http://i48.tinypic.com/eamrur.jpg Source: https://www.linksukses.com/2013/01/menampilkan-kursor-animasi-pada-blog.html

25/10/26

Senin, 26 Oktober 2026-2.A-Seni Rupa

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Hari, Tanggal: Senin, 26 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Mengenal Pola
Pertemuan ke: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

Ø Tujuan Pembelajaran:

MMurid dapat mengapresiasi karya diri sendiri (Tekstur dan Pola)

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dan mengenali tekstur pada berbagai benda dengan teliti menggunakan penglihatan dan perabaan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan tekstur kasar dan halus dengan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar, seperti batu, kayu, daun, kapas, kain, kertas, dan benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal dan membedakan tekstur kasar dan halus melalui kegiatan mengamati, meraba, mencocokkan, dan mengelompokkan gambar atau benda.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal dan membedakan tekstur kasar dan tekstur halus dengan benar.
  2. Mengenal pola sebagai unsur rupa berupa pengulangan bentuk, garis, atau warna.
  3. Membuat karya seni rupa sederhana yang menggabungkan tekstur dan pola.
  4. Mengidentifikasi dan menyebutkan tekstur serta pola yang terdapat pada karya sendiri.
  5. Menyampaikan apresiasi terhadap karya sendiri dengan bahasa yang santun

 

📌 MATERI: MENGENAL TEKSTUR (KASAR DAN HALUS)

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Latihan, pengamatan, tanya jawab, dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar benda, dan benda-benda di sekitar yang memiliki tekstur kasar dan halus.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai kegiatan, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan dan rasakan benda yang ada di sekitar kalian. Pernahkah kalian menyentuh batu, kulit buah, meja, kapas, kain, atau kertas?

Bagaimana rasanya? Ada benda yang terasa kasar, dan ada juga yang terasa halus.

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai benda dengan bentuk dan permukaan yang berbeda-beda. Keberagaman tekstur tersebut membuat benda dan karya seni menjadi lebih menarik. 🌿✨

Hari ini kita akan belajar tentang tekstur, khususnya tekstur kasar dan halus.

Mari belajar dengan teliti, berani mencoba, dan menjaga benda yang kita gunakan. Semoga kita dapat mengenal dan membedakan tekstur dengan baik. 💖

 




1. Pengertian Tekstur

Tekstur adalah sifat atau keadaan permukaan suatu benda yang dapat dirasakan dengan indera peraba dan dapat dilihat.

Setiap benda dapat memiliki tekstur yang berbeda. Ada benda yang permukaannya kasar, dan ada benda yang permukaannya halus.

Contoh benda di sekitar kita:

  • Batu memiliki tekstur kasar.
  • Kulit pohon memiliki tekstur kasar.
  • Kapas memiliki tekstur lembut dan halus.
  • Kertas memiliki permukaan yang relatif halus.
  • Kain dapat memiliki tekstur halus atau kasar tergantung jenis kainnya.

2. Tekstur Kasar

Tekstur kasar adalah permukaan benda yang terasa tidak rata atau berbintil ketika disentuh.

Contoh benda yang memiliki tekstur kasar:

  • 🪨 Batu
  • 🌳 Kulit pohon
  • 🧱 Batu bata
  • 🪵 Kayu
  • 🥥 Kulit kelapa
  • 🏖️ Pasir

Ketika diraba, benda-benda tersebut terasa tidak licin dan permukaannya tidak rata.


3. Tekstur Halus

Tekstur halus adalah permukaan benda yang terasa lembut, rata, atau licin ketika disentuh.

Contoh benda yang memiliki tekstur halus:

  • ☁️ Kapas
  • 📄 Kertas
  • 🧵 Kain tertentu
  • 🥚 Kulit telur
  • 🪞 Kaca
  • 🧴 Permukaan botol plastik tertentu

Ketika diraba, benda-benda tersebut terasa lebih lembut, rata, atau licin.


4. Perbedaan Tekstur Kasar dan Halus

Tekstur KasarTekstur Halus
Permukaannya tidak rataPermukaannya rata atau lembut
Terasa kasar saat dirabaTerasa lembut atau licin saat diraba
Contoh: batuContoh: kertas
Contoh: kulit pohonContoh: kapas
Contoh: pasirContoh: kaca

5. Tekstur pada Karya Seni

Tekstur juga dapat ditemukan dalam karya seni rupa.

Seniman dapat menggunakan berbagai bahan untuk menghasilkan tekstur yang berbeda pada karya seni.

Contohnya:

  • Menempelkan pasir pada gambar untuk membuat tekstur kasar.
  • Menempelkan kapas untuk membuat tekstur lembut.
  • Menggunakan daun kering untuk memberikan tekstur tertentu.
  • Menggunakan kain untuk memberikan permukaan yang berbeda.

Dengan menggunakan berbagai tekstur, karya seni dapat menjadi lebih menarik dan memiliki keunikan.


6. Mengelompokkan Tekstur

Benda dapat dikelompokkan berdasarkan teksturnya.

🪨 Tekstur Kasar:
Batu, pasir, kulit pohon, batu bata, kayu.

☁️ Tekstur Halus:
Kapas, kertas, kaca, kain tertentu, kulit telur.

✨ Allah Swt. menciptakan berbagai benda dengan bentuk dan tekstur yang berbeda. Kita harus bersyukur atas keindahan dan keberagaman ciptaan Allah Swt.


Ø Asesmen/Post Test




Ø Kunci Jawaban/Uraian:


Ø Kesimpulan Materi

Senin, 26 Oktober 2026-2.A-Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal: Senin, 26 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Macam-macam Tempat Umum 
Pertemuan ke: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang macam-macam tempat umum di lingkungan sekitar.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati gambar dan membaca teks tentang tempat umum dengan teliti serta memperhatikan fungsi dan aturan di setiap tempat.

  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami kegunaan tempat umum dalam kehidupan sehari-hari (seperti perpustakaan, pasar, rumah sakit, taman, dan stasiun) serta menjaga ketertibannya.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui kegiatan mengamati gambar tempat umum, tebak nama tempat, tanya jawab, diskusi kelompok, dan sosiodrama/percakapan sederhana.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian tempat umum.

  2. Menyebutkan macam-macam tempat umum di lingkungan sekitar.

  3. Mengidentifikasi kegunaan/fungsi masing-masing tempat umum.

  4. Menceritakan pengalaman saat berada di tempat umum.

  5. Memahami aturan dan tata tertib saat berada di tempat umum.

  6. Melakukan percakapan dan tanya jawab sederhana tentang tempat umum secara santun.


📌 MATERI: Macam-macam Tempat Umum

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Mengamati gambar, membaca, tanya jawab, demonstrasi/sosiodrama, diskusi kelompok, permainan kartu gambar, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: Poster/gambar macam-macam tempat umum, kartu nama tempat umum, LKPD, dan video pembelajaran interaktif.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, pernahkah kalian pergi berobat ke rumah sakit, membaca buku di perpustakaan, bermain di taman, atau ikut Ibu ke pasar?

Tempat-tempat tersebut dinamakan tempat umum. Tempat umum adalah tempat yang disediakan untuk digunakan oleh banyak orang secara bersama-sama.

Allah Swt. melimpahkan rezeki dan fasilitas berupa lingkungan sekitar yang bermanfaat. Oleh karena itu, kita harus bersyukur, menjaga kebersihan, serta bersikap santun saat berada di tempat umum. ✨

Hari ini kita akan belajar mengenal berbagai macam tempat umum, kegunaannya, serta aturan saat berkunjung ke sana. Mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira! 🌷




A. Apa Itu Tempat Umum?

Tempat umum adalah tempat yang terbuka dan dapat digunakan oleh masyarakat luas untuk keperluan tertentu. Siapa saja boleh berkunjung ke tempat umum dengan mematuhi aturan yang berlaku.

B. Macam-Macam Tempat Umum dan Kegunaannya

  1. Perpustakaan

    • Kegunaan: Tempat untuk membaca dan meminjam buku.

    • Aturan: Harus tenang/tidak berisik, merapikan buku kembali, dan tidak membawa makanan/minuman.

  2. Pasar / Supermarket

    • Kegunaan: Tempat untuk membeli dan menjual kebutuhan sehari-hari (seperti buah, sayur, dan pakaian).

    • Aturan: Mengantre saat membayar dan menjaga kebersihan.

  3. Rumah Sakit / Puskesmas

    • Kegunaan: Tempat untuk berobat dan memeriksakan kesehatan saat sakit.

    • Aturan: Menjaga ketenangan agar pasien tidak terganggu dan membuang sampah pada tempatnya.

  4. Taman Bermain

    • Kegunaan: Tempat untuk bersantai, berolahraga, dan bermain bersama teman/keluarga.

    • Aturan: Menjaga kebersihan, tidak merusak tanaman, dan bergantian menggunakan alat permainan.

  5. Stasiun / Terminal / Bandara

    • Kegunaan: Tempat untuk naik dan turun kendaraan umum (kereta api, bus, atau pesawat).

    • Aturan: Mengantre saat membeli tiket dan tidak berpisah dari orang tua.

C. Sikap Santun di Tempat Umum

Saat berada di tempat umum, kita harus selalu bersikap santun dan tertib:

  • Mengucapkan salam dan kata santun (seperti "tolong", "terima kasih", dan "maaf").

  • Menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.

  • Mengantre dengan sabar saat menunggu giliran.

  • Mematuhi aturan yang berlaku di tempat tersebut.

D. Contoh Percakapan Santun di Tempat Umum

Di Perpustakaan:

Ahmad: "Permisi, Bu Guru. Di mana saya bisa menemukan buku cerita tentang hewan?"

Bu Guru: "Buku cerita hewan ada di rak sebelah kanan, Ahmad."

Ahmad: "Terima kasih banyak, Bu Guru."

Bu Guru: "Sama-sama, Ahmad. Jangan lupa dibaca dengan tenang, ya."

E. Kosakata Baru

  • Tempat Umum: Tempat yang digunakan untuk kepentingan banyak orang.

  • Pengunjung: Orang yang datang berkunjung ke suatu tempat.

  • Antre: Menunggu giliran dengan berdiri berderet secara tertib.

  • Petugas: Orang yang bekerja melayani di tempat umum (misal: pustakawan, kasir, dokter).

📝 SOAL ASESMEN / POST TEST

A. Pilihan Ganda (Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar!)

  1. Tempat yang digunakan oleh banyak orang secara bersama-sama disebut...

    a. Tempat pribadi

    b. Tempat umum

    c. Rumah sendiri

  2. Tempat yang dikunjungi orang untuk meminjam dan membaca buku adalah...

    a. Pasar

    b. Rumah sakit

    c. Perpustakaan

  3. Sikap yang baik saat berkunjung ke taman bermain adalah...

    a. Membuang sampah sembarangan

    b. Merusak tanaman di taman

    c. Antre dan bergantian saat menggunakan perosotan

  4. Jika ingin membeli buah dan sayuran segar, kita dapat pergi ke...

    a. Pasar

    b. Stasiun

    c. Perpustakaan

  5. Saat berada di rumah sakit, kita tidak boleh berisik karena...

    a. Dapat mengganggu pasien yang sedang istirahat

    b. Nanti dihukum pedagang

    c. Agar permainan tidak rusak

B. Isian Singkat

  1. Sebutkan 3 contoh tempat umum yang ada di sekitar lingkunganmu! ➔ (...)

  2. Tempat untuk naik dan turun kereta api dinamakan... ➔ (...)

  3. Jika ditolong oleh petugas perpustakaan, kita harus mengucapkan... ➔ (...)

  4. Mengapa kita tidak boleh berisik di perpustakaan? ➔ (...)

  5. Tuliskan 1 aturan yang harus dipatuhi saat berada di taman bermain! ➔ (...)

Ø Jawaban atau Uraian


Ø Kesimpulan Materi


22/10/26

Jumat, 23 Oktober 2026-2.A-PAK

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: PAK
Hari, Tanggal: Jumat, 23 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Mengenal Sikap Tanggung Jawab
Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran

Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu menjelaskan arti tanggung jawab serta menunjukkan contoh perilaku tanggung jawab di lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyadari bahwa setiap tugas dan kewajiban harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk tanggung jawab.
  • Meaningful (Bermakna): Murid menghubungkan materi sikap tanggung jawab dengan kebiasaan sehari-hari, seperti mengerjakan tugas, menjaga barang, melaksanakan piket, merapikan tempat belajar, dan membantu orang lain.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid mengikuti kegiatan pembelajaran dan sumatif dengan suasana tenang dan menyenangkan melalui soal bergambar atau soal sederhana yang dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian sikap tanggung jawab.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap tanggung jawab di lingkungan sekolah.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku tidak bertanggung jawab.
  4. Menjelaskan manfaat bersikap tanggung jawab.
  5. Membedakan perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab.
  6. Membiasakan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

📌 MATERI: Sikap Tanggung Jawab

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Latihan dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A. Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan keberkahan dalam kegiatan kita. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah.

Anak-anak, siapa yang tadi sudah merapikan tempat tidur? Siapa yang sudah menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri? Ketika mendapat tugas dari guru, apa yang harus kita lakukan?

Nah, melaksanakan tugas dengan baik, menjaga barang, melaksanakan piket, dan membantu orang tua sesuai kemampuan merupakan contoh sikap tanggung jawab.

Hari ini kita akan belajar dan mengerjakan Sumatif Harian 2 tentang sikap tanggung jawab. Bacalah setiap soal dengan teliti, kerjakan dengan jujur, tenang, dan percaya diri. 🌷


A. Apa Itu Tanggung Jawab?

Tanggung jawab adalah sikap melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik serta bersedia menjaga dan menyelesaikan apa yang menjadi tugas kita.

Anak yang bertanggung jawab akan berusaha menyelesaikan tugasnya dan tidak menyalahkan orang lain.

Contoh sikap tanggung jawab:

  • mengerjakan tugas sekolah;
  • menjaga barang milik sendiri;
  • merapikan tempat belajar;
  • melaksanakan piket;
  • menjaga kebersihan;
  • mengembalikan barang ke tempatnya;
  • membantu orang tua sesuai kemampuan.

B. Sikap Tanggung Jawab di Lingkungan Sekolah

Contoh sikap tanggung jawab di sekolah:

  1. Mengerjakan tugas yang diberikan guru.
  2. Membawa perlengkapan belajar sendiri.
  3. Menjaga buku dan alat tulis.
  4. Melaksanakan piket sesuai jadwal.
  5. Menjaga kebersihan kelas.
  6. Merapikan meja dan kursi setelah digunakan.
  7. Mengembalikan buku ke tempatnya.
  8. Menjaga fasilitas sekolah.
  9. Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik.
  10. Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.

C. Sikap Tanggung Jawab di Lingkungan Keluarga

Contoh sikap tanggung jawab di rumah:

  1. Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  2. Menyimpan mainan setelah digunakan.
  3. Menjaga barang milik sendiri.
  4. Membantu orang tua sesuai kemampuan.
  5. Menjaga kebersihan rumah.
  6. Merapikan perlengkapan sekolah.
  7. Mengerjakan pekerjaan rumah yang menjadi tugasnya.
  8. Merawat hewan atau tanaman jika diberi tugas.
  9. Menyelesaikan tugas sekolah di rumah.
  10. Mematuhi aturan yang telah disepakati keluarga.

D. Perilaku Tidak Bertanggung Jawab

Perilaku tidak bertanggung jawab adalah tidak melaksanakan tugas atau kewajiban yang menjadi tanggungannya dengan baik.

Contohnya:

  1. Tidak mengerjakan tugas sekolah.
  2. Menyuruh teman mengerjakan tugasnya.
  3. Tidak melaksanakan piket.
  4. Merusak barang lalu tidak mau mengaku.
  5. Membiarkan mainan berserakan.
  6. Tidak menjaga barang milik sendiri.
  7. Membuang sampah sembarangan.
  8. Menyalahkan orang lain atas kesalahan sendiri.
  9. Tidak menyelesaikan tugas kelompok.
  10. Tidak mau memperbaiki kesalahan.

E. Manfaat Bersikap Tanggung Jawab

Kita harus membiasakan sikap tanggung jawab karena dapat:

🌱 melatih kita menjadi anak yang mandiri;
🌱 membuat kita dapat dipercaya oleh guru dan teman;
🌱 membuat pekerjaan selesai dengan baik;
🌱 melatih kita menjaga amanah;
🌱 menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman;
🌱 membiasakan kita berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.


Ø Soal Asesmen/Latihan

A. Pilihan Ganda

1. Rani mendapat tugas dari guru. Rani mengerjakan tugas tersebut sampai selesai. Sikap Rani adalah ....
A. malas
B. tanggung jawab
C. tidak peduli

2. Setelah bermain, sebaiknya kita ....
A. meninggalkan mainan
B. menyuruh orang lain merapikannya
C. merapikan mainan

3. Andi mendapat jadwal piket. Sikap yang bertanggung jawab adalah ....
A. melaksanakan piket
B. pulang lebih dahulu
C. bersembunyi dari teman

4. Jika tidak sengaja merusakkan barang milik teman, sebaiknya kita ....
A. menyalahkan teman
B. mengaku dan meminta maaf
C. meninggalkannya

5. Contoh tanggung jawab di rumah adalah ....
A. membiarkan kamar berantakan
B. merapikan tempat tidur
C. membuang mainan sembarangan

B. Isian

1. Melaksanakan tugas dengan baik merupakan sikap ....

2. Setelah menggunakan mainan, kita harus .... kembali.

3. Siswa yang mendapat jadwal piket harus melaksanakan ....

4. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani .... kesalahan.

5. Menjaga barang milik sendiri merupakan contoh sikap ....




Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan Refleksi

21/10/26

Kamis, 22 Oktober 2026-2.A-Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Kata Kerja Aktif dan Kata Kerja pasif
Pertemuan ke: 5

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat membaca kalimat dengan teliti dan memperhatikan kata kerja yang menunjukkan siapa yang melakukan atau dikenai suatu kegiatan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami kata kerja aktif dan pasif melalui kegiatan sehari-hari, seperti membaca, menyapu, mencuci, memasak, dan bermain.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui kegiatan mengamati gambar, bermain tebak kata kerja, tanya jawab, mengubah kalimat, diskusi, dan latihan sederhana.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal kata kerja melalui kegiatan sehari-hari.
  2. Mengenal pengertian kata kerja aktif dan pasif.
  3. Mengidentifikasi kata kerja aktif dalam kalimat sederhana.
  4. Mengidentifikasi kata kerja pasif dalam kalimat sederhana.
  5. Membedakan kalimat aktif dan kalimat pasif.
  6. Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif sederhana.
  7. Mengubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif sederhana.
  8. Membuat kalimat sederhana menggunakan kata kerja aktif dan pasif.


📌 MATERI: kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari kata, penugasan, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu kata, video pembelajaran


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, coba perhatikan kegiatan yang kalian lakukan setiap hari. Misalnya, Ibu memasak, Ayah mencuci mobil, atau Kakak membaca buku.

Menurut kalian, apa yang dilakukan Ibu, Ayah, dan Kakak?

Benar, mereka melakukan suatu kegiatan. Kata yang menunjukkan kegiatan disebut kata kerja.

Allah Swt. menciptakan manusia dengan kemampuan untuk melakukan berbagai kegiatan dan menggunakan anggota tubuh dengan baik. Oleh karena itu, kita harus menggunakan kemampuan kita untuk melakukan kebaikan. ✨

Hari ini kita akan belajar kata kerja aktif dan kata kerja pasif. Kita akan belajar membedakan kalimat yang menunjukkan seseorang melakukan kegiatan dan kalimat yang menunjukkan seseorang atau sesuatu dikenai kegiatan. Mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. 🌷




A. Mengenal Kata Kerja

Kata kerja adalah kata yang menunjukkan suatu kegiatan atau tindakan.

Contoh:

  • membaca
  • menulis
  • menyapu
  • mencuci
  • memasak
  • bermain
  • menggambar
  • membawa
  • membuka
  • menutup

Contoh dalam kalimat:

  • Siti membaca buku.
  • Ibu memasak nasi.
  • Budi menulis surat.
  • Ayah mencuci mobil.

Kata membaca, memasak, menulis, dan mencuci merupakan kata kerja karena menunjukkan kegiatan.


B. Kata Kerja Aktif

Kata kerja aktif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek melakukan suatu kegiatan atau tindakan.

Biasanya kata kerja aktif menggunakan awalan me-, mem-, men-, meng-, atau meny-.

Contoh:

  1. Rani membaca buku.
  2. Ibu memasak nasi.
  3. Ayah mencuci mobil.
  4. Budi menulis surat.
  5. Siti menyapu lantai.

Pada kalimat:

Rani membaca buku.

  • Rani = orang yang melakukan kegiatan.
  • membaca = kata kerja aktif.
  • buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.

C. Kata Kerja Pasif

Kata kerja pasif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek dikenai atau menerima suatu tindakan.

Kata kerja pasif sering menggunakan awalan di-.

Contoh:

  1. Buku dibaca oleh Rani.
  2. Nasi dimasak oleh Ibu.
  3. Mobil dicuci oleh Ayah.
  4. Surat ditulis oleh Budi.
  5. Lantai disapu oleh Siti.

Pada kalimat:

Buku dibaca oleh Rani.

  • Buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.
  • dibaca = kata kerja pasif.
  • Rani = orang yang melakukan kegiatan.











Cara mudah mengingat:

🟢 Aktif = melakukan
🔵 Pasif = dikenai kegiatan















F. Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif

Kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif.

Contoh 1

Aktif: Ibu memasak nasi.
⬇️
Pasif: Nasi dimasak oleh Ibu.

Contoh 2

Aktif: Ayah mencuci mobil.
⬇️
Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah.

Contoh 3

Aktif: Siti membaca buku.
⬇️
Pasif: Buku dibaca oleh Siti.

Contoh 4

Aktif: Budi menulis surat.
⬇️
Pasif: Surat ditulis oleh Budi.


G. Mengubah Kalimat Pasif Menjadi Aktif

Kalimat pasif juga dapat diubah menjadi kalimat aktif.

Contoh 1

Pasif: Bola ditendang oleh Raka.
⬇️
Aktif: Raka menendang bola.

Contoh 2

Pasif: Buku dibaca oleh Siti.
⬇️
Aktif: Siti membaca buku.

Contoh 3

Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah.
⬇️
Aktif: Ayah mencuci mobil.


H. Kosakata Baru

Kata kerja: kata yang menunjukkan kegiatan atau tindakan.

Aktif: melakukan suatu kegiatan.

Pasif: dikenai atau menerima suatu kegiatan.

Pelaku: orang yang melakukan suatu kegiatan.

Tindakan: kegiatan yang dilakukan.

Awalan: bagian yang ditambahkan pada awal kata, seperti me- dan di-.


Ø Soal Asesmen / Post Test:



Ø Jawaban atau Uraian


Ø Kesimpulan Materi