Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd.
Mata Pelajaran: Pancasila
Hari, Tanggal: Kamis, 08 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: STS TIK & Menulis
Pertemuan ke:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai kegiatan Sumatif Tengah Semester, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd.
Mata Pelajaran: Pancasila
Hari, Tanggal: Rabu, 07 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Mematuhi aturan di lingkungan keluarga.
Pertemuan ke: 2
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Ø Capaian Pembelajaran:
Murid mampu mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.
Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid dapat menjelaskan aturan di lingkungan keluarga
Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak dan mengamati permasalahan sederhana yang terjadi dalam kehidupan keluarga dengan tertib.
Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan permasalahan yang terjadi di rumah dengan nilai-nilai Pancasila dan pengalaman sehari-hari.
Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita sederhana, diskusi, permainan mencocokkan masalah dengan sila Pancasila, dan praktik mencari solusi.
Ø Alur Tujuan Pembelajaran
Mengenal pengertian aturan.
Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga.
Membedakan perilaku mematuhi dan melanggar aturan.
Menjelaskan manfaat mematuhi aturan.
Menunjukkan sikap mematuhi aturan dalam kehidupan sehari-hari.
📌 MATERI:Mematuhi Aturan di Lingkungan Keluarga
Ø Model/Metode Pembelajaran
Model: Discovery Learning Metode:Tanya jawab, pengamatan, diskusi, penugasan, dan refleksi.
Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar kegiatan di lingkungan keluarga, video pembelajaran.
Ø Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖
Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan. 🤲
Anak-anak, siapa yang setiap pagi merapikan tempat tidur? Siapa yang meminta izin kepada Ayah atau Bunda sebelum bermain?
Mengapa kita harus melakukan hal tersebut?
Di rumah terdapat aturan yang harus kita patuhi agar keluarga hidup tertib, nyaman, dan rukun.
Hari ini kita akan belajar tentang mematuhi aturan di lingkungan keluarga, mengetahui contoh aturannya, manfaat mematuhinya, serta akibat jika kita tidak mematuhi aturan.
Materi
A. Apa Itu Aturan?
Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan nyaman.
Aturan dapat ditemukan di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
Di dalam keluarga, aturan dibuat agar semua anggota keluarga dapat hidup rukun, tertib, saling menghormati, dan bertanggung jawab.
B. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga
Contoh aturan yang dapat dilakukan di rumah:
Bangun dan tidur tepat waktu.
Merapikan tempat tidur setelah bangun.
Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
Berbicara dengan sopan kepada orang tua.
Meminta izin sebelum bermain atau pergi.
Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
Menjaga kebersihan rumah.
Merapikan mainan setelah digunakan.
Tidak bertengkar dengan saudara.
Mendengarkan nasihat Ayah dan Bunda.
Makan dengan tertib.
Menggunakan barang milik keluarga dengan baik.
C. Sikap Mematuhi Aturan
Mematuhi aturan berarti melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati atau diberikan oleh orang tua.
Contoh:
Aturan: Merapikan mainan setelah bermain. Sikap: Setelah bermain, kita mengembalikan mainan ke tempatnya.
Aturan: Meminta izin sebelum bermain di luar. Sikap: Kita meminta izin kepada Ayah atau Bunda sebelum pergi bermain.
Aturan: Membantu orang tua. Sikap: Kita membantu merapikan meja makan atau menyapu sesuai kemampuan.
D. Manfaat Mematuhi Aturan
Jika semua anggota keluarga mematuhi aturan, kehidupan di rumah menjadi:
🌷 Tertib 🌷 Aman 🌷 Nyaman 🌷 Bersih 🌷 Rukun 🌷 Saling menyayangi
Mematuhi aturan juga merupakan bentuk tanggung jawab dan menghormati anggota keluarga.
E. Akibat Tidak Mematuhi Aturan
Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi:
Rumah menjadi tidak tertib.
Pekerjaan menjadi terbengkalai.
Orang lain merasa terganggu.
Terjadi pertengkaran.
Lingkungan menjadi kotor.
Kita dapat mendapat teguran dari orang tua.
Oleh karena itu, kita harus berusaha mematuhi aturan dengan penuh tanggung jawab.
🇮🇩 F. Aturan Keluarga dan Nilai-Nilai Pancasila
Mematuhi aturan di rumah merupakan salah satu bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila.
⭐ Sila ke-1 – Ketuhanan Yang Maha Esa Contoh: berdoa sebelum makan dan menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.
⛓️ Sila ke-2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Contoh: berbicara sopan dan menyayangi anggota keluarga.
🌳 Sila ke-3 – Persatuan Indonesia Contoh: hidup rukun dan bekerja sama membersihkan rumah.
🐂 Sila ke-4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Contoh: berdiskusi dan mendengarkan pendapat anggota keluarga.
🌾 Sila ke-5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Contoh: berbagi dan melaksanakan tugas rumah dengan adil.
🌸 G. Contoh Perilaku di Rumah
Perhatikan contoh berikut!
1. Rani selesai bermain. Ia segera merapikan mainannya.
➡️ Rani mematuhi aturan.
2. Budi ingin bermain di luar rumah. Ia meminta izin kepada Bunda.
➡️ Budi mematuhi aturan.
3. Siti diminta membantu merapikan meja makan, tetapi ia tidak mau.
➡️ Siti belum mematuhi aturan.
4. Ali dan kakaknya bekerja sama membersihkan kamar.
➡️ Ali dan kakaknya mematuhi aturan dan bekerja sama.
🌟 Ingat!
Aturan → Dipatuhi → Rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.
Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi juga diamalkan melalui perilaku sehari-hari di keluarga.
Ø Soal Latihan/Asesmen:
A. Kegiatan Analisis
Perhatikan cerita berikut!
Setelah bermain, Fikri meninggalkan mainannya berserakan di ruang keluarga. Bunda sudah mengingatkan Fikri untuk merapikan mainannya, tetapi Fikri tidak melakukannya.
Pertanyaan:
Aturan apa yang seharusnya dilakukan Fikri?
Apakah Fikri sudah mematuhi aturan?
Apa akibat dari sikap Fikri?
Apa yang sebaiknya dilakukan Fikri?
B. Pilihan Ganda
1. Setiap keluarga memiliki aturan agar kehidupan di rumah menjadi ....
A. kacau B. tertib C. ramai D. bebas
2. Sebelum pergi bermain, sebaiknya kita ....
A. langsung pergi B. meminta izin kepada orang tua C. bersembunyi D. berlari keluar rumah
3. Setelah selesai bermain, kita harus ....
A. meninggalkan mainan B. membuang mainan C. merapikan mainan D. menyembunyikan mainan
4. Contoh mematuhi aturan di rumah adalah ....
A. membantah orang tua B. berbicara kasar C. membantu orang tua D. bertengkar dengan saudara
5. Jika ingin meminjam barang milik kakak, sebaiknya kita ....
A. mengambil diam-diam B. meminta izin C. menyembunyikannya D. merusaknya
Ø Kunci Jawaban / Uraian
A. Kegiatan Analisis
Cerita Fikri: Setelah bermain, Fikri meninggalkan mainannya berserakan di ruang keluarga. Bunda sudah mengingatkan Fikri untuk merapikan mainannya, tetapi Fikri tidak melakukannya.
Aturan yang seharusnya dilakukan Fikri: Fikri harus merapikan mainannya setelah selesai bermain.
Apakah Fikri sudah mematuhi aturan? Belum. Fikri tidak mematuhi aturan untuk merapikan mainan setelah bermain.
Akibat dari sikap Fikri: Mainan menjadi berserakan dan ruang keluarga menjadi tidak rapi serta dapat mengganggu anggota keluarga.
Yang sebaiknya dilakukan Fikri: Fikri sebaiknya segera merapikan dan mengembalikan mainannya ke tempat semula.
Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd.
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal: Rabu, 07 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Kata Kerja Aktif dan Kata Kerja pasif
Pertemuan ke: 4
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Ø Capaian Pembelajaran:
Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.
Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.
Mindful (Berkesadaran): Murid dapat membaca kalimat dengan teliti dan memperhatikan kata kerja yang menunjukkan siapa yang melakukan atau dikenai suatu kegiatan.
Meaningful (Bermakna): Murid dapat memahami kata kerja aktif dan pasif melalui kegiatan sehari-hari, seperti membaca, menyapu, mencuci, memasak, dan bermain.
Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui kegiatan mengamati gambar, bermain tebak kata kerja, tanya jawab, mengubah kalimat, diskusi, dan latihan sederhana.
Ø Alur Tujuan Pembelajaran
Mengenal kata kerja melalui kegiatan sehari-hari.
Mengenal pengertian kata kerja aktif dan pasif.
Mengidentifikasi kata kerja aktif dalam kalimat sederhana.
Mengidentifikasi kata kerja pasif dalam kalimat sederhana.
Membedakan kalimat aktif dan kalimat pasif.
Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif sederhana.
Mengubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif sederhana.
Membuat kalimat sederhana menggunakan kata kerja aktif dan pasif.
📌 MATERI: kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif
Ø Model/Metode Pembelajaran
Model: Discovery Learning Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari kata, penugasan, dan latihan terbimbing.
Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga
LKPD, kartu kata, video pembelajaran
Ø Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Anak-anak, coba perhatikan kegiatan yang kalian lakukan setiap hari. Misalnya, Ibu memasak, Ayah mencuci mobil, atau Kakak membaca buku.
Menurut kalian, apa yang dilakukan Ibu, Ayah, dan Kakak?
Benar, mereka melakukan suatu kegiatan. Kata yang menunjukkan kegiatan disebut kata kerja.
Allah Swt. menciptakan manusia dengan kemampuan untuk melakukan berbagai kegiatan dan menggunakan anggota tubuh dengan baik. Oleh karena itu, kita harus menggunakan kemampuan kita untuk melakukan kebaikan. ✨
Hari ini kita akan belajar kata kerja aktif dan kata kerja pasif. Kita akan belajar membedakan kalimat yang menunjukkan seseorang melakukan kegiatan dan kalimat yang menunjukkan seseorang atau sesuatu dikenai kegiatan. Mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. 🌷
A. Mengenal Kata Kerja
Kata kerja adalah kata yang menunjukkan suatu kegiatan atau tindakan.
Contoh:
membaca
menulis
menyapu
mencuci
memasak
bermain
menggambar
membawa
membuka
menutup
Contoh dalam kalimat:
Siti membaca buku.
Ibu memasak nasi.
Budi menulis surat.
Ayah mencuci mobil.
Kata membaca, memasak, menulis, dan mencuci merupakan kata kerja karena menunjukkan kegiatan.
B. Kata Kerja Aktif
Kata kerja aktif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek melakukan suatu kegiatan atau tindakan.
Biasanya kata kerja aktif menggunakan awalan me-, mem-, men-, meng-, atau meny-.
Contoh:
Rani membaca buku.
Ibu memasak nasi.
Ayah mencuci mobil.
Budi menulis surat.
Siti menyapu lantai.
Pada kalimat:
Rani membaca buku.
Rani = orang yang melakukan kegiatan.
membaca = kata kerja aktif.
buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.
C. Kata Kerja Pasif
Kata kerja pasif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek dikenai atau menerima suatu tindakan.
Kata kerja pasif sering menggunakan awalan di-.
Contoh:
Buku dibaca oleh Rani.
Nasi dimasak oleh Ibu.
Mobil dicuci oleh Ayah.
Surat ditulis oleh Budi.
Lantai disapu oleh Siti.
Pada kalimat:
Buku dibaca oleh Rani.
Buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.
dibaca = kata kerja pasif.
Rani = orang yang melakukan kegiatan.
Cara mudah mengingat:
🟢 Aktif = melakukan 🔵 Pasif = dikenai kegiatan
F. Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif
Kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif.
Contoh 1
Aktif: Ibu memasak nasi. ⬇️ Pasif: Nasi dimasak oleh Ibu.
Contoh 2
Aktif: Ayah mencuci mobil. ⬇️ Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah.
Contoh 3
Aktif: Siti membaca buku. ⬇️ Pasif: Buku dibaca oleh Siti.
Contoh 4
Aktif: Budi menulis surat. ⬇️ Pasif: Surat ditulis oleh Budi.
G. Mengubah Kalimat Pasif Menjadi Aktif
Kalimat pasif juga dapat diubah menjadi kalimat aktif.
Contoh 1
Pasif: Bola ditendang oleh Raka. ⬇️ Aktif: Raka menendang bola.
Contoh 2
Pasif: Buku dibaca oleh Siti. ⬇️ Aktif: Siti membaca buku.
Contoh 3
Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah. ⬇️ Aktif: Ayah mencuci mobil.
H. Kosakata Baru
Kata kerja: kata yang menunjukkan kegiatan atau tindakan.
Aktif: melakukan suatu kegiatan.
Pasif: dikenai atau menerima suatu kegiatan.
Pelaku: orang yang melakukan suatu kegiatan.
Tindakan: kegiatan yang dilakukan.
Awalan: bagian yang ditambahkan pada awal kata, seperti me- dan di-.
Ø Soal Asesmen / Post Test:
A. Susunlah kata-kata berikut menjadi kalimat aktif yang benar!
membaca – Siti – buku Jawab: __________________________________
Ibu – nasi – memasak Jawab: __________________________________
bola – Raka – menendang Jawab: __________________________________
tanaman – Dika – menyiram Jawab: __________________________________
Ayah – mobil – mencuci Jawab: __________________________________
B. Susunlah kata-kata berikut menjadi kalimat pasif yang benar!
dibaca – buku – oleh Siti Jawab: __________________________________
oleh Ibu – dimasak – nasi Jawab: __________________________________
ditendang – bola – oleh Raka Jawab: __________________________________
disiram – tanaman – oleh Dika Jawab: __________________________________
mobil – oleh Ayah – dicuci Jawab: __________________________________
C. Susunlah kalimat aktif dan pasif berdasarkan pasangan kata berikut!