http://i48.tinypic.com/eamrur.jpg Source: https://www.linksukses.com/2013/01/menampilkan-kursor-animasi-pada-blog.html

03/09/26

Jum'at, 04 September 2026-2.A-Adab

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Adab
Hari, Tanggal: Jum'at, 04 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Mater: Menghormati Orang Tua di Rumah
Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم



Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu membiasakan sikap menghormati, menyayangi, dan menaati orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu m
enghormati orang tua di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak cerita atau percakapan tentang sikap kepada orang tua dengan saksama serta menyadari pentingnya bersikap sopan dan menghormati orang tua.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan materi menghormati orang tua dengan pengalaman dan kegiatan sehari-hari di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui permainan, gambar, percakapan sederhana, tanya jawab, dan kegiatan memilih sikap yang baik kepada orang tua.

 

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Menyimak cerita atau percakapan tentang menghormati orang tua.
  2. Mengenal pentingnya menghormati orang tua.
  3. Menyebutkan contoh adab kepada orang tua di rumah.
  4. Membedakan sikap yang baik dan tidak baik kepada orang tua.
  5. Mempraktikkan cara berbicara dan bersikap sopan kepada orang tua.
  6. Membiasakan membantu, menaati, dan menyayangi orang tua.

 

📌 MATERI: Menghormati orang tua di rumah. 

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, bercerita, bermain peran, mengamati gambar, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar kegiatan menghormati orang tua, kartu gambar sikap baik dan tidak baik, teks cerita, video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, coba ingat kembali. Siapa yang selalu merawat dan menyayangi kalian di rumah?

“Ayah dan Ibu.” ❤️

Ayah dan Ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita. Karena itu, kita harus menyayangi dan menghormati mereka. Hari ini kita akan belajar tentang “Menghormati Orang Tua di Rumah.”

Coba pikirkan:

⭐ Apakah kamu selalu berbicara dengan sopan kepada Ayah dan Ibu?

⭐ Apakah kamu membantu Ayah dan Ibu di rumah?

⭐ Apakah kamu mendengarkan nasihat orang tua?

⭐ Apakah kamu mengucapkan terima kasih setelah dibantu?

Mari kita belajar menjadi anak yang sopan, penyayang, suka membantu, dan menghormati orang tua. ❤️

 

Orang tua adalah orang yang sangat berjasa dalam merawat, menyayangi, mendidik, dan memenuhi kebutuhan kita. Oleh karena itu, kita harus menghormati dan menyayangi orang tua. Menghormati orang tua merupakan salah satu akhlak yang baik.

A. Mengapa Kita Harus Menghormati Orang Tua?

Kita harus menghormati orang tua karena:

  • Orang tua merawat dan menyayangi kita.
  • Orang tua bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
  • Orang tua mendidik dan membimbing kita.
  • Orang tua selalu mendoakan kebaikan untuk kita.
  • Menghormati orang tua merupakan perbuatan yang baik dan disukai Allah Swt.

B. Contoh Adab Menghormati Orang Tua di Rumah

Beberapa contoh sikap menghormati orang tua adalah:

  1. Mengucapkan salam ketika bertemu orang tua.
  2. Berbicara dengan bahasa yang sopan dan lembut.
  3. Mendengarkan ketika orang tua berbicara.
  4. Menaati nasihat dan perintah orang tua yang baik.
  5. Membantu pekerjaan orang tua.
  6. Meminta izin ketika hendak melakukan sesuatu.
  7. Tidak membentak atau berkata kasar kepada orang tua.
  8. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu orang tua.
  9. Meminta maaf jika melakukan kesalahan.
  10. Mendoakan orang tua.

C. Contoh Sikap dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh 1: Membantu Ibu

Ibu sedang membersihkan rumah.

Sikap yang baik: “Ibu, aku boleh membantu?”

Anak membantu ibu merapikan rumah.

Contoh 2: Menaati Ayah

Ayah berkata: “Nak, tolong rapikan mainanmu.”

Sikap yang baik: “Baik, Ayah.”

Kemudian anak segera merapikan mainannya.

Contoh 3: Berbicara dengan Sopan

Ketika meminta sesuatu kepada orang tua, kita menggunakan kata:

  • Tolong.
  • Terima kasih.
  • Maaf.
  • Permisi.

Contoh: “Ibu, tolong ambilkan buku saya. Terima kasih, Ibu.”

D. Sikap yang Tidak Baik kepada Orang Tua

Kita harus menghindari sikap seperti:

  • Membentak orang tua.
  • Berkata kasar.
  • Tidak mau mendengarkan nasihat.
  • Melawan ketika diberi nasihat yang baik.
  • Berbohong kepada orang tua.
  • Membuat orang tua sedih.
  • Tidak mau membantu orang tua.

E. Adab Berbicara kepada Orang Tua

Ketika berbicara kepada orang tua, kita harus:

  1. Menggunakan suara yang lembut.
  2. Menggunakan kata-kata yang sopan.
  3. Mendengarkan dengan baik.
  4. Tidak memotong pembicaraan.
  5. Tidak membentak.
  6. Menatap dengan sikap hormat.
  7. Mengucapkan terima kasih setelah dibantu.

F. Percakapan Sederhana

Ibu: “Nak, tolong rapikan mainanmu.”

Alya: “Baik, Ibu. Aku akan merapikannya.”

Ibu: “Terima kasih, Alya.”

Alya: “Sama-sama, Ibu.”

Dari percakapan tersebut, Alya menunjukkan sikap menghormati orang tua dengan berbicara sopan dan menaati permintaan ibu.

Ø Soal Asesmen / Post Test

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

  1. Siapakah orang yang harus kita hormati di rumah?
  2. Mengapa kita harus menghormati orang tua?
  3. Sebutkan dua contoh sikap menghormati orang tua!
  4. Bagaimana cara berbicara kepada orang tua?
  5. Apa yang harus kita ucapkan ketika meminta bantuan kepada orang tua?
  6. Apa yang harus kita lakukan ketika orang tua memberikan nasihat yang baik?
  7. Apakah membentak orang tua merupakan sikap yang baik?
  8. Apa yang sebaiknya kita lakukan ketika ibu sedang membersihkan rumah?
  9. Apa yang kita ucapkan setelah mendapatkan bantuan dari orang tua?
  10. Sebutkan satu contoh kegiatan membantu orang tua di rumah!

Ø Kunci Jawaban/uraian:

 

Ø Kesimpulan dan refleksi:


 

Jumat, 04 September 2026-2.A-PAK

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: PAK
Hari, Tanggal: Jumat, 04 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Sikap Disiplin
Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

 

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu menjelaskan arti disiplin serta menunjukkan contoh perilaku disiplin di rumah dan di sekolah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama dan menyadari pentingnya menaati aturan serta menggunakan waktu dengan baik.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan sikap disiplin dengan kegiatan sehari-hari, seperti datang tepat waktu, belajar sesuai jadwal, merapikan barang, dan menaati aturan.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal sikap disiplin melalui gambar, permainan, tanya jawab, dan kegiatan memilih perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan sikap disiplin.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian sikap disiplin.
  2. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di rumah.
  3. Mengidentifikasi contoh sikap disiplin di sekolah.
  4. Menjelaskan manfaat bersikap disiplin.
  5. Membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin.
  6. Membiasakan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Sikap Disiplin dalam Kehidupan Sehari-hari

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan, pengamatan gambar, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, gambar perilaku disiplin, kartu aktivitas, video pembelajaran, dan papan tulis.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.C! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, Allah Swt. menyukai anak yang tertib dan bertanggung jawab. Salah satu cara menjadi anak yang baik adalah dengan membiasakan diri disiplin.

Coba perhatikan kegiatan kalian setiap hari. Apakah kalian bangun tepat waktu? Apakah kalian datang ke sekolah tepat waktu? Apakah kalian merapikan mainan setelah bermain?

Nah, hari ini kita akan kembali belajar tentang sikap disiplin dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mari belajar dengan tertib, semangat, dan penuh tanggung jawab. 

 


A. Apa Itu Disiplin?

Disiplin adalah sikap menaati aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

Anak yang disiplin akan melaksanakan kewajibannya dengan baik dan tidak suka melanggar aturan.

Contoh:

  • Datang ke sekolah tepat waktu.
  • Mengerjakan tugas tepat waktu.
  • Mengikuti aturan sekolah.
  • Merapikan barang setelah digunakan.

B. Sikap Disiplin di Sekolah

Contoh sikap disiplin di sekolah:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.
  2. Memakai seragam sesuai aturan.
  3. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
  4. Mendengarkan guru saat menjelaskan.
  5. Mengerjakan tugas tepat waktu.
  6. Membuang sampah pada tempatnya.
  7. Merapikan alat belajar setelah digunakan.
  8. Mematuhi aturan sekolah.

C. Sikap Disiplin di Rumah

Contoh sikap disiplin di rumah:

  1. Bangun tidur tepat waktu.
  2. Merapikan tempat tidur.
  3. Makan sesuai waktu.
  4. Belajar sesuai jadwal.
  5. Merapikan mainan setelah bermain.
  6. Membantu orang tua.
  7. Tidur tepat waktu.

D. Mengapa Kita Harus Disiplin?

Kita harus disiplin karena disiplin dapat:

🌱 Membuat hidup lebih tertib.
🌱 Melatih kita menjadi bertanggung jawab.
🌱 Membantu menggunakan waktu dengan baik.
🌱 Membuat kita dipercaya oleh orang lain.
🌱 Membiasakan kita melakukan kebaikan.

Sebagai anak yang sholeh dan sholehah, kita harus berusaha menjadi anak yang disiplin karena Allah Swt. menyukai kebaikan dan ketertiban.

E. Contoh Perilaku Disiplin dan Tidak Disiplin

Perilaku DisiplinPerilaku Tidak Disiplin
Datang tepat waktuDatang terlambat
Mengerjakan tugas tepat waktuMenunda tugas
Merapikan mainanMembiarkan mainan berserakan
Menaati aturanMelanggar aturan
Membuang sampah pada tempatnyaMembuang sampah sembarangan
Mendengarkan guruBermain saat guru menjelaskan

🌟 Ingat!

Disiplin = menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu.

Ø Soal Asesmen / Post Test

  1. Sikap menaati aturan disebut sikap __________.
  2. Kita harus datang ke sekolah tepat __________.
  3. Setelah bermain, kita harus __________ mainan.
  4. Mengerjakan tugas tepat waktu merupakan contoh sikap __________.
  5. Salah satu contoh disiplin di sekolah adalah __________.
  6. Salah satu contoh disiplin di rumah adalah __________.
  7. Jika guru sedang menjelaskan, sebaiknya kita __________.
  8. Membuang sampah sebaiknya di __________.
  9. Mengapa kita harus datang ke sekolah tepat waktu?
  10. Sebutkan dua contoh sikap disiplin yang dapat kamu lakukan setiap hari?


Ø Kunci Jawaban/uraian:

  1. Disiplin
  2. Waktu
  3. Merapikan
  4. Disiplin
  5. Datang ke sekolah tepat waktu / mengerjakan tugas tepat waktu
  6. Merapikan tempat tidur / belajar sesuai jadwal
  7. Mendengarkan guru dengan baik
  8. Tempat sampah
  9. Agar tidak terlambat, pembelajaran dapat diikuti dengan baik, dan melatih sikap disiplin.
  10. Contoh jawaban: datang tepat waktu, mengerjakan tugas tepat waktu, merapikan barang, menaati aturan, dan membuang sampah pada tempatnya.

Ø Kesimpulan dan refleksi:

 

Kesimpulan Materi

Hari ini murid belajar tentang sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan mengamati gambar, tanya jawab, diskusi, permainan, serta latihan membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin di rumah maupun di sekolah.

Murid memahami bahwa:

  • Disiplin adalah sikap menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu.
  • 🏫 Sikap disiplin dapat diterapkan di sekolah, seperti datang tepat waktu, memakai seragam sesuai aturan, mendengarkan guru, dan mengerjakan tugas tepat waktu.
  • 🏠 Sikap disiplin juga dapat diterapkan di rumah, seperti bangun tepat waktu, merapikan tempat tidur, belajar sesuai jadwal, dan merapikan mainan setelah digunakan.

Contoh:

Perilaku Disiplin:
Datang ke sekolah tepat waktu → menunjukkan sikap menaati waktu dan aturan.

Perilaku Tidak Disiplin:
Datang terlambat ke sekolah → menunjukkan sikap tidak menaati aturan dan waktu.

Murid juga belajar bahwa sikap disiplin memiliki banyak manfaat, seperti membuat kehidupan lebih tertib, melatih tanggung jawab, membantu menggunakan waktu dengan baik, serta membiasakan diri menaati aturan.

Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan mampu menjelaskan arti disiplin, mengidentifikasi contoh sikap disiplin di rumah dan sekolah, membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin, serta membiasakan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Murid juga belajar untuk menjadi pribadi yang tertib, bertanggung jawab, dan konsisten dalam melaksanakan kewajibannya

Refleksi Pembelajaran

Kendala:
Beberapa murid masih memerlukan bimbingan dalam membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin, terutama ketika diberikan contoh situasi dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa murid juga masih perlu diingatkan untuk memahami bahwa sikap disiplin tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga harus diterapkan secara konsisten di rumah.

Tindak Lanjut:
Murid yang masih mengalami kesulitan akan diberikan penguatan melalui gambar situasi, kartu perilaku, permainan memilih perilaku disiplin dan tidak disiplin, diskusi sederhana, serta pembiasaan menerapkan sikap disiplin dalam kegiatan sehari-hari. Guru juga akan memberikan contoh konkret yang dekat dengan kehidupan murid agar mereka lebih mudah memahami dan menerapkannya secara mandiri.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebagian besar murid sudah mampu menjelaskan pengertian disiplin, menyebutkan contoh sikap disiplin di rumah dan sekolah, serta membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin. Murid juga mulai memahami manfaat menaati aturan dan pentingnya menggunakan waktu dengan baik. Beberapa murid masih membutuhkan pendampingan dalam mengidentifikasi sikap disiplin pada situasi tertentu dan menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Jumlah murid hadir: 18 murid
Jumlah murid tidak hadir: 4 murid (3 sakit dan 1 izin)

02/09/26

Kamis, 03 September 2026-2.A-Matematika

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Matematika
Hari, Tanggal: Kamis, 03 September 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100
Pertemuan ke: 2

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

 Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu
Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama serta memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan pada suatu bilangan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep komposisi dan dekomposisi bilangan dengan benda-benda yang ada di sekitar, seperti stik es krim, kelereng, pensil, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, serta kegiatan memasangkan bilangan dengan bentuk puluhan dan satuannya.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi nilai tempat puluhan dan satuan.
  2. Mengenal konsep komposisi bilangan.
  3. Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
  4. Mengenal konsep dekomposisi bilangan.
  5. Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan.
  6. Menyelesaikan latihan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI: Komposisi dan dekomposisi bilangan 50 – 100.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah.

Anak-anak hebat, Allah Swt. menciptakan berbagai benda di sekitar kita dengan jumlah yang berbeda-beda. Ketika kita menghitung benda, kita dapat menyusun jumlahnya menjadi sebuah bilangan dan menguraikannya menjadi puluhan dan satuan.

Coba perhatikan, jika Ibu memiliki 35 pensil, berapa puluhan dan berapa satuannya?

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun beberapa bagian menjadi satu bilangan.

Bilangan dapat disusun berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

30 + 5 = 35

  • 30 = 3 puluhan
  • 5 = 5 satuan

Jadi:

3 puluhan + 5 satuan = 35

Contoh lainnya:

  • 20 + 7 = 27
  • 40 + 3 = 43
  • 50 + 8 = 58
  • 70 + 6 = 76
  • 90 + 4 = 94

B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi beberapa bagian.

Bilangan diuraikan berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

35 = 30 + 5

  • 3 puluhan = 30
  • 5 satuan = 5

Jadi:

35 = 30 + 5

Contoh lainnya:

  • 27 = 20 + 7
  • 43 = 40 + 3
  • 58 = 50 + 8
  • 76 = 70 + 6
  • 94 = 90 + 4

C. Hubungan Komposisi dan Dekomposisi

Komposisi dan dekomposisi adalah kebalikan.

Komposisi: menyusun
➡️ 40 + 6 = 46

Dekomposisi: menguraikan
➡️ 46 = 40 + 6

Jadi, kita dapat menyusun dan mengurai bilangan menggunakan puluhan dan satuan.


D. Contoh Bilangan sampai 100

Bilangan

Puluhan

Satuan

Dekomposisi

12

10

2

10 + 2

25

20

5

20 + 5

34

30

4

30 + 4

47

40

7

40 + 7

53

50

3

50 + 3

68

60

8

60 + 8

75

70

5

70 + 5

82

80

2

80 + 2

96

90

6

90 + 6

100

100

0

100 + 0

 

🌟 Ingat!

Komposisi = menyusun
➡️ 60 + 7 = 67

Dekomposisi = mengurai
➡️ 67 = 60 + 7

Puluhan berada di depan, satuan berada di belakang.

 

Ø Soal Asesmen / Post Test


1. 40 + 6 = _____
2. 70 + 8 = _____
3. 50 + 3 = ______
4. 90 + 9 = ______
5. Bilangan 64 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.
6. Bilangan 37 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.
7. Bilangan yang terdiri dari 8 puluhan dan 5 satuan adalah ______.
8. Bilangan yang terdiri dari 2 puluhan dan 9 satuan adalah ______.
9. 76 = ______ + ______
10. 48 = ______ + ______

Soal Cerita

1. Siti memiliki 4 kantong berisi puluhan dan 3 buah kelereng satuan. Jika setiap kantong puluhan bernilai 10, bilangan yang terbentuk adalah ______.

2. Di kelas terdapat 65 buku. Bilangan 65 terdiri dari ______ puluhan dan ______ satuan.

3. Ayah membeli 7 ikat pensil. Setiap ikat berisi 10 pensil dan ada tambahan 4 pensil. Jumlah pensil seluruhnya adalah ______.

4. Bilangan 82 dapat diuraikan menjadi ______ + ______.

5. Rani memiliki angka yang terdiri dari 9 puluhan dan 6 satuan. Bilangan Rani adalah ______.



Ø Kunci Jawaban/uraian:

1. 46

2. 78

3. 53

4. 99

5. 6 puluhan dan 4 satuan

6. 3 puluhan dan 7 satuan

7. 85

8. 29

9. 70 + 6

10. 40 + 8

Soal Cerita

1. 43

2. 6 puluhan dan 5 satuan

3. 74

4. 80 + 2

5. 96

Ø Kesimpulan dan refleksi:

Pada pembelajaran hari ini, peserta didik telah mempelajari komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100. Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun puluhan dan satuan menjadi sebuah bilangan, sedangkan dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi puluhan dan satuan. Peserta didik diharapkan mampu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan serta menyusun dan mengurai bilangan dengan benar. Melalui kegiatan menggunakan benda konkret, kartu angka, dan latihan soal, peserta didik belajar bahwa matematika dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, peserta didik melakukan refleksi dengan mengingat kembali materi yang telah dipelajari, mengungkapkan bagian yang sudah dipahami maupun yang masih sulit, serta menyampaikan pengalaman belajar yang paling menyenangkan. Guru memberikan penguatan dan bimbingan kepada peserta didik agar semakin memahami konsep komposisi dan dekomposisi bilangan serta menumbuhkan sikap teliti, percaya diri, dan semangat dalam belajar matematika.