http://i48.tinypic.com/eamrur.jpg Source: https://www.linksukses.com/2013/01/menampilkan-kursor-animasi-pada-blog.html

27/08/26

Jumat, 28 Agustus 2026-2.A--PAK

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: PAK
Hari, Tanggal: Jum'at, 28 Agustus 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Sikap Disiplin
Pertemuan ke: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


📌 CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan arti sikap disiplin dengan sederhana.

  2. Menyebutkan contoh sikap disiplin di sekolah.

  3. Menyebutkan contoh sikap disiplin di rumah.

  4. Menunjukkan perilaku disiplin dalam kegiatan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran Deep Learning

Mindful (Berkesadaran)
Murid mampu memahami arti sikap disiplin dengan menyadari pentingnya menaati aturan dan melakukan kegiatan tepat waktu, baik di sekolah maupun di rumah.

Meaningful (Bermakna)
Murid mampu menyebutkan dan menjelaskan contoh sikap disiplin di sekolah dan di rumah serta menghubungkannya dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Murid mampu menunjukkan perilaku disiplin melalui kegiatan sehari-hari dengan penuh tanggung jawab dan antusias melalui aktivitas pembelajaran yang menyenangkan.

✅ Alur Tujuan  Pembelajaran

Peserta didik mampu:

  • Menjelaskan arti sikap disiplin dengan sederhana.

  • Menyebutkan contoh sikap disiplin di sekolah.

  • Menyebutkan contoh sikap disiplin di rumah.

  • Menunjukkan perilaku disiplin dalam kegiatan sehari-hari.

📚 MATERI POKOK

Sikap Disiplin

📝 MEDIA PEMBELAJARAN / ALAT PERAGA

LKPD


💭 APERSEPSI

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sebelum memulai pembelajaran hari ini, mari kita mengingat bahwa Allah Swt. mengajarkan kita untuk menjadi anak yang tertib dan bertanggung jawab.

Salah satu sikap baik yang perlu kita biasakan adalah disiplin.

Disiplin dapat kita lakukan dengan:

  • datang tepat waktu;

  • mengikuti aturan;

  • merapikan barang setelah digunakan;

  • mengerjakan tugas dengan baik;

  • melaksanakan kegiatan sesuai jadwal.

Kemarin kita telah belajar tentang contoh-contoh sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Hari ini kita akan kembali mengingat dan memahami contoh sikap disiplin yang dapat kita lakukan di rumah maupun di sekolah.

Mari belajar dengan tertib, semangat, dan penuh tanggung jawab. Semoga Allah Swt. memberikan kemudahan dan menjadikan kita anak-anak yang disiplin. Aamiin. 🤲


🌟 MATERI PEMBELAJARAN

Apa Itu Disiplin?

Disiplin adalah sikap taat dan patuh terhadap aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

Anak yang disiplin akan berusaha melakukan kewajibannya dengan baik dan mengikuti aturan yang telah ditentukan.


🏫 Contoh Sikap Disiplin di Sekolah

Beberapa contoh sikap disiplin di sekolah yaitu:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.

  2. Memakai seragam sesuai aturan.

  3. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.

  4. Mendengarkan guru saat menjelaskan.

  5. Mengerjakan tugas tepat waktu.

  6. Membuang sampah pada tempatnya.

  7. Merapikan alat belajar setelah digunakan.

  8. Mematuhi aturan sekolah.


🏠 Contoh Sikap Disiplin di Rumah

Contoh sikap disiplin di rumah antara lain:

  1. Bangun tidur tepat waktu.

  2. Merapikan tempat tidur.

  3. Makan sesuai waktu.

  4. Belajar sesuai jadwal.

  5. Merapikan mainan setelah bermain.

  6. Membantu orang tua sesuai tugas.

  7. Tidur tepat waktu.


💡 Mengapa Kita Harus Disiplin?

Sikap disiplin membuat kita:

🌱 Menjadi anak yang tertib.
🌱 Belajar menjadi anak yang bertanggung jawab.
🌱 Dapat menggunakan waktu dengan baik.
🌱 Dipercaya oleh orang lain.
🌱 Terbiasa melakukan hal-hal yang baik.


📝 SOAL / POST TEST

A. Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1. Sikap menaati aturan disebut sikap __________.

  2. Kita harus datang ke sekolah tepat __________.

  3. Setelah bermain, kita harus __________ mainan.

  4. Mengerjakan tugas tepat waktu merupakan contoh sikap __________.

  5. Sebelum belajar, sebaiknya kita menyiapkan __________ belajar.

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang dimaksud dengan sikap disiplin?

  2. Sebutkan dua contoh sikap disiplin di sekolah!

  3. Sebutkan dua contoh sikap disiplin di rumah!

  4. Mengapa kita harus datang ke sekolah tepat waktu?

  5. Apa yang akan terjadi jika kita tidak menaati aturan? Tuliskan satu contohnya!


🔑 KUNCI JAWABAN

A. Isian

  1. Disiplin.

  2. Waktu.

  3. Merapikan.

  4. Disiplin.

  5. Alat/perlengkapan.

B. Uraian

  1. Sikap disiplin adalah sikap menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu.

  2. Contoh sikap disiplin di sekolah:

    • Datang ke sekolah tepat waktu.

    • Mengerjakan tugas tepat waktu.

  3. Contoh sikap disiplin di rumah:

    • Merapikan mainan setelah bermain.

    • Bangun dan tidur tepat waktu.

  4. Kita harus datang ke sekolah tepat waktu agar tidak terlambat mengikuti pembelajaran dan dapat belajar dengan tertib.

  5. Jika tidak menaati aturan, kita dapat mendapat teguran atau hukuman. Contohnya, jika datang terlambat ke sekolah, kita mendapat teguran dari guru.


🌈 KESIMPULAN

Hari ini kita telah belajar tentang sikap disiplin.

Disiplin berarti menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu. Sikap disiplin dapat kita lakukan di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitar.

Sebagai anak yang sholeh dan sholehah, mari kita membiasakan diri untuk selalu disiplin, bertanggung jawab, dan menaati aturan. 🌱

💭 REFLEKSI

Coba tanyakan kepada diri sendiri:

⭐ Apakah aku sudah datang ke sekolah tepat waktu?
⭐ Apakah aku sudah mengerjakan tugas tepat waktu?
⭐ Apakah aku sudah merapikan barang setelah digunakan?
⭐ Apakah aku sudah menaati aturan di rumah dan di sekolah?

Mari menjadi anak yang disiplin setiap hari! 💖

🌟 Disiplin hari ini, sukses di masa depan! 🌟

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Jumat, 28 Agustus 2026-2.A-Adab

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Adab
Hari, Tanggal: Jum'at, 28 Agustus 2026
Fase/Kelas: A/II
Mater: Menghormati Orang Tua di Rumah
Pertemuan ke: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم



Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membiasakan sikap menghormati, menyayangi, dan menaati orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu m
enghormati orang tua di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak cerita atau percakapan tentang sikap kepada orang tua dengan saksama serta menyadari pentingnya bersikap sopan dan menghormati orang tua.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan materi menghormati orang tua dengan pengalaman dan kegiatan sehari-hari di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui permainan, gambar, percakapan sederhana, tanya jawab, dan kegiatan memilih sikap yang baik kepada orang tua.

 

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak cerita atau percakapan tentang menghormati orang tua.
  2. Mengenal pentingnya menghormati orang tua.
  3. Menyebutkan contoh adab kepada orang tua di rumah.
  4. Membedakan sikap yang baik dan tidak baik kepada orang tua.
  5. Mempraktikkan cara berbicara dan bersikap sopan kepada orang tua.
  6. Membiasakan membantu, menaati, dan menyayangi orang tua.

 

📌 MATERI: Menghormati orang tua di rumah. 

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, bercerita, bermain peran, mengamati gambar, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar kegiatan menghormati orang tua, kartu gambar sikap baik dan tidak baik, teks cerita, video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, coba ingat kembali. Siapa yang selalu merawat dan menyayangi kalian di rumah?

“Ayah dan Ibu.” ❤️

Ayah dan Ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita. Karena itu, kita harus menyayangi dan menghormati mereka. Hari ini kita akan belajar tentang “Menghormati Orang Tua di Rumah.”

Coba pikirkan:

⭐ Apakah kamu selalu berbicara dengan sopan kepada Ayah dan Ibu?

⭐ Apakah kamu membantu Ayah dan Ibu di rumah?

⭐ Apakah kamu mendengarkan nasihat orang tua?

⭐ Apakah kamu mengucapkan terima kasih setelah dibantu?

Mari kita belajar menjadi anak yang sopan, penyayang, suka membantu, dan menghormati orang tua. ❤️

 

Orang tua adalah orang yang sangat berjasa dalam merawat, menyayangi, mendidik, dan memenuhi kebutuhan kita. Oleh karena itu, kita harus menghormati dan menyayangi orang tua. Menghormati orang tua merupakan salah satu akhlak yang baik.

A. Mengapa Kita Harus Menghormati Orang Tua?

Kita harus menghormati orang tua karena:

  • Orang tua merawat dan menyayangi kita.
  • Orang tua bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
  • Orang tua mendidik dan membimbing kita.
  • Orang tua selalu mendoakan kebaikan untuk kita.
  • Menghormati orang tua merupakan perbuatan yang baik dan disukai Allah Swt.

B. Contoh Adab Menghormati Orang Tua di Rumah

Beberapa contoh sikap menghormati orang tua adalah:

  1. Mengucapkan salam ketika bertemu orang tua.
  2. Berbicara dengan bahasa yang sopan dan lembut.
  3. Mendengarkan ketika orang tua berbicara.
  4. Menaati nasihat dan perintah orang tua yang baik.
  5. Membantu pekerjaan orang tua.
  6. Meminta izin ketika hendak melakukan sesuatu.
  7. Tidak membentak atau berkata kasar kepada orang tua.
  8. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu orang tua.
  9. Meminta maaf jika melakukan kesalahan.
  10. Mendoakan orang tua.

C. Contoh Sikap dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh 1: Membantu Ibu

Ibu sedang membersihkan rumah.

Sikap yang baik: “Ibu, aku boleh membantu?”

Anak membantu ibu merapikan rumah.

Contoh 2: Menaati Ayah

Ayah berkata: “Nak, tolong rapikan mainanmu.”

Sikap yang baik: “Baik, Ayah.”

Kemudian anak segera merapikan mainannya.

Contoh 3: Berbicara dengan Sopan

Ketika meminta sesuatu kepada orang tua, kita menggunakan kata:

  • Tolong.
  • Terima kasih.
  • Maaf.
  • Permisi.

Contoh: “Ibu, tolong ambilkan buku saya. Terima kasih, Ibu.”

D. Sikap yang Tidak Baik kepada Orang Tua

Kita harus menghindari sikap seperti:

  • Membentak orang tua.
  • Berkata kasar.
  • Tidak mau mendengarkan nasihat.
  • Melawan ketika diberi nasihat yang baik.
  • Berbohong kepada orang tua.
  • Membuat orang tua sedih.
  • Tidak mau membantu orang tua.

E. Adab Berbicara kepada Orang Tua

Ketika berbicara kepada orang tua, kita harus:

  1. Menggunakan suara yang lembut.
  2. Menggunakan kata-kata yang sopan.
  3. Mendengarkan dengan baik.
  4. Tidak memotong pembicaraan.
  5. Tidak membentak.
  6. Menatap dengan sikap hormat.
  7. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu.

F. Percakapan Sederhana

Ibu: “Nak, tolong rapikan mainanmu.”

Alya: “Baik, Ibu. Aku akan merapikannya.”

Ibu: “Terima kasih, Alya.”

Alya: “Sama-sama, Ibu.”

Dari percakapan tersebut, Alya menunjukkan sikap menghormati orang tua dengan berbicara sopan dan menaati permintaan ibu.

Ø Soal Asesmen / Post Test

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

  1. Siapakah orang yang harus kita hormati di rumah?
  2. Mengapa kita harus menghormati orang tua?
  3. Sebutkan dua contoh sikap menghormati orang tua!
  4. Bagaimana cara berbicara kepada orang tua?
  5. Apa yang harus kita ucapkan ketika meminta bantuan kepada orang tua?
  6. Apa yang harus kita lakukan ketika orang tua memberikan nasihat yang baik?
  7. Apakah membentak orang tua merupakan sikap yang baik?
  8. Apa yang sebaiknya kita lakukan ketika ibu sedang membersihkan rumah?
  9. Apa yang kita ucapkan setelah mendapatkan bantuan dari orang tua?
  10. Sebutkan satu contoh kegiatan membantu orang tua di rumah!

Ø Kunci Jawaban/uraian:

 

Ø Kesimpulan dan refleksi:


26/08/26

Kamis, 27 Agustus 2026-2.A-Matematika dan Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru       : Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran : Matematika
Hari, Tanggal    : Kamis, 27 Agustus 2026
Fase/Kelas        : A/II
Materi                : Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan 
Pertemuan ke   : 3


Ø  Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

Ø  Tujuan Pembelajaran: Membandingkan dan mengurutkan bilangan

    - Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan memahami cara membandingkan serta mengurutkan bilangandengan teliti dan percaya diri.

    - Meaningful (Bermakna) : Murid dapat mengaitkan kegiatan membandingkan dan mengurutkan bilangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah benda, banyaknya buah, atau urutan nomor.

    - Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat belajar membandingkan dan mengurutkan bilangan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan kartu angka, menyusun bilangan dari terkecil ke terbesar, kuis, dan lomba kelompok.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengenal simbol > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).
  2. Membandingkan dua bilangan sampai 100 dengan tepat.
  3. Mengurutkan bilangan dari terkecil ke terbesar dan sebaliknya.

📌 MATERI MATEMATIKA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, Benda Konkret (Stik Es Krim)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Good Morning, anak-anak yang sholeh dan sholehah

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti kegiatan. Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kesehatan, kebahagiaan, serta kelancaran dalam setiap aktivitas kita, Aamiin Allahumma Aamiin🤲🏻

Sebelum memulai kegiatan, anak-anak melakukan kegiatan membaca do'a bersama, melaksanakan shalat dhuha, dan muroja'ah agar seluruh kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan. 


Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menggunakan bilangan dengan teliti dan bersyukur atas segala sesuatu yang Allah berikan.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Kita dapat mengamati berbagai benda ciptaan Allah dan membandingkan jumlahnya, misalnya mana yang lebih banyak dan lebih sedikit.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar menggunakan bilangan dengan teliti dan tertib, misalnya mengurutkan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan menghitung dan membandingkan jumlah benda yang kita miliki secara tepat, tanpa berlebihan.

📚 Materi: Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan sampai 100

1. Mengenal Bilangan sampai 100

Bilangan sampai 100 terdiri dari bilangan 0 sampai 100.

Contoh:
24, 52, 76, 83, 98, 100

Setiap bilangan memiliki:

  • Puluhan
  • Satuan

Contoh:
48

  • 4 puluhan = 40
  • 8 satuan = 
  • Jadi, 48 = 40 + 8

2. Membandingkan Bilangan

Membandingkan bilangan berarti menentukan bilangan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan lainnya.

Gunakan tanda:

TandaArti
>lebih besar dari
<lebih kecil dari
=sama dengan

Contoh:

56 dan 68

Perhatikan angka puluhannya:

  • 56 memiliki 5 puluhan
  • 68 memiliki 6 puluhan

Karena 6 puluhan lebih banyak daripada 5 puluhan, maka:

56 < 68

3. Cara Membandingkan Bilangan

Untuk membandingkan dua bilangan:

Langkah 1: Bandingkan angka puluhan.

Contoh:
68 dan 45

6 puluhan lebih banyak daripada 4 puluhan.

Jadi:
68 > 45

Langkah 2: Jika angka puluhannya sama, bandingkan angka satuan.

Contoh:
73 dan 78

Keduanya memiliki 7 puluhan.
Bandingkan satuannya:

  • 3 satuan
  • 8 satuan

Karena 3 lebih kecil daripada 8, maka:

73 < 78

4. Mengurutkan Bilangan

Mengurutkan bilangan berarti menyusun bilangan berdasarkan urutan tertentu.

Ada dua macam:

🔽 Urutan dari kecil ke besar

Disebut urutan naik.

Contoh:

24, 15, 38, 21

Diurutkan dari yang terkecil:

15, 21, 24, 38

🔼 Urutan dari besar ke kecil

Disebut urutan turun.

Contoh:

24, 15, 38, 21

Diurutkan dari yang terbesar:

38, 24, 21, 15

5. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Ibu memiliki:

  • 35 buah apel
  • 52 buah jeruk
  • 28 buah mangga

Buah yang jumlahnya paling banyak adalah jeruk.

Urutan jumlah buah dari yang paling sedikit:

28 < 35 < 52

Urutan dari yang paling banyak:

52 > 35 > 28


Ø  Soal Asesmen:

  • 1. 34 ___ 43
  • 2. 67 ___ 56
  • 3. 72 ___ 72
  • 4. Urutkan dari yang terkecil: 45, 23, 67, 31
  • 5. Urutkan dari yang terbesar: 82, 54, 91, 76

  • Ø  Kunci jawaban dan uraian:


    📌 Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran


    IDENTITAS

    Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
    Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
    Hari, Tanggal: Kamis, 27 Agustus 2026
    Fase/Kelas: A/II
    Materi: Kalimat dengan kombinasi S -  P - O
    Pertemuan ke: 1

    Ø Capaian Pembelajaran:

    Murid mampu mmahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural. (kalimat kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek))

     

    Ø Tujuan Pembelajaran:
    Murid mampu m
    emahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar )kalimat dengan kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) dengan tepat).

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak percakapan dengan saksama dan menemukan informasi penting serta mengenali bagian Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan kalimat S-P-O dengan kegiatan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun kalimat S-P-O melalui permainan menyusun kartu kata, melengkapi kalimat, membaca percakapan, dan membuat kalimat sederhana.

     

    Ø Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Menyimak percakapan sederhana tentang diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
    2. Menemukan informasi penting dari percakapan yang didengarkan.
    3. Mengenal pengertian Subjek, Predikat, dan Objek.
    4. Mengidentifikasi unsur S-P-O dalam kalimat sederhana.
    5. Menyusun kalimat dengan kombinasi S-P-O dengan tepat.
    6. Membuat kalimat sederhana berdasarkan kegiatan sehari-hari.

     

    📌 MATERI: KALIMAT S-P-O

    Ø Model/Metode Pembelajaran

    Model: Discovery Learning
    Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, permainan kartu kata, membaca percakapan, dan latihan menyusun kalimat.


    Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

    LKPD, kartu kata S-P-O, gambar kegiatan sehari-hari, teks percakapan, video pembelajaran, dan benda-benda di lingkungan sekitar.


    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Good Morning, anak-anak yang sholeh dan sholehah

    Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti kegiatan. Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kesehatan, kebahagiaan, serta kelancaran dalam setiap aktivitas kita, Aamiin Allahumma Aamiin🤲🏻

    Sebelum memulai kegiatan, anak-anak melakukan kegiatan membaca do'a bersama, melaksanakan shalat dhuha, dan muroja'ah agar seluruh kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan.

     

     

     

    A. Apa Itu Kalimat?

    Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki makna.

    Contoh:

    Ibu memasak nasi.

    Kalimat tersebut memiliki tiga bagian:

    • S (Subjek): Ibu → orang yang melakukan kegiatan.
    • P (Predikat): memasak → kegiatan yang dilakukan.
    • O (Objek): nasi → sesuatu yang dikenai kegiatan.

    Jadi:

    Ibu | memasak | nasi.
      S   |        P         |  O

     

    B. Mengenal S-P-O

    1. Subjek (S)
    Subjek adalah orang atau benda yang melakukan kegiatan.

    Contoh:

    • Ayah
    • Ibu
    • Rani
    • Kakak

    2. Predikat (P)
    Predikat adalah kata yang menunjukkan kegiatan.

    Contoh:

    • membaca
    • menulis
    • membawa
    • membeli
    • mencuci

    3. Objek (O)
    Objek adalah sesuatu yang dikenai kegiatan.

    Contoh:

    • buku
    • pensil
    • makanan
    • baju
    • bola

     

    C. Contoh Kalimat S-P-O

    1. Rani membaca buku.
      S = Rani
      P = membaca
      O = buku
    2. Ayah mencuci mobil.
      S = Ayah
      P = mencuci
      O = mobil
    3. Ibu membeli sayur.
      S = Ibu
      P = membeli
      O = sayur
    4. Kakak membawa tas.
      S = Kakak
      P = membawa
      O = tas.

     

    💬 D. Percakapan Sederhana

    Alya: “Rani, apa yang kamu lakukan?”
    Rani: “Aku membaca buku.”
    Alya: “Buku apa yang kamu baca?”
    Rani: “Aku membaca buku cerita.”

     

    Contoh kalimat S-P-O dalam percakapan:

    Aku | membaca | buku cerita.
    S        |        P        |          O

     

     

    Ø Soal Asesmen / Post Test


    Pembelajaran Bahasa Indonesia hari ini berlangsung dengan baik. Dari 20 peserta didik yang hadir, sebagian besar sudah mampu memahami materi kalimat S-P-O. Peserta didik dapat mengenali unsur Subjek, Predikat, dan Objekserta memahami cara menyusun kata menjadi kalimat yang tepat. Namun, terdapat 2 peserta didik yang masih membutuhkan bantuan dalam menyusun kata hingga menjadi kalimat berpola S-P-O. Guru memberikan pendampingan dan contoh kalimat sederhana secara bertahap agar peserta didik lebih mudah memahami dan menyusun kalimat dengan benar. Secara keseluruhan, sebagian besar peserta didik telah memahami materi dengan baik.

    Refleksi Pembelajaran
    Pembelajaran Matematika hari ini berjalan dengan baik. Dari 20 peserta didik yang hadir, sebagian besar sudah mampu mengurutkan bilangan kombinasi sesuai dengan arahan yang diberikan. Namun, terdapat 4 peserta didik yang masih membutuhkan bimbingan dalam mengurutkan bilangan kombinasi, terutama dalam menentukan urutan bilangan dengan tepat. Guru memberikan contoh secara bertahap serta latihan tambahan untuk membantu peserta didik memahami cara membandingkan dan mengurutkan bilangan. Secara keseluruhan, peserta didik menunjukkan perkembangan yang baik, dengan beberapa peserta didik masih memerlukan pendampingan dan latihan lebih lanjut.