http://i48.tinypic.com/eamrur.jpg Source: https://www.linksukses.com/2013/01/menampilkan-kursor-animasi-pada-blog.html

07/09/26

Selasa, 08 September 2026-2.A-Matematika

 IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Matematika
Hari, Tanggal: Selasa, 08 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100
Pertemuan ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu
Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama serta memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan pada suatu bilangan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep komposisi dan dekomposisi bilangan dengan benda-benda yang ada di sekitar, seperti stik es krim, kelereng, pensil, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, serta kegiatan memasangkan bilangan dengan bentuk puluhan dan satuannya.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi nilai tempat puluhan dan satuan.
  2. Mengenal konsep komposisi bilangan.
  3. Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
  4. Mengenal konsep dekomposisi bilangan.
  5. Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan.
  6. Menyelesaikan latihan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Komposisi dan dekomposisi bilangan 50 – 100.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun beberapa bagian menjadi satu bilangan.

Bilangan dapat disusun berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

30 + 5 = 35

  • 30 = 3 puluhan
  • 5 = 5 satuan

Jadi:

3 puluhan + 5 satuan = 35

Contoh lainnya:

  • 20 + 7 = 27
  • 40 + 3 = 43
  • 50 + 8 = 58
  • 70 + 6 = 76
  • 90 + 4 = 94

B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi beberapa bagian.

Bilangan diuraikan berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

35 = 30 + 5

  • 3 puluhan = 30
  • 5 satuan = 5

Jadi:

35 = 30 + 5

Contoh lainnya:

  • 27 = 20 + 7
  • 43 = 40 + 3
  • 58 = 50 + 8
  • 76 = 70 + 6
  • 94 = 90 + 4

C. Hubungan Komposisi dan Dekomposisi

Komposisi dan dekomposisi adalah kebalikan.

Komposisi: menyusun
➡️ 40 + 6 = 46

Dekomposisi: menguraikan
➡️ 46 = 40 + 6

Jadi, kita dapat menyusun dan mengurai bilangan menggunakan puluhan dan satuan.


D. Contoh Bilangan sampai 100

Bilangan

Puluhan

Satuan

Dekomposisi

12

10

2

10 + 2

25

20

5

20 + 5

34

30

4

30 + 4

47

40

7

40 + 7

53

50

3

50 + 3

68

60

8

60 + 8

75

70

5

70 + 5

82

80

2

80 + 2

96

90

6

90 + 6

100

100

0

100 + 0

 

🌟 Ingat!

Komposisi = menyusun
➡️ 60 + 7 = 67

Dekomposisi = mengurai
➡️ 67 = 60 + 7

Puluhan berada di depan, satuan berada di belakang.

 

Ø Soal Asesmen / Post Test:


Selasa, 08 September 2026-2.A-Pancasila

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Pancasila
Hari, Tanggal: Selasa, 08 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

               

 Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak pembelajaran daring dengan tertib dan memperhatikan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan perilaku yang dilakukan bersama keluarga di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui kegiatan pengamatan dan checklist penerapan Pancasila di rumah bersama orang tua.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyebutkan simbol-simbol sila Pancasila.
  2. Menyebutkan bunyi sila-sila Pancasila.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan setiap sila.
  4. Menghubungkan nilai Pancasila dengan kegiatan sehari-hari di rumah.
  5. Mempraktikkan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

 

📌 MATERI: Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi bersama orang tua, praktik, dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, dan Lingkungan rumah sebagai sumber belajar


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖 Apa kabar hari ini? Semoga kita semua sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum memulai pembelajaran, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah terlebih dahulu agar kegiatan hari ini penuh berkah. 🤲✨

Anak-anak, hari ini kita belajar secara daring dari rumah karena adanya imbauan pemerintah terkait abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kita. Oleh karena itu, tetap ikuti pembelajaran dengan semangat meskipun dari rumah. 🌷

Anak-anak, walaupun hari ini belajar dari rumah, kita tetap bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila. Misalnya, membantu mama dan papa, berdoa, menyayangi keluarga, bekerja sama, dan berbagi dengan saudara.

Nah, hari ini kita akan belajar tentang penerapan nilai-nilai Pancasila di rumah. Setelah belajar, kalian akan melakukan sebuah tantangan kecil bersama mama papa, atau anggota keluarga. 🌟

 



Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Rumah

Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

⭐ Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa

Contoh di rumah:

  • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
  • Melaksanakan ibadah.
  • Bersyukur kepada Allah Swt.
  • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

⛓️ Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Contoh di rumah:

  • Menyayangi anggota keluarga.
  • Berbicara dengan sopan.
  • Membantu orang tua.
  • Tidak mengejek saudara.

🌳 Sila ke-3: Persatuan Indonesia

Contoh di rumah:

  • Hidup rukun bersama keluarga.
  • Bekerja sama membersihkan rumah.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Menjaga kerukunan keluarga.

🐂 Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Contoh di rumah:

  • Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
  • Berdiskusi ketika menentukan kegiatan bersama.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Menerima keputusan bersama.

🌾 Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Contoh di rumah:

  • Berbagi dengan saudara.
  • Membagi tugas rumah dengan adil.
  • Tidak berebut.
  • Menghargai hak anggota keluarga. 


Ø Soal Asesmen / Post Test



Ø Info untuk mama dan papa 👨‍👩‍👧

Ayah/Bunda mohon mendampingi ananda dalam melaksanakan tugas “Aku Anak Pancasila di Rumah”.

  1. Dampingi ananda membaca dan memahami checklist.
  2. Biarkan ananda melakukan kegiatan secara mandiri sesuai kemampuan.
  3. Berikan contoh dan arahan apabila ananda mengalami kesulitan.
  4. Setelah kegiatan selesai, mohon membuat dokumentasi berupa video singkat saat ananda melakukan salah satu penerapan nilai Pancasila atau saat mengisi checklist.
  5. Video tidak perlu panjang, cukup 30–60 detik.
  6. Kirimkan video/dokumentasi checklist kepada guru melalui grup WA kelas 2A.

Terima kasih atas kerja sama mama papa dalam mendampingi pembelajaran ananda dari rumah. 🌷


Selasa, 08 September 2026-2.A-Seni Rupa

 IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Pancasila
Hari, Tanggal: Selasa, 08 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Membedakan Warna Primer dan Warna Sekunder
Pertemuan ke: 4

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Perbedaan Warna primer dan warna sekunder)

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dengan saksama berbagai warna pada benda di sekitar rumah serta mengenali warna primer dan warna sekunder.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan warna primer dan sekunder dengan benda-benda yang ditemukan di rumah serta mensyukuri keindahan warna sebagai ciptaan Allah Swt.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar warna melalui kegiatan menyenangkan di rumah, seperti mencari benda sesuai warna, mencocokkan warna, mewarnai, dan mencampurkan warna dengan bantuan orang tua.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati berbagai warna pada benda dan gambar di sekitar.
  2. Mengenal pengertian warna primer dan warna sekunder.
  3. Menyebutkan tiga warna primer.
  4. Menyebutkan tiga warna sekunder.
  5. Membedakan warna primer dan warna sekunder.
  6. Menjelaskan hasil pencampuran dua warna primer.
  7. Mempraktikkan pencampuran warna primer untuk menghasilkan warna sekunder.
  8. Membuat karya sederhana menggunakan warna primer dan warna sekunder.

 

📌 MATERI: Membedakan Warna Primer dan Warna Sekunder

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, demonstrasi, mengamati gambar, eksperimen, dan latihan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, benda-benda berwarna di rumah, pensil warna/crayon/cat air jika tersedia, dan alat tulis.

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, hari ini kita belajar secara daring dari rumah karena adanya himbauan pemerintah terkait abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kita. Oleh karena itu, tetap ikuti pembelajaran dengan semangat meskipun dari rumah. 🌷

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar mengenal dan mensyukuri berbagai warna ciptaan Allah. 

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan seluruh alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat melihat warna bunga, buah, daun, dan langit sebagai contoh keindahan ciptaan Allah. 

  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar menjaga dan menghargai keindahan warna di sekitar kita serta mengenal warna sekunder.

  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita dapat mensyukuri rezeki dengan menggunakan warna secara kreatif dalam karya seni dan menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. 

✨ Anak-anak hebat, mari kita belajar dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!
Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah dan mampu menghargai keindahan ciptaan-Nya. 💖🌈

 





1. Apa Itu Warna Primer?

Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari pencampuran warna lain.

Ada tiga warna primer, yaitu:

  • 🔴 Merah
  • 🟡 Kuning
  • 🔵 Biru

2. Apa Itu Warna Sekunder?

Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer.

Ada tiga warna sekunder, yaitu:

  • 🟠 Jingga/Oranye
  • 🟢 Hijau
  • 🟣 Ungu

3. Pencampuran Warna Primer

Campuran Warna PrimerMenghasilkan
🔴 Merah + 🟡 Kuning🟠 Jingga/Oranye
🟡 Kuning + 🔵 Biru🟢 Hijau
🔴 Merah + 🔵 Biru🟣 Ungu

4. Perbedaan Warna Primer dan Sekunder

Warna primer adalah warna dasar yang terdiri dari merah, kuning, dan biru.

Warna sekunder adalah warna hasil pencampuran dua warna primer, yaitu jingga, hijau, dan ungu.

5. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

🔴 Merah dapat ditemukan pada apel dan bunga.
🟡 Kuning dapat ditemukan pada pisang dan bunga matahari.
🔵 Biru dapat ditemukan pada langit.
🟠 Jingga dapat ditemukan pada jeruk dan wortel.
🟢 Hijau dapat ditemukan pada daun dan rumput.
🟣 Ungu dapat ditemukan pada beberapa jenis bunga.

A. Asesmen Formatif (Pilihan Ganda)

Pilihlah jawaban yang tepat!

  1. Warna sekunder adalah warna yang diperoleh dari ....
    a. satu warna saja
    b. pencampuran dua warna primer
    c. warna hitam dan putih
  2. Merah dicampur kuning akan menghasilkan warna ....
    a. hijau
    b. ungu
    c. jingga
  3. Kuning dicampur biru akan menghasilkan warna ....
    a. hijau
    b. jingga
    c. ungu
  4. Merah dicampur biru akan menghasilkan warna ....
    a. jingga
    b. ungu
    c. hijau
  5. Berikut yang termasuk warna sekunder adalah ....
    a. merah, kuning, biru
    b. jingga, hijau, ungu
    c. hitam, putih, abu-abu

B. Isian Singkat

  1. Tiga warna primer adalah ..., ..., dan ....
  2. Warna merah + kuning menghasilkan warna ....
  3. Warna kuning + biru menghasilkan warna ....
  4. Warna merah + biru menghasilkan warna ....
  5. Sebutkan tiga warna sekunder!
    Jawab: ..., ..., dan ....