http://i48.tinypic.com/eamrur.jpg Source: https://www.linksukses.com/2013/01/menampilkan-kursor-animasi-pada-blog.html

13/09/26

Senin, 14 September 2026-2.A-Seni Rupa

 IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Hari, Tanggal: Senin, 14 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Warna Panas, Warna Dingin dan Warna Netral
Pertemuan ke: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Warna panas, warna dingin dan warna netral)

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat secara sadar mengamati dan mengenali perbedaan warna panas, warna dingin, dan warna netral pada benda serta karya seni di sekitarnya.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat mengaitkan warna panas, warna dingin, dan warna netral dengan kehidupan sehari-hari serta keindahan ciptaan Allah Swt., seperti warna matahari, api, daun, langit, awan, dan berbagai benda di lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar mengenal dan mengelompokkan warna panas, dingin, dan netral melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan mencari warna, mencocokkan warna, mengelompokkan gambar, dan mewarnai.


Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengamati berbagai warna pada benda dan gambar di sekitar.
  2. Mengenal pengertian warna panas, warna dingin, dan warna netral.
  3. Menyebutkan contoh warna panas.
  4. Menyebutkan contoh warna dingin.
  5. Menyebutkan contoh warna netral.
  6. Mengelompokkan warna ke dalam kelompok warna panas, dingin, dan netral.
  7. Mengidentifikasi penggunaan warna panas, dingin, dan netral pada benda atau karya seni.
  8. Membuat karya sederhana menggunakan warna panas, dingin, dan netral.

 

📌 MATERI: Warna Panas, warna dingin dan warna netral

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, demonstrasi, mengamati gambar, mengelompokkan warna, dan latihan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, video pembelajaran, kartu warna, gambar, alat mewarnai, dan benda-benda di lingkungan sekitar.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Ada warna merah, kuning, biru, hijau, putih, hitam, dan masih banyak warna lainnya. Tahukah kalian bahwa warna-warna tersebut dapat memberikan kesan yang berbeda?

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat melihat warna merah pada bunga, kuning pada buah, biru pada langit, hijau pada daun, serta berbagai warna lainnya. 🌈

Hari ini kita akan belajar mengenal warna panas, warna dingin, dan warna netral.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah dan beragam. Kita dapat mengamati warna pada bunga, buah, daun, langit, air, dan benda di sekitar kita.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah pemilik seluruh alam. Kita belajar menjaga lingkungan dan menghargai keindahan warna yang ada di sekitar kita.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah memberikan berbagai rezeki kepada manusia, termasuk tumbuhan dan buah-buahan yang memiliki warna beragam. Kita dapat mensyukuri nikmat tersebut dengan menjaga lingkungan dan berkarya dengan kreatif.

✨ Anak-anak hebat, mari kita belajar mengenal warna dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!

Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah Swt., mampu membedakan warna, serta menghargai keindahan ciptaan-Nya. 💖🌈

 


1. Apa Itu Warna?

Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang dapat membuat benda dan karya seni terlihat lebih indah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat berbagai macam warna pada bunga, buah, daun, langit, pakaian, mainan, dan benda lainnya.

2. Warna Panas

Warna panas adalah warna yang memberikan kesan hangat, cerah, semangat, dan berani.

Contoh warna panas:

  • 🔴 Merah
  • 🟠 Jingga/Oranye
  • 🟡 Kuning

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • 🔴 Merah seperti warna cabai dan bunga mawar.
  • 🟠 Jingga seperti warna jeruk.
  • 🟡 Kuning seperti warna matahari dan pisang.

3. Warna Dingin

Warna dingin adalah warna yang memberikan kesan sejuk, tenang, dan nyaman.

Contoh warna dingin:

  • 🔵 Biru
  • 🟢 Hijau
  • 🟣 Ungu

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • 🔵 Biru seperti warna langit dan air.
  • 🟢 Hijau seperti warna daun dan rumput.
  • 🟣 Ungu seperti warna bunga tertentu.

4. Warna Netral

Warna netral adalah warna yang memberikan kesan sederhana, tenang, dan tidak terlalu mencolok.

Contoh warna netral:

  • ⚫ Hitam
  • ⚪ Putih
  • 🩶 Abu-abu
  • 🤎 Cokelat

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

  • ⚪ Putih seperti warna kertas.
  • ⚫ Hitam seperti warna beberapa benda di sekitar.
  • 🩶 Abu-abu seperti warna batu.
  • 🤎 Cokelat seperti warna tanah dan kayu.

5. Mengelompokkan Warna

Kelompok WarnaContoh Warna
🔥 Warna PanasMerah, jingga, kuning
❄️ Warna DinginBiru, hijau, ungu
⚪ Warna NetralHitam, putih, abu-abu, cokelat

6. Contoh Penggunaan dalam Karya Seni

Warna panas dapat digunakan untuk memberikan kesan ceria dan bersemangat.

Warna dingin dapat digunakan untuk memberikan kesan tenang dan sejuk.

Warna netral dapat digunakan untuk memberikan kesan sederhana dan seimbang.

✨ Keanekaragaman warna merupakan salah satu bentuk keindahan ciptaan Allah Swt. yang dapat kita lihat di lingkungan sekitar.

Ø Asesmen/Post Test

  1. Sebutkan tiga contoh warna panas!
  2. Sebutkan tiga contoh warna dingin!
  3. Sebutkan dua contoh warna netral!
  4. Merah termasuk warna panas, dingin, atau netral?
  5. Biru termasuk warna panas, dingin, atau netral?
  6. Hitam termasuk warna panas, dingin, atau netral?
  7. Kelompokkan warna berikut: merah, biru, kuning, hijau, hitam, dan putih sesuai kelompoknya!

Senin, 14 September 2026-2.A.Bahasa Indonesia

 IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal: Senin, 14 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik
Pertemuan ke: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati grafik dengan teliti dan menyadari bahwa grafik dapat membantu menyajikan informasi dengan lebih mudah.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan informasi dalam grafik dengan kehidupan sehari-hari, seperti jumlah benda, makanan kesukaan, kegiatan, atau data sederhana lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar membaca grafik melalui kegiatan mengamati gambar, tanya jawab, permainan mencari informasi, diskusi, dan latihan sederhana.

 

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal grafik sebagai salah satu bentuk penyajian informasi.
  2. Mengamati judul dan isi grafik sederhana.
  3. Membaca informasi yang terdapat dalam grafik.
  4. Menemukan informasi penting berdasarkan grafik.
  5. Membandingkan jumlah data pada grafik.
  6. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dalam grafik.
  7. Menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari grafik secara sederhana.

📌 MATERI: Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari informasi, penugasan, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, grafik sederhana video pembelajaran


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda yang ada di sekitar kalian. Misalnya, ada buku, pensil, penghapus, dan krayon.

Kalau Ibu ingin mengetahui benda apa yang jumlahnya paling banyak, bagaimana cara kita mengetahuinya?

Nah, kalau jumlahnya banyak, kita bisa mencatatnya dalam bentuk data. Data tersebut dapat disajikan dalam bentuk grafik agar lebih mudah dilihat dan dipahami.

Coba bayangkan, jika ada banyak data seperti jumlah siswa yang suka membaca, menggambar, bermain bola, dan bernyanyi. Apakah kita bisa mengetahui mana yang paling banyak hanya dengan melihat daftar angka?

Ternyata ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan grafik. 📊

Hari ini kita akan belajar cara mendapatkan informasi dari grafik. Kita akan belajar membaca judul grafik, melihat jumlah data, membandingkan data, serta menemukan informasi yang paling banyak dan paling sedikit.

Anak-anak, mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. Karena dengan membaca informasi dengan teliti, kita dapat memahami sesuatu dengan benar. ✨

 



A. Mengenal Grafik

Grafik adalah gambar yang digunakan untuk menyajikan informasi atau data agar lebih mudah dibaca dan dipahami.

Dengan melihat grafik, kita dapat mengetahui jumlah, perbandingan, dan informasi penting dengan lebih mudah.

Contohnya, grafik dapat menunjukkan:

  • makanan kesukaan siswa;
  • warna kesukaan siswa;
  • jumlah buku yang dibaca;
  • jumlah siswa yang mengikuti suatu kegiatan;
  • jumlah buah yang dimiliki.

B. Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik

Untuk mendapatkan informasi dari grafik, kita dapat melakukan beberapa langkah berikut.

  1. Membaca judul grafik.
  2. Judul membantu kita mengetahui informasi yang disajikan.
  3. Mengamati gambar, simbol, atau batang pada grafik.
  4. Perhatikan setiap data dengan teliti.
  5. Menghitung atau membaca jumlah data.
  6. Kita dapat mengetahui banyaknya suatu benda atau pilihan.
  7. Membandingkan data.
  8. Kita dapat mengetahui data yang paling banyak dan paling sedikit.
  9. Menjawab pertanyaan berdasarkan grafik.
  10. Jawaban harus sesuai dengan informasi yang terdapat pada grafik.

    Contoh Grafik Sederhana:



    C. Informasi Penting dalam Grafik

    Dari sebuah grafik, kita dapat menemukan informasi seperti:

    1. Data yang paling banyak.
    2. Data yang paling sedikit.
    3. Jumlah setiap data.
    4. Perbandingan antara dua data.
    5. Selisih jumlah dua data.
    6. Kesimpulan sederhana berdasarkan grafik.

    D. Kosakata Baru



    E. Cara Membaca Grafik

    Saat membaca grafik, lakukan dengan teliti.

    Ingat langkahnya:

    Baca judul → Amati data → Baca jumlah → Bandingkan → Temukan informasi → Buat kesimpulan.


    Ø Soal Asesmen / Post Test:

    Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan grafik!

    Perhatikan grafik berikut!












    1. Apa judul grafik tersebut?
    2. Berapa siswa yang menyukai kegiatan membaca?
    3. Kegiatan apa yang paling banyak disukai siswa?
    4. Kegiatan apa yang paling sedikit disukai siswa?
    5. Berapa selisih siswa yang menyukai menggambar dan bermain bola?
    6. Apakah siswa yang menyukai membaca lebih banyak daripada siswa yang menyukai bernyanyi?
    7. Berapa jumlah siswa yang menyukai membaca dan bermain bola?
    8. Kegiatan menggambar disukai oleh berapa siswa?
    9. Sebutkan dua informasi yang kamu peroleh dari grafik tersebut!
    10. Buatlah satu kesimpulan berdasarkan grafik tersebut!



    10/09/26

    Jum'at, 11 September 2026-2.A-Adab

     IDENTITAS

    Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
    Mata Pelajaran: Adab
    Hari, Tanggal: Jum'at, 11 September 2026
    Fase/Kelas: A/II
    Mater: Menghormati Orang Tua di Rumah
    Pertemuan ke: 3

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


    Ø Capaian Pembelajaran:

    Murid mampu membiasakan sikap menghormati, menyayangi, dan menaati orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Ø Tujuan Pembelajaran:
    Murid mampu m
    enghormati orang tua di rumah.

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak cerita atau percakapan tentang sikap kepada orang tua dengan saksama serta menyadari pentingnya bersikap sopan dan menghormati orang tua.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan materi menghormati orang tua dengan pengalaman dan kegiatan sehari-hari di rumah.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui permainan, gambar, percakapan sederhana, tanya jawab, dan kegiatan memilih sikap yang baik kepada orang tua.

     

    Ø Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Menyimak cerita atau percakapan tentang menghormati orang tua.
    2. Mengenal pentingnya menghormati orang tua.
    3. Menyebutkan contoh adab kepada orang tua di rumah.
    4. Membedakan sikap yang baik dan tidak baik kepada orang tua.
    5. Mempraktikkan cara berbicara dan bersikap sopan kepada orang tua.
    6. Membiasakan membantu, menaati, dan menyayangi orang tua.

     

    📌 MATERI: Menghormati orang tua di rumah. 

    Ø Model/Metode Pembelajaran

    Model: Discovery Learning
    Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, bercerita, bermain peran, mengamati gambar, dan latihan.


    Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

    LKPD, gambar kegiatan menghormati orang tua, kartu gambar sikap baik dan tidak baik, teks cerita, video pembelajaran.

     

    Ø Apersepsi

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

    Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

    Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak hebat, coba ingat kembali. Siapa yang selalu merawat dan menyayangi kalian di rumah?

    “Ayah dan Ibu.” ❤️

    Ayah dan Ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita. Karena itu, kita harus menyayangi dan menghormati mereka. Hari ini kita akan belajar tentang “Menghormati Orang Tua di Rumah.”

    Coba pikirkan:

    ⭐ Apakah kamu selalu berbicara dengan sopan kepada Ayah dan Ibu?

    ⭐ Apakah kamu membantu Ayah dan Ibu di rumah?

    ⭐ Apakah kamu mendengarkan nasihat orang tua?

    ⭐ Apakah kamu mengucapkan terima kasih setelah dibantu?

    Mari kita belajar menjadi anak yang sopan, penyayang, suka membantu, dan menghormati orang tua. ❤️

     

    Orang tua adalah orang yang sangat berjasa dalam merawat, menyayangi, mendidik, dan memenuhi kebutuhan kita. Oleh karena itu, kita harus menghormati dan menyayangi orang tua. Menghormati orang tua merupakan salah satu akhlak yang baik.

    A. Apa Arti Menghormati Orang Tua?

    Menghormati orang tua berarti menunjukkan rasa sayang, sopan, dan patuh kepada Ayah dan Ibu melalui perkataan maupun perbuatan.

    Menghormati tidak harus dengan hal yang sulit. Kita dapat melakukannya mulai dari kebiasaan kecil setiap hari.

    Contohnya:

    • Menyapa Ayah dan Ibu ketika bertemu.
    • Berpamitan ketika akan pergi.
    • Mendengarkan ketika diberi nasihat.
    • Membantu pekerjaan sederhana di rumah.
    • Tidak berkata kasar.
    • Mengucapkan terima kasih.

    B. Menghormati Orang Tua melalui Perbuatan Kecil

    Anak yang menghormati orang tua dapat melakukan berbagai kebiasaan baik berikut.

    🛏️ Saat Bangun Tidur

    Setelah bangun tidur, kita dapat:

    • Merapikan tempat tidur sendiri.
    • Berdoa.
    • Mengucapkan salam kepada orang tua.

    Dengan melakukan tugas sendiri, kita sudah membantu meringankan pekerjaan orang tua.

    🍽️ Saat Makan

    Ketika makan bersama keluarga, kita dapat:

    • Duduk dengan sopan.
    • Tidak memilih-milih makanan secara berlebihan.
    • Membantu mengambilkan makanan.
    • Mengucapkan terima kasih setelah makan.

    🧸 Setelah Bermain

    Setelah selesai bermain, kita sebaiknya:

    • Merapikan mainan.
    • Mengembalikan barang ke tempatnya.
    • Tidak meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan.

    Hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan membantu orang tua.


    C. Sikap Ketika Orang Tua Sedang Sibuk

    Kadang Ayah dan Ibu sedang bekerja atau melakukan pekerjaan rumah.

    Apa yang dapat kita lakukan?

    ❌ Jangan mengganggu secara berlebihan.

    ❌ Jangan hanya menunggu untuk dilayani.

    ✅ Kita dapat melakukan pekerjaan sendiri.

    ✅ Kita dapat menawarkan bantuan.

    Contoh:

    Ibu sedang mencuci piring.

    Rafi berkata,
    "Ibu, apakah ada yang bisa aku bantu?"

    Rafi kemudian membantu mengeringkan meja makan.

    Sikap Rafi menunjukkan rasa peduli dan menghormati Ibunya.


    D. Ketika Keinginan Kita Tidak Dituruti

    Tidak semua keinginan kita dapat langsung dipenuhi oleh orang tua.

    Misalnya, kita ingin membeli mainan baru, tetapi Ayah berkata bahwa saat ini belum bisa membelinya.

    Sikap yang baik adalah:

    • Tidak marah.
    • Tidak menangis berlebihan.
    • Tidak memaksa.
    • Menerima penjelasan orang tua dengan sabar.

    Kita dapat berkata:

    "Baik, Ayah. Tidak apa-apa. Mungkin lain kali."

    Menghormati orang tua juga berarti belajar menerima keputusan mereka dengan sikap yang baik.


    E. Ketika Orang Tua Memberikan Nasihat

    Nasihat diberikan karena orang tua menyayangi kita.

    Misalnya:

    Ibu berkata:
    "Jangan lupa belajar sebelum bermain."

    Sikap yang baik adalah mendengarkan dan melaksanakan nasihat tersebut.

    Namun, sikap berikut perlu dihindari:

    🙅 Menutup telinga.

    🙅 Pergi ketika dinasihati.

    🙅 Membantah dengan kasar.

    🙅 Mengucapkan kata-kata yang menyakitkan.


    F. Kata-Kata yang Membuat Orang Tua Senang

    Perkataan yang baik dapat membuat suasana rumah menjadi nyaman.

    Biasakan menggunakan kata-kata berikut:

    🌸 "Tolong, Ayah."

    🌸 "Terima kasih, Ibu."

    🌸 "Maaf, Ayah."

    🌸 "Baik, Ibu."

    🌸 "Boleh aku membantu?"

    Kata-kata sederhana tersebut menunjukkan bahwa kita memiliki sikap sopan.


    G. Tantangan Anak Hebat di Rumah

    Mulai hari ini, mari melakukan 5 Kebiasaan Anak Berbakti:

    ⭐ Merapikan barang sendiri.

    ⭐ Berbicara dengan suara lembut.

    ⭐ Membantu orang tua tanpa diminta.

    ⭐ Mendengarkan nasihat dengan baik.

    ⭐ Mengucapkan terima kasih dan meminta maaf.

    Ingat!
    Menghormati orang tua bukan hanya dilakukan ketika diminta oleh guru. Sikap menghormati harus menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap hari di rumah.

    Ø Soal Asesmen / Post Test


    Jumat, 11 September 2026-2A-PAK

    IDENTITAS

    Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
    Mata Pelajaran: PAK
    Hari, Tanggal: Jumat, 11 September 2026
    Fase/Kelas: A/II
    Materi: Sikap Disiplin
    Pertemuan ke: 4

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


     Ø Capaian Pembelajaran:

    Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

     

    Ø Tujuan Pembelajaran:

    Murid mampu menjelaskan arti disiplin serta menunjukkan contoh perilaku disiplin di rumah dan di sekolah.

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama dan menyadari pentingnya menaati aturan serta menggunakan waktu dengan baik.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan sikap disiplin dengan kegiatan sehari-hari, seperti datang tepat waktu, belajar sesuai jadwal, merapikan barang, dan menaati aturan.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal sikap disiplin melalui gambar, permainan, tanya jawab, dan kegiatan memilih perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan sikap disiplin.

    Ø Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Mengenal pengertian sikap disiplin.
    2. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di rumah.
    3. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di sekolah.
    4. Menjelaskan manfaat bersikap disiplin.
    5. Membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin.
    6. Membiasakan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

     

    📌 MATERI: Sikap Disiplin dalam Kehidupan Sehari-hari

    Ø Model/Metode Pembelajaran

    Model: Discovery Learning
    Metode:
    Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan, pengamatan gambar, dan latihan.


    Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

    LKPD, gambar perilaku disiplin, kartu aktivitas, video pembelajaran, dan papan tulis.

     

    Ø Apersepsi

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

    Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

    Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak hebat, Allah Swt. menyukai anak yang tertib dan bertanggung jawab. Salah satu cara menjadi anak yang baik adalah dengan membiasakan diri disiplin.

    Coba perhatikan kegiatan kalian setiap hari. Apakah kalian bangun tepat waktu? Apakah kalian datang ke sekolah tepat waktu? Apakah kalian merapikan mainan setelah bermain?

    Nah, hari ini kita akan kembali belajar tentang sikap disiplin dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mari belajar dengan tertib, semangat, dan penuh tanggung jawab. 

     


    A. Apa Itu Disiplin?

    Disiplin adalah sikap menaati aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

    Anak yang disiplin akan melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tidak suka melanggar aturan.

    Contoh:

    • Datang ke sekolah tepat waktu.
    • Mengerjakan tugas tepat waktu.
    • Mengikuti aturan sekolah.
    • Merapikan barang setelah digunakan.

    B. Sikap Disiplin di Sekolah

    Contoh sikap disiplin di sekolah:

    1. Datang ke sekolah tepat waktu.
    2. Memakai seragam sesuai aturan.
    3. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
    4. Mendengarkan guru saat menjelaskan.
    5. Mengerjakan tugas tepat waktu.
    6. Membuang sampah pada tempatnya.
    7. Merapikan alat belajar setelah digunakan.
    8. Mematuhi aturan sekolah.

    C. Sikap Disiplin di Rumah

    Contoh sikap disiplin di rumah:

    1. Bangun tidur tepat waktu.
    2. Merapikan tempat tidur.
    3. Makan sesuai waktu.
    4. Belajar sesuai jadwal.
    5. Merapikan mainan setelah bermain.
    6. Membantu orang tua.
    7. Tidur tepat waktu.

    D. Mengapa Kita Harus Disiplin?

    Kita harus disiplin karena disiplin dapat:

    🌱 Membuat hidup lebih tertib.
    🌱 Melatih kita menjadi bertanggung jawab.
    🌱 Membantu menggunakan waktu dengan baik.
    🌱 Membuat kita dipercaya oleh orang lain.
    🌱 Membiasakan kita melakukan kebaikan.

    Sebagai anak yang sholeh dan sholehah, kita harus berusaha menjadi anak yang disiplin karena Allah Swt. menyukai kebaikan dan ketertiban.

    E. Contoh Perilaku Disiplin dan Tidak Disiplin

    Perilaku DisiplinPerilaku Tidak Disiplin
    Datang tepat waktuDatang terlambat
    Mengerjakan tugas tepat waktuMenunda tugas
    Merapikan mainanMembiarkan mainan berserakan
    Menaati aturanMelanggar aturan
    Membuang sampah pada tempatnyaMembuang sampah sembarangan
    Mendengarkan guruBermain saat guru menjelaskan

    🌟 Ingat!

    Disiplin = menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu.

    Ø Soal Asesmen / Post Test