http://i48.tinypic.com/eamrur.jpg Source: https://www.linksukses.com/2013/01/menampilkan-kursor-animasi-pada-blog.html

08/11/26

Senin, 09 November 2026-2.A-Seni Rupa

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Hari, Tanggal: Senin, 09 November 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Tekstur dan Pola
Pertemuan ke: 4

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu merefleksikan dan mengapresiasi karya diri sendiri.

Ø  Tujuan Pembelajaran: mengapresiasi karya diri sendiri (Tekstur dan Pola)

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati dan mengenali tekstur pada berbagai benda dengan teliti menggunakan penglihatan dan perabaan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan tekstur kasar dan halus dengan benda-benda yang ada di lingkungan sekitar, seperti batu, kayu, daun, kapas, kain, kertas, dan benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat mengenal dan membedakan tekstur kasar dan halus melalui kegiatan mengamati, meraba, mencocokkan, dan mengelompokkan gambar atau benda.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  1. Mengenal dan membedakan tekstur kasar dan tekstur halus dengan benar.
  2. Mengenal pola sebagai unsur rupa berupa pengulangan bentuk, garis, atau warna.
  3. Membuat karya seni rupa sederhana yang menggabungkan tekstur dan pola.
  4. Mengidentifikasi dan menyebutkan tekstur serta pola yang terdapat pada karya sendiri.
  5. Menyampaikan apresiasi terhadap karya sendiri dengan bahasa yang santun

📌 MATERI SENI RUPA

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Latihan, pengamatan, tanya jawab, dan penugasan

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar benda, dan benda-benda di sekitar yang memiliki tekstur kasar dan halus.


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Sebelum memulai kegiatan, mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, coba perhatikan benda-benda di sekitar kalian. Pernahkah kalian melihat motif pada baju, susunan ubin lantai, atau hiasan yang memiliki bentuk dan warna berulang?

Misalnya, merah – biru – merah – biru. Menurut kalian, warna apa yang muncul berikutnya?

Nah, susunan yang berulang secara teratur disebut pola.

Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam semesta dengan keteraturan dan keindahan. Kita dapat menemukan berbagai pola pada bunga, daun, dan ciptaan Allah lainnya. 🌿✨

Hari ini kita akan belajar tentang pola dalam seni rupa, mulai dari mengenal pola warna, pola bentuk, dan pola gambar hingga membuat pola sederhana.

Mari belajar dengan teliti, kreatif, dan gembira. Semoga kita dapat menghasilkan karya yang indah dan menghargai karya sendiri maupun karya teman. 💖

Ø Materi: Mengenal Pola dalam Seni Rupa

1. Pengertian Pola

Pola adalah susunan bentuk, garis, warna, atau gambar yang teratur dan berulang.

Pola dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti motif baju, ubin lantai, taplak meja, dan hiasan dinding.

2. Macam-Macam Pola

A. Pola warna

Pola yang terbentuk dari pengulangan warna.

Contoh: merah – biru – merah – biru.

B. Pola bentuk

Pola yang terbentuk dari pengulangan bentuk.

Contoh: lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga.

C. Pola gambar

Pola yang terbentuk dari pengulangan gambar.

Contoh: bunga – daun – bunga – daun.

3. Cara Membuat Pola

  1. Menentukan bentuk, gambar, atau warna yang akan digunakan.

  2. Menyusun bentuk atau gambar secara berurutan.

  3. Mengulangi susunan tersebut secara teratur.

  4. Mewarnai pola agar terlihat menarik.

4. Kegiatan Praktik

Peserta didik mengerjakan LKPD dengan kegiatan:

  • Mengamati dan mengenali jenis pola.

  • Memasangkan gambar dengan jenis pola yang sesuai.

  • Melanjutkan pola yang belum selesai.

  • Membuat pola sederhana menggunakan gambar atau potongan kertas warna.

  • Mewarnai pola dan menunjukkan hasil karya kepada guru atau teman.

Ø Asesmen/Post Test




Ø Kunci Jawaban/Uraian:


Ø Kesimpulan Materi:

Senin, 09 November 2026-2.A-Bahasa Indonesia

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Hari, Tanggal: Senin, 09 November 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Mengenal Tanda Peringatan di Tempat Umum
Pertemuan ke: 3

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu mengenali, membaca, dan menjelaskan makna tanda-tanda peringatan di tempat umum serta merespons informasi secara lisan dengan baik dan santun. Murid juga mampu menyebutkan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda peringatan yang ditemukan di lingkungan sekitar.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid mengamati tanda-tanda peringatan di tempat umum dengan teliti dan memahami pesan yang disampaikan.

  • Meaningful (Bermakna): Murid memahami fungsi tanda peringatan sebagai petunjuk untuk menjaga keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan bersama.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu gambar, tebak makna tanda, tanya jawab, dan latihan menentukan tindakan yang tepat sesuai tanda peringatan.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenali berbagai tanda peringatan yang terdapat di tempat umum.

  2. Membaca tulisan atau simbol pada tanda peringatan sederhana.

  3. Menjelaskan makna tanda-tanda peringatan di tempat umum.

  4. Mengidentifikasi tempat ditemukannya tanda peringatan.

  5. Menyebutkan tindakan yang tepat sesuai dengan tanda peringatan.

  6. Menanggapi pertanyaan tentang tanda peringatan dengan bahasa yang baik dan santun.


📌 MATERI: Macam-macam Tempat Umum

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Mengamati gambar, membaca, tanya jawab, demonstrasi/sosiodrama, diskusi kelompok, permainan kartu gambar, dan latihan terbimbing.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: Poster/gambar macam-macam tempat umum, kartu nama tempat umum, LKPD, dan video pembelajaran interaktif.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Anak-anak, pernahkah kalian melihat tanda bergambar orang terpeleset di lantai, tanda dilarang merokok, atau tanda bergambar petir di tempat umum? ⚠️

Menurut kalian, apa arti tanda-tanda tersebut? Mengapa kita harus memperhatikan dan mematuhinya?

Nah, anak-anak, gambar dan tulisan tersebut disebut tanda-tanda peringatan. Tanda peringatan membantu kita mengetahui adanya bahaya, larangan, atau hal yang perlu diperhatikan agar kita tetap aman dan tertib saat berada di tempat umum.

Allah Swt. mengajarkan kita untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan tidak membahayakan orang lain. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri untuk berhati-hati, mematuhi aturan, dan memperhatikan tanda-tanda peringatan yang ada di sekitar kita. 🌷

Hari ini kita akan belajar mengenal berbagai tanda-tanda peringatan di tempat umum, memahami maknanya, serta mengetahui tindakan yang tepat ketika melihat tanda tersebut. Mari kita belajar dengan penuh perhatian, semangat, dan gembira! ✨


📌 MATERI: Tanda-Tanda Peringatan di Tempat Umum



A. Pengertian Tanda Peringatan

Tanda peringatan adalah tanda berupa gambar, simbol, atau tulisan yang memberikan informasi tentang bahaya, larangan, atau hal-hal yang perlu diperhatikan. Tanda ini membantu masyarakat agar lebih berhati-hati dan menjaga keselamatan saat berada di tempat umum.

B. Macam-Macam Tanda Peringatan

1. Awas Lantai Licin

  • Makna: Lantai dapat menyebabkan seseorang terpeleset.

  • Tindakan: Berjalan dengan hati-hati.

2. Dilarang Merokok

  • Makna: Pengunjung tidak boleh merokok di area tersebut.

  • Tindakan: Mematuhi larangan merokok.

3. Awas Tegangan Tinggi

  • Makna: Terdapat bahaya listrik yang dapat membahayakan tubuh.

  • Tindakan: Tidak menyentuh peralatan listrik dan menjauhi area tersebut.

4. Awas Bahaya

  • Makna: Ada kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

  • Tindakan: Berhati-hati dan mengikuti petunjuk petugas.

5. Dilarang Masuk

  • Makna: Pengunjung tidak diperbolehkan memasuki area tertentu.

  • Tindakan: Tidak memasuki area tersebut.

6. Awas Jalan Licin atau Berbahaya

  • Makna: Jalan perlu dilalui dengan hati-hati.

  • Tindakan: Mengurangi kecepatan dan memperhatikan keadaan sekitar.

C. Tempat Ditemukannya Tanda Peringatan

Tanda peringatan dapat ditemukan di berbagai tempat umum, seperti sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, jalan raya, stasiun, dan taman.

D. Sikap yang Tepat terhadap Tanda Peringatan

  • Membaca dan memperhatikan tanda dengan teliti.

  • Mematuhi larangan dan petunjuk yang diberikan.

  • Berhati-hati ketika melihat tanda bahaya.

  • Tidak merusak tanda peringatan.

  • Mengingatkan teman dengan bahasa yang baik dan santun apabila melakukan tindakan yang membahayakan.

📝 SOAL ASESMEN / POST TEST


05/11/26

Jumat, 06 November 2026-2.A-PAK

IDENTITAS

Nama Guru: Hj. Risa Melinda Syahrie, S.Pd dan Tika Novalia Wisudayanti, S.Pd. 
Mata Pelajaran: PAK
Hari, Tanggal: Jumat, 06 November 2026
Fase/Kelas: A/II
Materi: Contoh Sikap Tanggung Jawab dalam Kehidupan Sehari-hari
Pertemuan ke: 4

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

Ø Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu mengenal dan menerapkan perilaku tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Ø Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Mengidentifikasi contoh sikap tanggung jawab di rumah dan di sekolah.

  2. Membedakan perilaku bertanggung jawab dan tidak bertanggung jawab.

  3. Menjelaskan cara menerapkan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Membiasakan sikap tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan kewajiban.

  • Mindful (Berkesadaran): Peserta didik menyadari bahwa setiap tugas dan kewajiban perlu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

  • Meaningful (Bermakna): Peserta didik menghubungkan materi dengan kebiasaan sehari-hari, seperti merapikan perlengkapan sekolah, melaksanakan piket, dan membantu orang tua.

  • Joyful (Menyenangkan): Peserta didik belajar melalui contoh situasi sederhana dan mengerjakan soal latihan yang dekat dengan kehidupan mereka.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi contoh sikap tanggung jawab di rumah.

  2. Mengidentifikasi contoh sikap tanggung jawab di sekolah.

  3. Membedakan sikap tanggung jawab dan tidak bertanggung jawab.

  4. Menjelaskan tindakan yang tepat dalam berbagai situasi sehari-hari.

  5. Membiasakan sikap tanggung jawab secara mandiri.

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Tanya jawab, diskusi sederhana, latihan, dan penugasan.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD dan contoh situasi perilaku sehari-hari.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A. Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, semangat, dan siap belajar. Mari kita berdoa bersama, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan oleh Allah Swt.

Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar mengenal arti sikap tanggung jawab. Masih ingatkah kalian, apa yang dimaksud dengan tanggung jawab?

Nah, hari ini kita akan melanjutkan pembelajaran dengan mengenal contoh sikap tanggung jawab dan cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ibu guru ingin bertanya:

  • Siapa yang pagi tadi merapikan tempat tidurnya sendiri?

  • Jika mendapat jadwal piket, apa yang harus kalian lakukan?

  • Jika selesai bermain, tetapi mainan masih berserakan, apa yang sebaiknya kalian lakukan?

  • Jika tidak sengaja merusakkan barang milik teman, bagaimana seharusnya sikap kalian?

Masyaallah, anak-anak. Merapikan tempat tidur, melaksanakan piket, menyimpan mainan setelah digunakan, dan berani mengakui kesalahan merupakan contoh penerapan sikap tanggung jawab.

Allah Swt. memberikan kita amanah untuk menjaga diri, barang-barang yang kita miliki, dan melaksanakan tugas dengan baik. Oleh karena itu, mari kita belajar membiasakan sikap tanggung jawab mulai dari hal-hal kecil setiap hari.

Hari ini, ananda akan mempelajari berbagai contoh perilaku tanggung jawab di rumah dan di sekolah, membedakan perilaku yang tepat dan tidak tepat, serta mengerjakan soal latihan dengan teliti, jujur, dan percaya diri. 🌷


Ø Materi Pembelajaran: Contoh Sikap Tanggung Jawab dan Penerapannya

A. Sikap Tanggung Jawab di Rumah

Sikap tanggung jawab di rumah dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana yang menjadi tugas kita sehari-hari.

Contohnya:

  1. Merapikan tempat tidur setelah bangun.

  2. Menyimpan mainan setelah selesai bermain.

  3. Menjaga buku dan alat tulis milik sendiri.

  4. Membantu orang tua sesuai kemampuan.

  5. Membuang sampah pada tempatnya.

  6. Mengerjakan tugas sekolah di rumah.

  7. Merapikan perlengkapan sekolah sebelum berangkat.

  8. Menjaga barang yang dipinjam dari anggota keluarga.

Penerapannya: Setelah selesai bermain, kita mengumpulkan dan menyimpan mainan di tempatnya tanpa harus selalu diingatkan.

B. Sikap Tanggung Jawab di Sekolah

Di sekolah, setiap peserta didik memiliki tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan.

Contohnya:

  1. Mengerjakan tugas yang diberikan guru.

  2. Melaksanakan piket sesuai jadwal.

  3. Menjaga buku dan alat tulis.

  4. Menjaga kebersihan kelas.

  5. Merapikan meja dan kursi setelah digunakan.

  6. Mengembalikan buku ke tempatnya.

  7. Menjaga fasilitas sekolah.

  8. Menyelesaikan bagian tugas kelompok.

  9. Mengakui kesalahan dan meminta maaf.

  10. Menjaga barang milik teman yang dipinjam.

Penerapannya: Ketika mendapat jadwal piket, kita melaksanakan tugas bersama teman sesuai pembagian tugas, bukan meninggalkannya atau menyuruh teman mengerjakan semuanya.

C. Membedakan Sikap Bertanggung Jawab dan Tidak Bertanggung Jawab

Contoh perilaku bertanggung jawab:

  • Mengerjakan tugas sampai selesai.

  • Menyimpan alat tulis setelah digunakan.

  • Melaksanakan piket sesuai jadwal.

  • Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.

  • Menjaga barang milik sendiri dan orang lain.

Contoh perilaku tidak bertanggung jawab:

  • Tidak mengerjakan tugas.

  • Membiarkan mainan berserakan.

  • Menghindari jadwal piket.

  • Menyalahkan teman atas kesalahan sendiri.

  • Merusak barang dan tidak mau mengaku.

D. Cara Membiasakan Sikap Tanggung Jawab

Kita dapat membiasakan sikap tanggung jawab dengan cara:

  1. Mengingat tugas dan kewajiban kita.

  2. Melaksanakan tugas tepat waktu.

  3. Menjaga barang yang digunakan.

  4. Tidak bergantung kepada orang lain untuk tugas yang dapat kita lakukan sendiri.

  5. Berani mengakui kesalahan.

  6. Berusaha memperbaiki kesalahan yang dilakukan.

  7. Melakukan kebiasaan baik secara konsisten.

Ingat, anak-anak: Sikap tanggung jawab tidak hanya diucapkan, tetapi harus dilakukan dalam tindakan sehari-hari.


Ø Soal Asesmen/Latihan

A. Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Setiap pagi, Zahra merapikan tempat tidurnya sebelum bersiap ke sekolah. Perilaku Zahra menunjukkan sikap ....

A. tanggung jawab
B. malas
C. tidak peduli

2. Hari ini, Fikri mendapat jadwal piket kelas. Tindakan yang sebaiknya dilakukan Fikri adalah ....

A. langsung pulang tanpa membersihkan kelas
B. melaksanakan piket bersama teman
C. menyuruh teman mengerjakan semua tugasnya

3. Setelah selesai bermain, mainan Nisa masih berserakan di lantai. Sikap yang tepat adalah ....

A. membiarkannya sampai besok
B. menyuruh orang lain merapikannya
C. mengumpulkan dan menyimpan mainannya

4. Damar tidak sengaja menjatuhkan tempat pensil milik temannya hingga rusak. Ia sebaiknya ....

A. mengakui kesalahan dan meminta maaf
B. menyalahkan teman lain
C. pergi tanpa mengatakan apa-apa

5. Saat mengerjakan tugas kelompok, setiap anggota memiliki bagian tugas masing-masing. Sikap bertanggung jawab adalah ....

A. membiarkan teman mengerjakan semuanya
B. mengerjakan bagian tugas sendiri dengan baik
C. bermain ketika teman sedang bekerja

B. Isian Singkat

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

1. Setelah selesai bermain, kita harus ... mainan ke tempatnya.

2. Peserta didik yang mendapat jadwal piket harus melaksanakan ....

3. Menjaga buku dan alat tulis milik sendiri merupakan contoh sikap ....

4. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani ... dan meminta maaf.

5. Di rumah, kita dapat membantu orang tua sesuai ....

C. Penerapan Sikap Tanggung Jawab

Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat!

1. Kamu melihat sampah di dekat mejamu. Apa yang sebaiknya kamu lakukan?

2. Kamu meminjam penghapus milik teman. Apa yang harus kamu lakukan setelah selesai menggunakannya?

3. Kamu mendapat tugas dari guru, tetapi ingin bermain. Apa yang sebaiknya kamu lakukan terlebih dahulu?



Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan Refleksi