http://i48.tinypic.com/eamrur.jpg Source: https://www.linksukses.com/2013/01/menampilkan-kursor-animasi-pada-blog.html

31/08/26

Selasa, 01 September 2026-2.A-Matematika

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Matematika
Hari, Tanggal: Selasa, 01 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100
Pertemuan ke: 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

 Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu
Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama serta memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan pada suatu bilangan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep komposisi dan dekomposisi bilangan dengan benda-benda yang ada di sekitar, seperti stik es krim, kelereng, pensil, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, serta kegiatan memasangkan bilangan dengan bentuk puluhan dan satuannya.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi nilai tempat puluhan dan satuan.
  2. Mengenal konsep komposisi bilangan.
  3. Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
  4. Mengenal konsep dekomposisi bilangan.
  5. Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan.
  6. Menyelesaikan latihan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Komposisi dan dekomposisi bilangan 50 – 100.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun beberapa bagian menjadi satu bilangan.

Bilangan dapat disusun berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

30 + 5 = 35

  • 30 = 3 puluhan
  • 5 = 5 satuan

Jadi:

3 puluhan + 5 satuan = 35

Contoh lainnya:

  • 20 + 7 = 27
  • 40 + 3 = 43
  • 50 + 8 = 58
  • 70 + 6 = 76
  • 90 + 4 = 94

B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi beberapa bagian.

Bilangan diuraikan berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

35 = 30 + 5

  • 3 puluhan = 30
  • 5 satuan = 5

Jadi:

35 = 30 + 5

Contoh lainnya:

  • 27 = 20 + 7
  • 43 = 40 + 3
  • 58 = 50 + 8
  • 76 = 70 + 6
  • 94 = 90 + 4

C. Hubungan Komposisi dan Dekomposisi

Komposisi dan dekomposisi adalah kebalikan.

Komposisi: menyusun
➡️ 40 + 6 = 46

Dekomposisi: menguraikan
➡️ 46 = 40 + 6

Jadi, kita dapat menyusun dan mengurai bilangan menggunakan puluhan dan satuan.


D. Contoh Bilangan sampai 100

Bilangan

Puluhan

Satuan

Dekomposisi

12

10

2

10 + 2

25

20

5

20 + 5

34

30

4

30 + 4

47

40

7

40 + 7

53

50

3

50 + 3

68

60

8

60 + 8

75

70

5

70 + 5

82

80

2

80 + 2

96

90

6

90 + 6

100

100

0

100 + 0

 

🌟 Ingat!

Komposisi = menyusun
➡️ 60 + 7 = 67

Dekomposisi = mengurai
➡️ 67 = 60 + 7

Puluhan berada di depan, satuan berada di belakang.

 

Ø Soal Asesmen / Post Test


1. 40 + 6 = _____
2. 70 + 8 = _____
3. 50 + 3 = ______
4. 90 + 9 = ______
5. Bilangan 64 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.
6. Bilangan 37 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.
7. Bilangan yang terdiri dari 8 puluhan dan 5 satuan adalah ______.
8. Bilangan yang terdiri dari 2 puluhan dan 9 satuan adalah ______.
9. 76 = ______ + ______
10. 48 = ______ + ______

Soal Cerita

1. Siti memiliki 4 kantong berisi puluhan dan 3 buah kelereng satuan. Jika setiap kantong puluhan bernilai 10, bilangan yang terbentuk adalah ______.

2. Di kelas terdapat 65 buku. Bilangan 65 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.

3. Ayah membeli 7 ikat pensil. Setiap ikat berisi 10 pensil dan ada tambahan 4 pensil. Jumlah pensil seluruhnya adalah ______.

4. Bilangan 82 dapat diuraikan menjadi ______ + ______.

5. Rani memiliki angka yang terdiri dari 9 puluhan dan 6 satuan. Bilangan Rani adalah ______.



Ø Kunci Jawaban/uraian:

1. 46

2. 78

3. 53

4. 99

5. 6 puluhan dan 4 satuan

6. 3 puluhan dan 7 satuan

7. 85

8. 29

9. 70 + 6

10. 40 + 8

Soal Cerita

1. 43

2. 6 puluhan dan 5 satuan

3. 74

4. 80 + 2

5. 96

Ø Kesimpulan dan refleksi:

Pada pembelajaran hari ini, peserta didik telah mempelajari komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100. Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun puluhan dan satuan menjadi sebuah bilangan, sedangkan dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi puluhan dan satuan. Peserta didik diharapkan mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan serta menyusun dan mengurai bilangan dengan benar. Melalui kegiatan menggunakan benda konkret, kartu angka, dan latihan soal, peserta didik belajar bahwa matematika dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, peserta didik melakukan refleksi dengan mengingat kembali materi yang telah dipelajari, mengungkapkan bagian yang sudah dipahami maupun yang masih sulit, serta menyampaikan pengalaman belajar yang paling menyenangkan. Guru memberikan penguatan dan bimbingan kepada peserta didik agar semakin memahami konsep komposisi dan dekomposisi bilangan serta menumbuhkan sikap teliti, percaya diri, dan semangat dalam belajar matematika.



Selasa, 01 September 2026-2.A-Pancasila

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Pancasila
Hari, Tanggal: Selasa, 01 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Makna Simbol Sila Pancasila
Pertemuan ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Ø  Tujuan Pembelajaran: Memahami simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila. 

    - Mindful (Berkesadaran) : Peserta didik dapat secara sadar mengenali, mengamati, dan merefleksikan simbol-simbol Pancasila pada lambang negara Garuda Pancasila serta memahami hubungan setiap simbol dengan sila-sila Pancasila. Peserta didik menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

    - Meaningful (Bermakna) : Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan makna setiap simbol Pancasila dengan sila-sila Pancasila serta menghubungkannya dengan contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari, seperti beribadah, menghargai teman, bekerja sama, bermusyawarah, dan bersikap adil. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

    - Joyful (Menyenangkan) : Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai simbol dan sila-sila Pancasila melalui berbagai aktivitas seperti permainan mencocokkan simbol dengan sila, bernyanyi lagu tentang Pancasila, kuis interaktif bertema simbol-simbol Pancasila.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: Menjelaskan makna sederhana dari simbol setiap sila Pancasila. 

📌 MATERI PENDIDIKAN PANCASILA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, gambar garuda pancasila


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Lima sila Pancasila memiliki simbol pada perisai Garuda Pancasila. Nilai-nilai Pancasila dapat kita hubungkan dengan mengenal Allah melalui Asmaul Husna Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh alam. Hal ini dapat kita hubungkan dengan sila ke-1, Bintang – Ketuhanan Yang Maha Esa. Kita menunjukkan rasa syukur dengan beribadah, menjaga ciptaan Allah, dan menghargai sesama.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, yang memiliki dan mengatur seluruh alam. Hal ini dapat kita hubungkan dengan nilai persatuan dan hidup tertib dalam Pancasila. Kita dapat menerapkannya dengan menaati aturan, hidup rukun, menghargai teman, dan menjaga lingkungan.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Hal ini dapat kita hubungkan dengan sila ke-5, Padi dan Kapas – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kita dapat menerapkannya dengan bersyukur, berbagi, saling menolong, dan bersikap adil kepada semua teman.
Perhatikan gambar berikut!
Gambar apakah yang bu guru pegang ? Iya benar sekali gambar Garuda Pancasila. 
Garuda Pancasila adalah lambang negara Indonesia.

Sekarang perhatikan video berikut ini!
Mengenal Simbol dan Sila-Sila Pancasila
Apa itu Pancasila?
Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Pancasila menjadi pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Pancasila memiliki lima sila. Setiap sila memiliki simbol yang terdapat pada perisai Garuda Pancasila

Garuda Pancasila
Garuda Pancasila adalah lambang negara Indonesia.
Di bagian dada Garuda terdapat perisai yang berisi lima simbol Pancasila.
Kelima simbol tersebut mempunyai arti yang berbeda.

Makna Simbol sila Pancasila
⭐ 1. Bintang – Sila Pertama
Ketuhanan Yang Maha Esa. Simbolnya adalah bintang. Bintang melambangkan cahaya Tuhan yang menerangi kehidupan manusia.
Contoh sikap:
  • Rajin beribadah.
  • Berdoa sebelum belajar.
  • Menghormati teman yang berbeda agama.
  • Tidak mengganggu teman yang sedang beribadah.
⛓️ 2. Rantai – Sila Kedua
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Simbolnya adalah rantai. Rantai melambangkan hubungan antarmanusia yang saling membutuhkan dan menyayangi.
Contoh sikap:
  • Menolong teman.
  • Bersikap sopan.
  • Tidak mengejek teman.
  • Menyayangi sesama.
🌳 3. Pohon Beringin – Sila Ketiga
Persatuan Indonesia. Simbolnya adalah pohon beringin. Pohon beringin melambangkan tempat berlindung dan persatuan. Indonesia memiliki banyak perbedaan, tetapi kita tetap bersatu.
Contoh sikap:
  • Bermain bersama tanpa membeda-bedakan teman.
  • Bekerja sama.
  • Menjaga kerukunan.
  • Bangga menjadi anak Indonesia.
🐃 4. Kepala Banteng – Sila Keempat
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Simbolnya adalah kepala banteng. Banteng adalah hewan yang suka hidup berkelompok. Simbol ini mengajarkan kita untuk bermusyawarah dan mengambil keputusan bersama.
Contoh sikap:
  • Mendengarkan pendapat teman.
  • Tidak memaksakan kehendak.
  • Berdiskusi bersama.
  • Menerima hasil musyawarah.
🌾 5. Padi dan Kapas – Sila Kelima
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Simbolnya adalah padi dan kapas. Padi melambangkan pangan, sedangkan kapas melambangkan sandang. Keduanya menggambarkan kebutuhan dasar manusia dan kehidupan yang sejahtera.
Contoh sikap:
  • Bersikap adil kepada teman.
  • Mau berbagi.
  • Tidak pilih kasih.
  • Menghargai hak orang lain.
Sikap yang Mencerminkan Pancasila
Sebagai pelajar, kita dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan cara:
  • 🙏 Berdoa sebelum belajar.
  • 🤝 Menolong teman.
  • 😊 Bermain rukun tanpa membeda-bedakan teman.
  • 🗣️ Bermusyawarah saat menentukan keputusan.
  • ⚖️ Bersikap adil kepada semua teman.
  • ❤️ Menghormati guru, orang tua, dan teman.

Ø  Soal Asesmen

      




📌 Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

Pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi Makna Simbol Sila-Sila Pancasila telah dilaksanakan dengan baik. Dari 23 murid, sebanyak 21 murid hadir dan mengikuti pembelajaran, sedangkan 2 murid tidak hadir.

Murid terlihat antusias dalam mengamati gambar Garuda Pancasila, mengenal simbol-simbol setiap sila, serta menghubungkan simbol tersebut dengan maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian besar murid sudah mampu menyebutkan lima simbol Pancasila, yaitu bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas, serta memahami makna sederhana dari masing-masing simbol.

Melalui kegiatan diskusi dan menjawab pertanyaan, murid juga mulai mampu mengaitkan makna nilai-nilai Pancasila dengan perilaku sehari-hari, seperti beribadah, menolong teman, hidup rukun, bermusyawarah, menghargai pendapat, berbagi, dan bersikap adil.

Tindak lanjut:
Murid yang belum hadir akan diberikan kesempatan untuk mempelajari kembali materi makna simbol sila-sila Pancasila melalui bahan ajar dan LKPD yang telah disiapkan. Guru juga akan memberikan penguatan kepada murid masih yang memerlukan bimbingan dalam memahami hubungan antara simbol, sila, dan contoh perilakunya.