http://i48.tinypic.com/eamrur.jpg Source: https://www.linksukses.com/2013/01/menampilkan-kursor-animasi-pada-blog.html

26/08/26

Kamis, 27 Agustus 2026-2.A-Matematika dan Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Matematika dan Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal: Kamis, 27 Agustus 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Matematika (Membandingkan Bilangan), Bahasa Indonesia (Kata tanya dan kalimat tanya)
Matematika pertemuan ke: 7
Bahasa Indonesia pertemuan ke: 4


Ø  Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid dapat membaca dan menulis bilangan sampai 100, menentukan nilai tempat, serta membandingkan bilangan menggunakan tanda > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).
  • Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan memahami nilai suatu bilangan dengan memperhatikan jumlah puluhan dan satuan. Murid menyadari bahwa setiap bilangan memiliki nilai yang dapat dibandingkan untuk menentukan bilangan yang lebih besar, lebih kecil, atau sama.
  • Meaningful (Bermakna) : Murid dapat menjelaskan dan mengaitkan kegiatan membandingkan bilangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah pensil, buku, mainan, atau jumlah benda yang dimiliki. Dengan demikian, murid memahami bahwa membandingkan bilangan membantu mengetahui jumlah benda yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama.
  • Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat menunjukkan pemahamannya tentang membandingkan bilangan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan kartu bilangan, membandingkan jumlah benda, permainan memilih tanda >, <, atau =, kuis, serta tantangan membandingkan bilangan secara berkelompok.
Ø  Alur tujuan Pembelajaran: 
   Murid dapat membandingkan dua bilangan sampai 100 menggunakan tanda > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, tanya jawab, diskusi.
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Kartu Bilangan
Pancasila (Pancasila)


                                        

  
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah SWT. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

1. Apa Itu Membandingkan Bilangan?

Membandingkan bilangan adalah melihat dua bilangan untuk mengetahui bilangan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama.

Dalam membandingkan bilangan, kita menggunakan tiga tanda:

  • > artinya lebih besar dari
  • < artinya lebih kecil dari
  • = artinya sama dengan

2. Cara Membandingkan Bilangan

Untuk membandingkan bilangan sampai 100, kita dapat melihat nilai tempat puluhan terlebih dahulu.

Contoh:

45 dan 32

  • 45 memiliki 4 puluhan
  • 32 memiliki 3 puluhan

Karena 4 puluhan lebih banyak daripada 3 puluhan, maka:

45 > 32

Dibaca: 45 lebih besar dari 32.


3. Jika Puluhannya Sama

Jika nilai puluhan sama, kita membandingkan angka satuannya.

Contoh:

47 dan 43

  • Sama-sama memiliki 4 puluhan
  • Satuannya adalah 7 dan 3
  • 7 lebih besar daripada 3

Jadi:

47 > 43

Dibaca: 47 lebih besar dari 43.


4. Membandingkan dengan Tanda <

Contoh:

25 dan 38

  • 25 memiliki 2 puluhan
  • 38 memiliki 3 puluhan
  • 2 puluhan lebih sedikit daripada 3 puluhan

Jadi:

25 < 38

Dibaca: 25 lebih kecil dari 38.


5. Membandingkan Bilangan yang Sama

Jika kedua bilangan memiliki nilai yang sama, gunakan tanda =.

Contoh:

56 = 56

Dibaca: 56 sama dengan 56.

6. Cara Mudah Mengingat Tanda

Kita dapat membayangkan tanda > dan < seperti mulut buaya yang selalu terbuka ke arah bilangan yang lebih besar.

Contoh:

72 > 51

Mulut terbuka ke arah 72 karena 72 lebih besar.

34 < 61

Mulut terbuka ke arah 61 karena 61 lebih besar.

7. Langkah-Langkah Membandingkan Bilangan

  1. Lihat kedua bilangan.
  2. Bandingkan angka puluhannya.
  3. Jika puluhannya sama, bandingkan angka satuannya.
  4. Tentukan bilangan yang lebih besar, lebih kecil, atau sama.
  5. Gunakan tanda >, <, atau =.

8. Latihan

Isilah dengan tanda >, <, atau =!

  1. 25 ___ 32
  2. 48 ___ 41
  3. 67 ___ 76
  4. 55 ___ 55
  5. 89 ___ 79
  6. 34 ___ 43
  7. 62 ___ 62
  8. 91 ___ 87
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi: Kata tanya dan kalimat tanya
Pertemuan ke: 4

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.

Ø Tujuan Pembelajaran: Murid dapat menyebutkan dan menggunakan kata tanya sederhana dalam percakapan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar menyimak dan memperhatikan percakapan yang dibacakan. Murid menyadari bahwa kata tanya seperti apa, siapa, kapan, di mana, mengapa,dan bagaimana digunakan untuk memperoleh informasi.
  • Meaningful (Bermakna) : Murid dapat menjelaskan dan mengaitkan penggunaan kata tanya dengan kehidupan sehari-hari, seperti bertanya tentang kegiatan keluarga, teman, sekolah, dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, murid memahami bahwa kata tanya membantu memperoleh informasi dengan tepat dan jelas.
  • Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat mengekspresikan pemahamannya tentang kata tanya secara kreatif dan menyenangkan melalui permainan tebak kata tanya, kuis, bermain peran percakapan sederhana, serta kegiatan mencocokkan kata tanya dengan jawaban yang sesuai.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  1.       Mengidentifikasi kata tanya apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.
  2.       Menjelaskan fungsi kata tanya dengan tepat.
  3.       Memahami informasi dari percakapan sederhana.
  4.       Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang didengar.
  5.       Membuat kalimat tanya sederhana dengan penggunaan kata tanya dan tanda tanya (?) yang tepat.

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Tanya jawab, menyimak, diskusi, latihan, dan penugasan.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, Gambar/Kartu kata tanya: Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana.


Kata Tanya dan Kalimat Tanya


Kata tanya adalah kata yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Beberapa kata tanya yang sering digunakan, yaitu:

·         Apa → menanyakan benda, hal, atau kegiatan.

·         Siapa → menanyakan orang.

·         Di mana → menanyakan tempat.

·         Kapan → menanyakan waktu.

·         Mengapa → menanyakan alasan.

·         Bagaimana → menanyakan cara atau keadaan.

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk memperole h informasi dan biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?).

 

Contoh:

1.       Siapa nama temanmu?

2.       Apa makanan kesukaanmu?

3.       Di mana kamu tinggal?

4.       Kapan kamu pergi ke sekolah?

5.       Mengapa kita harus menjaga kebersihan?

6.       Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?

 

Ø  Soal/Post test:

Simak percakapan berikut!

Alya: “Rani, kamu pergi ke mana pagi ini?”
Rani: “Aku pergi ke sekolah.”
Alya: “Siapa yang mengantarmu?”
Rani: “Ayah yang mengantarku.”

Jawablah pertanyaan berikut!

1.       Ke mana Rani pergi pagi ini?

2.       Siapa yang mengantar Rani ke sekolah?

3.       Kata tanya “ke mana” digunakan untuk menanyakan ....

4.       Kata tanya “siapa” digunakan untuk menanyakan ....

5.       Buatlah satu kalimat tanya menggunakan kata “kapan”!

 LKPD:


25/08/26

Rabu, 26 Agustus 2026-2.A- B. Indonesia & Pancasila

Hari, Tanggal: Rabu, 26 Agustus 2026

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd.
Fase/Kelas: A/II.A
Mata Pelajaran: B. Indonesia & Pancasila 
Materi: Kata tanya dan kalimat tanya (B. Indonesia), Simbol Sila Pancasila (Pancasila)


                                        

📌 Apersepsi

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah belajar Matematika
mengenal simbol lebih besar (>), lebih kecil (<), dan sama dengan (=), Pancasila tentang Simbol Pancasila, Seni Rupa mengenal unsur rupa tekstur. Nah, pada hari ini kita akan melaksanakan sumatif harian 1 Pancasila, Seni Rupa dan Matematika mengenal simbol lebih besar (>), lebih kecil (<), dan sama dengan (=).
Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, ikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib, dan kerjakan setiap tugas dengan teliti. Jangan lupa untuk selalu percaya diri dan berani mencoba.
Tetap semangat belajar, ananda sholeh dan sholehah 2A! 🌟 Semoga pembelajaran hari ini menyenangkan dan memberikan ilmu yang bermanfaat. 💕

📌 Materi Pendidikan Pancasila

      Capaian Pembelajaran (CP):

      Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam          

      lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; 

      menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

      Tujuan Pembelajaran (TP)

      Memahami simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan 

      simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila

      Kriteria Pembelajaran 

  1. Mengenal lambang negara Garuda Pancasila. 
  2. Menyebutkan simbol-simbol pada sila-sila Pancasila. 
  3. Memasangkan simbol dengan sila Pancasila yang sesuai. 
  4. Menyebutkan bunyi sila-sila Pancasila. 
  5. Menjelaskan makna sederhana dari simbol setiap sila Pancasila. 
  6. Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Materi Pokok: Simbol dan Sila Pancasila

Model/Metode pembelajaran

Discovery Learning, Demonstrasi, tanya jawab, diskusi, dan latihan terbimbing.

Media Pembelajaran/Alat Peraga: 

Video pembelajaran, LKPD, gambar Burung Garuda Pancasila, benda (buku)

Apersepsi:


Alhamdulillah, anak-anak sholih dan sholihah, sekarang kita masuk ke pelajaran kedua yaitu Pendidikan Pancasila. Pada hari ini kita akan melaksanakan sumatif harian 1 yaitu tentang materi bendera negara dan lagu kebangsaan. uru menunjukkan gambar beberapa bendera dari berbagai negara. Peserta didik diminta mengamati dan menyebutkan bendera yang mereka kenal.

 

Guru menyampaikan kebesaran allah swt: (keimanan dan ketakwaan terhadap tuhan yme)

"allah swt menciptakan manusia dalam berbagai suku dan bangsa agar saling mengenal. Sebagaimana firman allah swt dalam al-qur'an surah al-hujurat ayat 13, kita diajarkan untuk saling mengenal dan menghargai. Sebagai warga negara indonesia, kita bersyukur kepada allah swt dengan mencintai dan menghormati simbol negara, salah satunya bendera merah putih." Yuk, kita belajar membandingkan bilangan dengan teliti dan penuh semangat!


Materi Pembelajaran:


     Perhatikan gambar berikut!
Gambar apakah yang bu guru pegang ? Iya benar sekali gambar Garuda Pancasila. 
Garuda Pancasila adalah lambang negara Indonesia.

Sekarang perhatikan video berikut ini!
A. Mengenal Simbol dan Sila-Sila Pancasila
Apa itu Pancasila?
Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Pancasila menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila memiliki lima sila. Setiap sila memiliki simbol yang terdapat pada perisai Garuda Pancasila

Garuda Pancasila
Garuda Pancasila adalah lambang negara Indonesia.
Di bagian dada Garuda terdapat perisai yang berisi lima simbol Pancasila.
Kelima simbol tersebut mempunyai arti yang berbeda.


⭐ B. Simbol dan Bunyi Sila-Sila Pancasila

Lambang

Bunyi Sila

Bintang

Ketuhanan Yang Maha Esa

⛓️ Rantai

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

🌳 Pohon Beringin

Persatuan Indonesia

🐂 Kepala Banteng

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

🌾 Padi dan Kapas

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

⭐ C. Mengenal Setiap Simbol

1. ⭐ Bintang — Sila ke-1

Ketuhanan Yang Maha Esa

Bintang melambangkan ketuhanan.

Contoh sikap:

  • Rajin beribadah.
  • Berdoa sebelum belajar.
  • Menghormati teman yang berbeda agama.

2. 🔗 Rantai — Sila ke-2

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Rantai melambangkan hubungan antarmanusia yang saling membutuhkan.

Contoh sikap:

  • Menolong teman.
  • Bersikap sopan.
  • Tidak mengejek teman.
  • Menyayangi sesama.

3. 🌳 Pohon Beringin — Sila ke-3

Persatuan Indonesia

Pohon beringin melambangkan tempat berteduh dan persatuan.

Contoh sikap:

  • Bermain bersama tanpa membeda-bedakan teman.
  • Menjaga kerukunan.
  • Mencintai Indonesia.
  • Bekerja sama.

4. 🐃 Kepala Banteng — Sila ke-4

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Kepala banteng melambangkan musyawarah dan kebersamaan.

Contoh sikap:

  • Berdiskusi bersama.
  • Mendengarkan pendapat teman.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Mengambil keputusan bersama.

5. 🌾 Padi dan Kapas — Sila ke-5

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Padi dan kapas melambangkan kebutuhan hidup dan kesejahteraan.

Contoh sikap:

  • Berbagi dengan teman.
  • Bersikap adil.
  • Tidak pilih-pilih teman.
  • Menghargai hak orang lain. 

C. Sikap yang Mencerminkan Pancasila
Sebagai pelajar, kita dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan cara:
  • 🙏 Berdoa sebelum belajar.
  • 🤝 Menolong teman.
  • 😊 Bermain rukun tanpa membeda-bedakan teman.
  • 🗣️ Bermusyawarah saat menentukan keputusan.
  • ⚖️ Bersikap adil kepada semua teman.
  • ❤️ Menghormati guru, orang tua, dan teman.

📌 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia:

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.

Ø  Kriteria Pembelajaran: 

  1.       Mengidentifikasi kata tanya apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.
  2.       Menjelaskan fungsi kata tanya dengan tepat.
  3.       Memahami informasi dari percakapan sederhana.
  4.       Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang didengar.
  5.       Membuat kalimat tanya sederhana dengan penggunaan kata tanya dan tanda tanya (?) yang tepat.

Ø  Materi Pokok: Kata tanya dan kalimat tanya

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Tanya jawab, menyimak, diskusi, latihan, dan penugasan.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, Gambar/Kartu kata tanya: Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana

Ø  Apersepsi:

Mengajukan pertanyaan sederhana kepada murid tentang kegiatan sehari-hari, seperti “Siapa yang mengantarmu ke sekolah?”, “Kapan kamu belajar?”, dan “Di mana kamu bermain?”. Kemudian anak-anak diajak untuk memperhatikan kata yang digunakan untuk memperoleh informasi dari pertanyaan tersebut.

 

Ø  Materi Pembelajaran:

Kata Tanya dan Kalimat Tanya


Kata tanya adalah kata yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Beberapa kata tanya yang sering digunakan, yaitu:

·         Apa → menanyakan benda, hal, atau kegiatan.

·         Siapa → menanyakan orang.

·         Di mana → menanyakan tempat.

·         Kapan → menanyakan waktu.

·         Mengapa → menanyakan alasan.

·         Bagaimana → menanyakan cara atau keadaan.

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk memperole h informasi dan biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?).

 

Contoh:

1.       Siapa nama temanmu?

2.       Apa makanan kesukaanmu?

3.       Di mana kamu tinggal?

4.       Kapan kamu pergi ke sekolah?

5.       Mengapa kita harus menjaga kebersihan?

6.       Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?

 

Ø  Soal/Post test:

Simak percakapan berikut!

Alya: “Rani, kamu pergi ke mana pagi ini?”
Rani: “Aku pergi ke sekolah.”
Alya: “Siapa yang mengantarmu?”
Rani: “Ayah yang mengantarku.”

Jawablah pertanyaan berikut!

1.       Ke mana Rani pergi pagi ini?

2.       Siapa yang mengantar Rani ke sekolah?

3.       Kata tanya “ke mana” digunakan untuk menanyakan ....

4.       Kata tanya “siapa” digunakan untuk menanyakan ....

5.       Buatlah satu kalimat tanya menggunakan kata “kapan”!

 LKPD:


Refleksi:

1. Bahasa Indonesia
Pembelajaran Bahasa Indonesia hari ini berlangsung dengan baik. Dari 20 peserta didik yang hadir, sebagian besar sudah mampu memahami materi yang disampaikan dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan cukup baik. Namun, terdapat 3 peserta didik yang masih membutuhkan bimbingan dalam memahami materi kata tanya, terutama dalam menentukan penggunaan kata tanya yang sesuai dengan suatu pertanyaan. Guru memberikan pendampingan dan contoh-contoh sederhana agar peserta didik lebih mudah memahami materi. Secara keseluruhan, pembelajaran berjalan lancar dan sebagian besar peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran.

2. Pancasila
Pembelajaran Pancasila berlangsung dengan baik dan peserta didik cukup antusias mengikuti pembelajaran. Dari 20 peserta didik yang hadir, sebagian besar sudah mampu memahami materi yang diberikan. Namun, terdapat 3 peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam memahami makna sila Pancasila, sehingga membutuhkan bimbingan dan latihan tambahan. Secara keseluruhan, peserta didik menunjukkan perkembangan yang baik dalam memahami materi.

KESIMPULAN

Pembelajaran hari ini diikuti oleh 20 peserta didik dan secara keseluruhan berlangsung dengan baik. Pada Bahasa Indonesia, sebagian besar peserta didik telah memahami materi, meskipun 3 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam memahami kata tanya. Secara keseluruhan, pembelajaran berjalan lancar dan peserta didik menunjukkan perkembangan yang baik, dengan tindak lanjut berupa bimbingan dan latihan tambahan bagi peserta didik yang masih mengalami kesulitan.