http://i48.tinypic.com/eamrur.jpg Source: https://www.linksukses.com/2013/01/menampilkan-kursor-animasi-pada-blog.html

10/09/26

Jum'at, 11 September 2026-2.A-Adab

 IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Adab
Hari, Tanggal: Jum'at, 11 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Mater: Menghormati Orang Tua di Rumah
Pertemuan ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membiasakan sikap menghormati, menyayangi, dan menaati orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu m
enghormati orang tua di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak cerita atau percakapan tentang sikap kepada orang tua dengan saksama serta menyadari pentingnya bersikap sopan dan menghormati orang tua.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan materi menghormati orang tua dengan pengalaman dan kegiatan sehari-hari di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui permainan, gambar, percakapan sederhana, tanya jawab, dan kegiatan memilih sikap yang baik kepada orang tua.

 

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak cerita atau percakapan tentang menghormati orang tua.
  2. Mengenal pentingnya menghormati orang tua.
  3. Menyebutkan contoh adab kepada orang tua di rumah.
  4. Membedakan sikap yang baik dan tidak baik kepada orang tua.
  5. Mempraktikkan cara berbicara dan bersikap sopan kepada orang tua.
  6. Membiasakan membantu, menaati, dan menyayangi orang tua.

 

📌 MATERI: Menghormati orang tua di rumah. 

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, bercerita, bermain peran, mengamati gambar, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar kegiatan menghormati orang tua, kartu gambar sikap baik dan tidak baik, teks cerita, video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, coba ingat kembali. Siapa yang selalu merawat dan menyayangi kalian di rumah?

“Ayah dan Ibu.” ❤️

Ayah dan Ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita. Karena itu, kita harus menyayangi dan menghormati mereka. Hari ini kita akan belajar tentang “Menghormati Orang Tua di Rumah.”

Coba pikirkan:

⭐ Apakah kamu selalu berbicara dengan sopan kepada Ayah dan Ibu?

⭐ Apakah kamu membantu Ayah dan Ibu di rumah?

⭐ Apakah kamu mendengarkan nasihat orang tua?

⭐ Apakah kamu mengucapkan terima kasih setelah dibantu?

Mari kita belajar menjadi anak yang sopan, penyayang, suka membantu, dan menghormati orang tua. ❤️

 

Orang tua adalah orang yang sangat berjasa dalam merawat, menyayangi, mendidik, dan memenuhi kebutuhan kita. Oleh karena itu, kita harus menghormati dan menyayangi orang tua. Menghormati orang tua merupakan salah satu akhlak yang baik.

A. Apa Arti Menghormati Orang Tua?

Menghormati orang tua berarti menunjukkan rasa sayang, sopan, dan patuh kepada Ayah dan Ibu melalui perkataan maupun perbuatan.

Menghormati tidak harus dengan hal yang sulit. Kita dapat melakukannya mulai dari kebiasaan kecil setiap hari.

Contohnya:

  • Menyapa Ayah dan Ibu ketika bertemu.
  • Berpamitan ketika akan pergi.
  • Mendengarkan ketika diberi nasihat.
  • Membantu pekerjaan sederhana di rumah.
  • Tidak berkata kasar.
  • Mengucapkan terima kasih.

B. Menghormati Orang Tua melalui Perbuatan Kecil

Anak yang menghormati orang tua dapat melakukan berbagai kebiasaan baik berikut.

🛏️ Saat Bangun Tidur

Setelah bangun tidur, kita dapat:

  • Merapikan tempat tidur sendiri.
  • Berdoa.
  • Mengucapkan salam kepada orang tua.

Dengan melakukan tugas sendiri, kita sudah membantu meringankan pekerjaan orang tua.

🍽️ Saat Makan

Ketika makan bersama keluarga, kita dapat:

  • Duduk dengan sopan.
  • Tidak memilih-milih makanan secara berlebihan.
  • Membantu mengambilkan makanan.
  • Mengucapkan terima kasih setelah makan.

🧸 Setelah Bermain

Setelah selesai bermain, kita sebaiknya:

  • Merapikan mainan.
  • Mengembalikan barang ke tempatnya.
  • Tidak meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan.

Hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan membantu orang tua.


C. Sikap Ketika Orang Tua Sedang Sibuk

Kadang Ayah dan Ibu sedang bekerja atau melakukan pekerjaan rumah.

Apa yang dapat kita lakukan?

❌ Jangan mengganggu secara berlebihan.

❌ Jangan hanya menunggu untuk dilayani.

✅ Kita dapat melakukan pekerjaan sendiri.

✅ Kita dapat menawarkan bantuan.

Contoh:

Ibu sedang mencuci piring.

Rafi berkata,
"Ibu, apakah ada yang bisa aku bantu?"

Rafi kemudian membantu mengeringkan meja makan.

Sikap Rafi menunjukkan rasa peduli dan menghormati Ibunya.


D. Ketika Keinginan Kita Tidak Dituruti

Tidak semua keinginan kita dapat langsung dipenuhi oleh orang tua.

Misalnya, kita ingin membeli mainan baru, tetapi Ayah berkata bahwa saat ini belum bisa membelinya.

Sikap yang baik adalah:

  • Tidak marah.
  • Tidak menangis berlebihan.
  • Tidak memaksa.
  • Menerima penjelasan orang tua dengan sabar.

Kita dapat berkata:

"Baik, Ayah. Tidak apa-apa. Mungkin lain kali."

Menghormati orang tua juga berarti belajar menerima keputusan mereka dengan sikap yang baik.


E. Ketika Orang Tua Memberikan Nasihat

Nasihat diberikan karena orang tua menyayangi kita.

Misalnya:

Ibu berkata:
"Jangan lupa belajar sebelum bermain."

Sikap yang baik adalah mendengarkan dan melaksanakan nasihat tersebut.

Namun, sikap berikut perlu dihindari:

🙅 Menutup telinga.

🙅 Pergi ketika dinasihati.

🙅 Membantah dengan kasar.

🙅 Mengucapkan kata-kata yang menyakitkan.


F. Kata-Kata yang Membuat Orang Tua Senang

Perkataan yang baik dapat membuat suasana rumah menjadi nyaman.

Biasakan menggunakan kata-kata berikut:

🌸 "Tolong, Ayah."

🌸 "Terima kasih, Ibu."

🌸 "Maaf, Ayah."

🌸 "Baik, Ibu."

🌸 "Boleh aku membantu?"

Kata-kata sederhana tersebut menunjukkan bahwa kita memiliki sikap sopan.


G. Tantangan Anak Hebat di Rumah

Mulai hari ini, mari melakukan 5 Kebiasaan Anak Berbakti:

⭐ Merapikan barang sendiri.

⭐ Berbicara dengan suara lembut.

⭐ Membantu orang tua tanpa diminta.

⭐ Mendengarkan nasihat dengan baik.

⭐ Mengucapkan terima kasih dan meminta maaf.

Ingat!
Menghormati orang tua bukan hanya dilakukan ketika diminta oleh guru. Sikap menghormati harus menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap hari di rumah.

Ø Soal Asesmen / Post Test


Jumat, 11 September 2026-2A-PAK

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: PAK
Hari, Tanggal: Jumat, 11 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Sikap Disiplin
Pertemuan ke: 4

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


 Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu menjelaskan arti disiplin serta menunjukkan contoh perilaku disiplin di rumah dan di sekolah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama dan menyadari pentingnya menaati aturan serta menggunakan waktu dengan baik.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan sikap disiplin dengan kegiatan sehari-hari, seperti datang tepat waktu, belajar sesuai jadwal, merapikan barang, dan menaati aturan.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal sikap disiplin melalui gambar, permainan, tanya jawab, dan kegiatan memilih perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan sikap disiplin.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian sikap disiplin.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di rumah.
  3. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di sekolah.
  4. Menjelaskan manfaat bersikap disiplin.
  5. Membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin.
  6. Membiasakan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Sikap Disiplin dalam Kehidupan Sehari-hari

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan, pengamatan gambar, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku disiplin, kartu aktivitas, video pembelajaran, dan papan tulis.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, Allah Swt. menyukai anak yang tertib dan bertanggung jawab. Salah satu cara menjadi anak yang baik adalah dengan membiasakan diri disiplin.

Coba perhatikan kegiatan kalian setiap hari. Apakah kalian bangun tepat waktu? Apakah kalian datang ke sekolah tepat waktu? Apakah kalian merapikan mainan setelah bermain?

Nah, hari ini kita akan kembali belajar tentang sikap disiplin dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mari belajar dengan tertib, semangat, dan penuh tanggung jawab. 

 


A. Apa Itu Disiplin?

Disiplin adalah sikap menaati aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

Anak yang disiplin akan melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tidak suka melanggar aturan.

Contoh:

  • Datang ke sekolah tepat waktu.
  • Mengerjakan tugas tepat waktu.
  • Mengikuti aturan sekolah.
  • Merapikan barang setelah digunakan.

B. Sikap Disiplin di Sekolah

Contoh sikap disiplin di sekolah:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Memakai seragam sesuai aturan.
  3. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
  4. Mendengarkan guru saat menjelaskan.
  5. Mengerjakan tugas tepat waktu.
  6. Membuang sampah pada tempatnya.
  7. Merapikan alat belajar setelah digunakan.
  8. Mematuhi aturan sekolah.

C. Sikap Disiplin di Rumah

Contoh sikap disiplin di rumah:

  1. Bangun tidur tepat waktu.
  2. Merapikan tempat tidur.
  3. Makan sesuai waktu.
  4. Belajar sesuai jadwal.
  5. Merapikan mainan setelah bermain.
  6. Membantu orang tua.
  7. Tidur tepat waktu.

D. Mengapa Kita Harus Disiplin?

Kita harus disiplin karena disiplin dapat:

🌱 Membuat hidup lebih tertib.
🌱 Melatih kita menjadi bertanggung jawab.
🌱 Membantu menggunakan waktu dengan baik.
🌱 Membuat kita dipercaya oleh orang lain.
🌱 Membiasakan kita melakukan kebaikan.

Sebagai anak yang sholeh dan sholehah, kita harus berusaha menjadi anak yang disiplin karena Allah Swt. menyukai kebaikan dan ketertiban.

E. Contoh Perilaku Disiplin dan Tidak Disiplin

Perilaku DisiplinPerilaku Tidak Disiplin
Datang tepat waktuDatang terlambat
Mengerjakan tugas tepat waktuMenunda tugas
Merapikan mainanMembiarkan mainan berserakan
Menaati aturanMelanggar aturan
Membuang sampah pada tempatnyaMembuang sampah sembarangan
Mendengarkan guruBermain saat guru menjelaskan

🌟 Ingat!

Disiplin = menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu.

Ø Soal Asesmen / Post Test



09/09/26

Kamis, 10 September 2026-2.A-Matematika

 IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Matematika
Hari, Tanggal: Kamis, 10 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Operasi penjumlahan sampai 100
Pertemuan ke: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama, memperhatikan bilangan yang dijumlahkan, serta menghitung secara teliti agar memperoleh hasil yang benar.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan operasi penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah pensil, buku, buah, mainan, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar penjumlahan melalui permainan kartu angka, benda konkret, kegiatan berhitung bersama, dan menyelesaikan tantangan penjumlahan dengan cara yang menyenangkan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok benda.
  2. Menjumlahkan bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Menjumlahkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Menjumlahkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Menjumlahkan bilangan dua angka dengan hasil sampai 100.
  6. Memahami penjumlahan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan penjumlahan tanpa menyimpan.
  8. Mengenal penjumlahan dengan menyimpan secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu jumlah.

Tanda penjumlahan adalah: +

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh: 3 + 2 = 5

Artinya, 3 benda digabung dengan 2 benda sehingga menjadi 5 benda.


B. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

Jadi: 3 + 2 = 5

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️ = 7

Jadi: 4 + 3 = 7


C. Penjumlahan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh: 34 + 25

Bilangan 34 terdiri dari:

  • 3 puluhan = 30
  • 4 satuan = 4

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita jumlahkan puluhan dan satuan.

30 + 20 = 50

4 + 5 = 9

Jadi:

34 + 25 = 59


D. Contoh Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh 1

23 + 14 = ...

Puluhan: 20 + 10 = 30

Satuan: 3 + 4 = 7

Jadi: 23 + 14 = 37


Contoh 2

42 + 25 = ...

Puluhan: 40 + 20 = 60

Satuan: 2 + 5 = 7

Jadi: 42 + 25 = 67


E. Penjumlahan dengan Menyimpan

Jika jumlah satuan 10 atau lebih, maka 10 satuan dapat ditukar menjadi 1 puluhan.

Contoh: 27 + 15

Jumlahkan satuannya: 7 + 5 = 12

12 satuan terdiri dari: 1 puluhan dan 2 satuan

Kemudian jumlahkan puluhannya: 2 puluhan + 1 puluhan + 1 puluhan = 4 puluhan

Jadi: 27 + 15 = 42


Contoh lainnya

38 + 24 = ...

Satuan: 8 + 4 = 12

12 satuan = 1 puluhan + 2 satuan

Puluhan: 3 + 2 + 1 = 6

Jadi: 38 + 24 = 62


F. Penjumlahan Bersusun

Penjumlahan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  24
+ 35
----
  59

Langkah:

  1. Jumlahkan satuan: 4 + 5 = 9
  2. Jumlahkan puluhan: 2 + 3 = 5
  3. Jadi, 24 + 35 = 59

Contoh dengan menyimpan

  27
+ 15
----
  42

Langkah:

  1. Satuan: 7 + 5 = 12
  2. Tulis angka 2 pada tempat satuan.
  3. Simpan 1 puluhan.
  4. Puluhan: 2 + 1 + 1 = 4
  5. Jadi, 27 + 15 = 42.

G. Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Penjumlahan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 25 pensil.
Ibu memberikan lagi 13 pensil.

Berapa jumlah pensil Dina sekarang?

25 + 13 = 38

Jadi, jumlah pensil Dina adalah 38 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 42 buku cerita.
Kemudian datang 18 buku baru.

Berapa jumlah buku sekarang?

42 + 18 = 60

Jadi, jumlah buku sekarang adalah 60 buku.


🌟 INGAT!

Penjumlahan = menggabungkan atau menambahkan.

Contoh: 20 + 5 = 25

Jika menjumlahkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan
➡️ Perhatikan satuan
➡️ Hitung dengan teliti

Jika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih, kita dapat melakukan penyimpanan ke puluhan.


Ø Soal Asesmen / Post Test:

A. Isilah titik-titik dengan jawaban yang tepat!

  1. 24 + 13 = _______
  2. 32 + 25 = _______
  3. 41 + 27 = _______
  4. 53 + 18 = _______
  5. 46 + 35 = _______