http://i48.tinypic.com/eamrur.jpg Source: https://www.linksukses.com/2013/01/menampilkan-kursor-animasi-pada-blog.html

26/08/26

Kamis, 27 Agustus 2026-2.A-Matematika dan Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Matematika dan Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal: Kamis, 27 Agustus 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Matematika (Membandingkan Bilangan), Bahasa Indonesia (Kata tanya dan kalimat tanya)
Matematika pertemuan ke: 7
Bahasa Indonesia pertemuan ke: 4


Ø  Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid dapat membaca dan menulis bilangan sampai 100, menentukan nilai tempat, serta membandingkan bilangan menggunakan tanda > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).
  • Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan memahami nilai suatu bilangan dengan memperhatikan jumlah puluhan dan satuan. Murid menyadari bahwa setiap bilangan memiliki nilai yang dapat dibandingkan untuk menentukan bilangan yang lebih besar, lebih kecil, atau sama.
  • Meaningful (Bermakna) : Murid dapat menjelaskan dan mengaitkan kegiatan membandingkan bilangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah pensil, buku, mainan, atau jumlah benda yang dimiliki. Dengan demikian, murid memahami bahwa membandingkan bilangan membantu mengetahui jumlah benda yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama.
  • Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat menunjukkan pemahamannya tentang membandingkan bilangan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan kartu bilangan, membandingkan jumlah benda, permainan memilih tanda >, <, atau =, kuis, serta tantangan membandingkan bilangan secara berkelompok.
Ø  Alur tujuan Pembelajaran: 
   Murid dapat membandingkan dua bilangan sampai 100 menggunakan tanda > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, tanya jawab, diskusi.
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Kartu Bilangan
Pancasila (Pancasila)


                                        

  
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah SWT. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

1. Apa Itu Membandingkan Bilangan?

Membandingkan bilangan adalah melihat dua bilangan untuk mengetahui bilangan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama.

Dalam membandingkan bilangan, kita menggunakan tiga tanda:

  • > artinya lebih besar dari
  • < artinya lebih kecil dari
  • = artinya sama dengan

2. Cara Membandingkan Bilangan

Untuk membandingkan bilangan sampai 100, kita dapat melihat nilai tempat puluhan terlebih dahulu.

Contoh:

45 dan 32

  • 45 memiliki 4 puluhan
  • 32 memiliki 3 puluhan

Karena 4 puluhan lebih banyak daripada 3 puluhan, maka:

45 > 32

Dibaca: 45 lebih besar dari 32.


3. Jika Puluhannya Sama

Jika nilai puluhan sama, kita membandingkan angka satuannya.

Contoh:

47 dan 43

  • Sama-sama memiliki 4 puluhan
  • Satuannya adalah 7 dan 3
  • 7 lebih besar daripada 3

Jadi:

47 > 43

Dibaca: 47 lebih besar dari 43.


4. Membandingkan dengan Tanda <

Contoh:

25 dan 38

  • 25 memiliki 2 puluhan
  • 38 memiliki 3 puluhan
  • 2 puluhan lebih sedikit daripada 3 puluhan

Jadi:

25 < 38

Dibaca: 25 lebih kecil dari 38.


5. Membandingkan Bilangan yang Sama

Jika kedua bilangan memiliki nilai yang sama, gunakan tanda =.

Contoh:

56 = 56

Dibaca: 56 sama dengan 56.

6. Cara Mudah Mengingat Tanda

Kita dapat membayangkan tanda > dan < seperti mulut buaya yang selalu terbuka ke arah bilangan yang lebih besar.

Contoh:

72 > 51

Mulut terbuka ke arah 72 karena 72 lebih besar.

34 < 61

Mulut terbuka ke arah 61 karena 61 lebih besar.

7. Langkah-Langkah Membandingkan Bilangan

  1. Lihat kedua bilangan.
  2. Bandingkan angka puluhannya.
  3. Jika puluhannya sama, bandingkan angka satuannya.
  4. Tentukan bilangan yang lebih besar, lebih kecil, atau sama.
  5. Gunakan tanda >, <, atau =.

8. Latihan

Isilah dengan tanda >, <, atau =!

  1. 25 ___ 32
  2. 48 ___ 41
  3. 67 ___ 76
  4. 55 ___ 55
  5. 89 ___ 79
  6. 34 ___ 43
  7. 62 ___ 62
  8. 91 ___ 87
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Materi: Kata tanya dan kalimat tanya
Pertemuan ke: 4

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.

Ø Tujuan Pembelajaran: Murid dapat menyebutkan dan menggunakan kata tanya sederhana dalam percakapan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar menyimak dan memperhatikan percakapan yang dibacakan. Murid menyadari bahwa kata tanya seperti apa, siapa, kapan, di mana, mengapa,dan bagaimana digunakan untuk memperoleh informasi.
  • Meaningful (Bermakna) : Murid dapat menjelaskan dan mengaitkan penggunaan kata tanya dengan kehidupan sehari-hari, seperti bertanya tentang kegiatan keluarga, teman, sekolah, dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, murid memahami bahwa kata tanya membantu memperoleh informasi dengan tepat dan jelas.
  • Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat mengekspresikan pemahamannya tentang kata tanya secara kreatif dan menyenangkan melalui permainan tebak kata tanya, kuis, bermain peran percakapan sederhana, serta kegiatan mencocokkan kata tanya dengan jawaban yang sesuai.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  1.       Mengidentifikasi kata tanya apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.
  2.       Menjelaskan fungsi kata tanya dengan tepat.
  3.       Memahami informasi dari percakapan sederhana.
  4.       Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang didengar.
  5.       Membuat kalimat tanya sederhana dengan penggunaan kata tanya dan tanda tanya (?) yang tepat.

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning, Tanya jawab, menyimak, diskusi, latihan, dan penugasan.

Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video pembelajaran, LKPD, Gambar/Kartu kata tanya: Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, Bagaimana.


Kata Tanya dan Kalimat Tanya


Kata tanya adalah kata yang digunakan untuk mendapatkan informasi. Beberapa kata tanya yang sering digunakan, yaitu:

·         Apa → menanyakan benda, hal, atau kegiatan.

·         Siapa → menanyakan orang.

·         Di mana → menanyakan tempat.

·         Kapan → menanyakan waktu.

·         Mengapa → menanyakan alasan.

·         Bagaimana → menanyakan cara atau keadaan.

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk memperole h informasi dan biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?).

 

Contoh:

1.       Siapa nama temanmu?

2.       Apa makanan kesukaanmu?

3.       Di mana kamu tinggal?

4.       Kapan kamu pergi ke sekolah?

5.       Mengapa kita harus menjaga kebersihan?

6.       Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?

 

Ø  Soal/Post test:

Simak percakapan berikut!

Alya: “Rani, kamu pergi ke mana pagi ini?”
Rani: “Aku pergi ke sekolah.”
Alya: “Siapa yang mengantarmu?”
Rani: “Ayah yang mengantarku.”

Jawablah pertanyaan berikut!

1.       Ke mana Rani pergi pagi ini?

2.       Siapa yang mengantar Rani ke sekolah?

3.       Kata tanya “ke mana” digunakan untuk menanyakan ....

4.       Kata tanya “siapa” digunakan untuk menanyakan ....

5.       Buatlah satu kalimat tanya menggunakan kata “kapan”!

 LKPD:


0 komentar:

Posting Komentar