paling banyak, bagaimana cara kita mengetahuinya?

Nah, kalau jumlahnya banyak, kita bisa mencatatnya dalam bentuk data. Data tersebut dapat disajikan dalam bentuk grafik agar lebih mudah dilihat dan dipahami.

Coba bayangkan, jika ada banyak data seperti jumlah siswa yang suka membaca, menggambar, bermain bola, dan bernyanyi. Apakah kita bisa mengetahui mana yang paling banyak hanya dengan melihat daftar angka?

Ternyata ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan grafik. 📊

Hari ini kita akan belajar cara mendapatkan informasi dari grafik. Kita akan belajar membaca judul grafik, melihat jumlah data, membandingkan data, serta menemukan informasi yang paling banyak dan paling sedikit.

Anak-anak, mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. Karena dengan membaca informasi dengan teliti, kita dapat memahami sesuatu dengan benar. ✨

 




A. Mengenal Grafik

Grafik adalah bentuk penyajian data atau informasi menggunakan gambar, simbol, atau batang sehingga data lebih mudah dilihat dan dipahami.

Diagram batang adalah grafik yang menggunakan bentuk batang untuk menunjukkan jumlah suatu data.

Dengan membaca grafik atau diagram batang, kita dapat mengetahui:

  • jumlah setiap data;
  • data yang paling banyak;
  • data yang paling sedikit;
  • perbandingan jumlah data;
  • selisih antara dua data;
  • kesimpulan sederhana dari data.

Contoh data yang dapat disajikan dalam grafik atau diagram batang:

  • makanan kesukaan siswa;
  • warna kesukaan siswa;
  • jumlah buku yang dibaca;
  • kegiatan yang disukai siswa;
  • jumlah buah;
  • jumlah siswa yang mengikuti suatu kegiatan.

B. Bagian-Bagian Diagram Batang Sederhana

Untuk membaca diagram batang, kita perlu memperhatikan beberapa bagian, yaitu:

  1. Judul grafik
    Menunjukkan informasi atau data yang disajikan.
  2. Nama data
    Menunjukkan hal yang sedang dibandingkan, misalnya mie ayam, pizza, bakso, dan makanan lainnya.
  3. Batang
    Menunjukkan banyaknya setiap data.
  4. Jumlah/angka
    Menunjukkan banyaknya data.

C. Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik

Untuk mendapatkan informasi dari grafik atau diagram batang, lakukan langkah berikut:

1. Membaca judul grafik

Judul membantu kita mengetahui informasi yang disajikan.

Contoh:

Grafik Makanan Kesukaan Siswa Kelas 2.C

Artinya, grafik tersebut memberikan informasi tentang makanan yang disukai siswa kelas 2.C.

2. Mengamati nama data

Perhatikan nama-nama data yang terdapat pada grafik.

Contohnya:

  • Mie ayam
  • Nasi goreng
  • Ayam goreng
  • Pizza
  • Bakso

3. Membaca jumlah setiap data

Perhatikan tinggi batang atau angka yang menunjukkan jumlah.

Contoh:

  • Mie ayam = 8 siswa
  • Nasi goreng = 6 siswa
  • Ayam goreng = 5 siswa
  • Pizza = 3 siswa
  • Bakso = 7 siswa

4. Menentukan data paling banyak

Cari batang atau jumlah yang paling tinggi.

Pada contoh tersebut, mie ayam merupakan makanan yang paling banyak disukai, yaitu 8 siswa.

5. Menentukan data paling sedikit

Cari batang atau jumlah yang paling rendah.

Pada contoh tersebut, pizza merupakan makanan yang paling sedikit disukai, yaitu 3 siswa.

6. Membandingkan data

Kita dapat membandingkan dua data.

Contoh:

Mie ayam = 8 siswa
Nasi goreng = 6 siswa

Jadi, siswa yang menyukai mie ayam lebih banyak daripada siswa yang menyukai nasi goreng.

7. Menghitung selisih

Selisih dapat diketahui dengan cara mengurangkan jumlah yang lebih besar dengan jumlah yang lebih kecil.

Contoh:

8 − 3 = 5

Jadi, selisih siswa yang menyukai mie ayam dan pizza adalah 5 siswa.


D. Kosakata Baru

Grafik: gambar atau bentuk yang digunakan untuk menyajikan data.

Diagram batang: grafik yang menggunakan batang untuk menunjukkan jumlah data.

Data: kumpulan informasi yang diperoleh dari suatu kegiatan atau pengamatan.

Jumlah: banyaknya sesuatu.

Membandingkan: melihat apakah suatu jumlah lebih banyak, lebih sedikit, atau sama.

Selisih: perbedaan jumlah antara dua data.

Informasi: keterangan yang diperoleh dari suatu data.


Ø Soal Asesmen / Post Test:

Perhatikan grafik berikut!



Ø Jawaban atau uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi:

Kamis, 24 September 2026-2.A-Matematika

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Matematika
Hari, Tanggal: Kamis, 24 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Operasi Penjumlahan sampai 100
Pertemuan ke: 5

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama, memperhatikan bilangan yang dijumlahkan, serta menghitung secara teliti agar memperoleh hasil yang benar.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan operasi penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah pensil, buku, buah, mainan, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar penjumlahan melalui permainan kartu angka, benda konkret, kegiatan berhitung bersama, dan menyelesaikan tantangan penjumlahan dengan cara yang menyenangkan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok benda.
  2. Menjumlahkan bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Menjumlahkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Menjumlahkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Menjumlahkan bilangan dua angka dengan hasil sampai 100.
  6. Memahami penjumlahan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan penjumlahan tanpa menyimpan.
  8. Mengenal penjumlahan dengan menyimpan secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu jumlah.

Tanda penjumlahan adalah: +

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh: 3 + 2 = 5

Artinya, 3 benda digabung dengan 2 benda sehingga menjadi 5 benda.


B. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

Jadi: 3 + 2 = 5

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️ = 7

Jadi: 4 + 3 = 7


C. Penjumlahan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh: 34 + 25

Bilangan 34 terdiri dari:

  • 3 puluhan = 30
  • 4 satuan = 4

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita jumlahkan puluhan dan satuan.

30 + 20 = 50

4 + 5 = 9

Jadi:

34 + 25 = 59


D. Contoh Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh 1

23 + 14 = ...

Puluhan: 20 + 10 = 30

Satuan: 3 + 4 = 7

Jadi: 23 + 14 = 37


Contoh 2

42 + 25 = ...

Puluhan: 40 + 20 = 60

Satuan: 2 + 5 = 7

Jadi: 42 + 25 = 67


E. Penjumlahan dengan Menyimpan

Jika jumlah satuan 10 atau lebih, maka 10 satuan dapat ditukar menjadi 1 puluhan.

Contoh: 27 + 15

Jumlahkan satuannya: 7 + 5 = 12

12 satuan terdiri dari: 1 puluhan dan 2 satuan

Kemudian jumlahkan puluhannya: 2 puluhan + 1 puluhan + 1 puluhan = 4 puluhan

Jadi: 27 + 15 = 42


Contoh lainnya

38 + 24 = ...

Satuan: 8 + 4 = 12

12 satuan = 1 puluhan + 2 satuan

Puluhan: 3 + 2 + 1 = 6

Jadi: 38 + 24 = 62


F. Penjumlahan Bersusun

Penjumlahan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  24
+ 35
----
  59

Langkah:

  1. Jumlahkan satuan: 4 + 5 = 9
  2. Jumlahkan puluhan: 2 + 3 = 5
  3. Jadi, 24 + 35 = 59

Contoh dengan menyimpan

  27
+ 15
----
  42

Langkah:

  1. Satuan: 7 + 5 = 12
  2. Tulis angka 2 pada tempat satuan.
  3. Simpan 1 puluhan.
  4. Puluhan: 2 + 1 + 1 = 4
  5. Jadi, 27 + 15 = 42.

G. Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Penjumlahan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 25 pensil.
Ibu memberikan lagi 13 pensil.

Berapa jumlah pensil Dina sekarang?

25 + 13 = 38

Jadi, jumlah pensil Dina adalah 38 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 42 buku cerita.
Kemudian datang 18 buku baru.

Berapa jumlah buku sekarang?

42 + 18 = 60

Jadi, jumlah buku sekarang adalah 60 buku.


🌟 INGAT!

Penjumlahan = menggabungkan atau menambahkan.

Contoh: 20 + 5 = 25

Jika menjumlahkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan
➡️ Perhatikan satuan
➡️ Hitung dengan teliti

Jika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih, kita dapat melakukan penyimpanan ke puluhan.


Ø Soal Asesmen / Post Test:
  1. Siti menabung Rp25 di celengan. Kemudian, ia menabung lagi Rp15.
    Berapa jumlah uang Siti sekarang?
  2. Budi memiliki tabungan Rp32. Ia mendapat uang dari nenek sebesar Rp18 dan menyimpannya di celengan.
    Berapa jumlah uang Budi sekarang?
  3. Aisyah meminjamkan Rp20 kepada adiknya. Kemudian, adiknya mengembalikan Rp20 dan memberikan tambahan Rp5.
    Berapa uang yang diterima Aisyah?
  4. Raka menabung Rp27 pada hari Senin dan Rp23 pada hari Selasa.
    Berapa jumlah tabungan Raka seluruhnya?
  5. Dina memiliki uang Rp35. Ia meminjam Rp25 dari kakaknya untuk membeli buku. Setelah itu, Dina memiliki uang Rp35 ditambah uang pinjaman.
    Berapa jumlah uang Dina sekarang?
  6. Fahmi menyimpan Rp42 di kotak tabungan. Kemudian, ia menambahkan lagi Rp16.
    Berapa jumlah uang Fahmi sekarang?
  7. Lala memiliki tabungan Rp38. Ia menabung lagi Rp24.
    Berapa jumlah tabungan Lala sekarang?
  8. Andi meminjam Rp15 dari kakaknya dan Rp20 dari ibunya.
    Berapa jumlah uang yang dipinjam Andi?
  9. Nisa menabung Rp46. Kemudian, ibu memberinya Rp14 untuk ditabung juga.
    Berapa jumlah uang Nisa yang ditabung?
  10. Doni mempunyai tabungan Rp28. Ia meminjam Rp17 dari kakaknya untuk membeli alat tulis. Berapa jumlah uang Doni jika uang tabungan dan uang pinjaman digabungkan?


Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi: