Ø Capaian Pembelajaran
Murid mampu membiasakan sikap berkata jujur, santun, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Ø Tujuan Pembelajaran
Murid mampu memahami pentingnya berkata baik dan santun serta menunjukkan perilaku berbicara dengan sopan, mendengarkan orang lain, menggunakan kata-kata yang baik, dan menghargai lawan bicara dalam kehidupan sehari-hari.
Mindful (Berkesadaran): Murid menyadari bahwa perkataan yang baik dapat menjaga perasaan orang lain dan merupakan perilaku terpuji yang disukai Allah Swt.
Meaningful (Bermakna): Murid mampu menerapkan adab berbicara ketika berinteraksi dengan orang tua, guru, teman, dan orang lain.
Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui cerita, tanya jawab, permainan memilih perkataan yang baik, dan bermain peran.
Ø Alur Tujuan Pembelajaran
Mengenal pengertian adab berbicara.
Menjelaskan pentingnya berkata baik dan santun.
Mengidentifikasi contoh perkataan yang baik dan tidak baik.
Mengenal penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.
Menunjukkan sikap mendengarkan ketika orang lain berbicara.
Mempraktikkan cara berbicara yang baik dan santun dalam kehidupan sehari-hari.
📌 MATERI: Adab Berbicara – Berkata Baik dan Santun
Ø Model/Metode Pembelajaran
Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati gambar, menyimak cerita, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, bermain peran, dan latihan terbimbing.
Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga
LKPD, gambar perilaku baik dan tidak baik, kartu kata santun, teks cerita, dan video pembelajaran.
Ø Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.A! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini mendapat keberkahan dari Allah Swt. Aamiin. 🤲
Anak-anak, Ibu ingin bertanya. Jika kalian ingin meminjam pensil teman, bagaimana cara memintanya dengan baik?
Benar! Kita bisa berkata, “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”
Lalu, jika teman membantu kita, apa yang harus kita ucapkan?
Betul, kita mengucapkan, “Terima kasih.”
Anak-anak, Allah Swt. mengajarkan kita untuk berbuat baik, termasuk melalui perkataan. Perkataan yang baik dapat membuat orang lain merasa senang, sedangkan perkataan kasar dapat menyakiti perasaan mereka.
Oleh karena itu, hari ini kita akan belajar tentang adab berbicara, yaitu berkata baik dan santun. Mari kita menjadi anak yang sopan, menghargai orang lain, dan selalu menjaga perkataan. 🌷
Ø Uraian Materi
A. Pengertian Adab Berbicara
Adab berbicara adalah tata cara berbicara yang baik, sopan, dan menghormati orang lain.
Kita harus menjaga perkataan ketika berbicara dengan orang tua, guru, teman, maupun orang lain. Berbicara dengan baik merupakan salah satu contoh akhlak terpuji yang harus dibiasakan sejak kecil.
B. Macam-Macam Adab Berbicara
1. Berbicara dengan sopan
Gunakan kata-kata yang baik ketika berbicara kepada orang lain.
Contoh: “Permisi, Bu Guru. Bolehkah saya bertanya?”
2. Mendengarkan ketika orang lain berbicara
Kita harus mendengarkan dengan baik dan tidak memotong pembicaraan orang lain.
Contoh: Mendengarkan guru ketika menjelaskan pelajaran.
3. Menggunakan suara yang baik
Berbicaralah dengan suara yang jelas dan tidak membentak atau berteriak kepada orang lain.
Contoh: Berbicara dengan lembut kepada teman.
4. Menggunakan kata-kata santun
Biasakan menggunakan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi.
Contoh: “Tolong bantu saya merapikan buku ini.”
5. Berkata jujur dan tidak mengejek
Katakan hal yang sebenarnya dan jangan menggunakan perkataan yang menyakiti perasaan orang lain.
Contoh: Mengakui kesalahan dan meminta maaf.
E. Perkataan yang Harus Dihindari
Anak-anak, ada beberapa perkataan dan sikap yang harus kita hindari.
Berkata kasar kepada orang lain.
Membentak orang tua, guru, atau teman.
Mengejek dan menghina teman.
Memotong pembicaraan orang lain.
Berteriak ketika berbicara di kelas.
Berbohong dan menyalahkan orang lain.
Jika kita terbiasa menjaga perkataan, orang lain akan merasa dihargai dan nyaman ketika berbicara dengan kita.
F. Manfaat Berkata Baik dan Santun
Disukai dan dihargai orang lain.
Memiliki hubungan yang baik dengan teman.
Menghindari pertengkaran.
Membuat suasana rumah dan sekolah menjadi nyaman.
Membiasakan diri memiliki akhlak yang terpuji.
Menjaga perasaan orang lain.
G. Kegiatan Praktik Adab Berbicara
Guru mengajak murid mempraktikkan percakapan berikut secara berpasangan.
Situasi 1: Meminjam pensil
Dina: “Rani, tolong pinjamkan pensilmu, ya.”
Rani: “Baik, Dina. Ini pensilnya.”
Dina: “Terima kasih, Rani.”
Rani: “Sama-sama.”
Situasi 2: Tidak sengaja menyenggol teman
Budi: “Maaf, Andi. Aku tidak sengaja menyenggolmu.”
Andi: “Tidak apa-apa, Budi. Lain kali hati-hati, ya.”
Budi: “Baik, terima kasih sudah memaafkanku.”
Melalui kegiatan ini, murid belajar menggunakan kata-kata yang baik, mendengarkan teman, dan berbicara dengan santun.
Ø Soal Asesmen / Post Test
A. Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Ketika ingin meminjam pensil teman, kita sebaiknya berkata ....
A. “Berikan pensilmu sekarang!”
B. “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”
C. “Cepat pinjamkan pensilmu!”
2. Saat guru sedang menjelaskan pelajaran, sikap kita adalah ....
A. Mendengarkan dengan baik
B. Mengobrol dengan teman
C. Berteriak di kelas
3. Jika tidak sengaja menyakiti perasaan teman, kita sebaiknya ....
A. Mengejeknya lagi
B. Pura-pura tidak tahu
C. Meminta maaf
4. Ketika berbeda pendapat dengan teman, kita sebaiknya ....
A. Marah kepada teman
B. Menyampaikan pendapat dengan sopan
C. Memaksakan pendapat sendiri
5. Manakah contoh adab berbicara yang baik?
A. Berkata jujur dan santun
B. Memotong pembicaraan orang lain
C. Menghina teman
B. Isian
Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!
6. Ketika menerima bantuan dari teman, kita mengucapkan ....
7. Jika ingin melewati orang lain, kita mengucapkan ....
8. Saat melakukan kesalahan, kita sebaiknya meminta ....
9. Ketika orang lain sedang berbicara, kita harus mendengarkan sampai ....
10. Kita harus menggunakan kata-kata yang baik agar tidak menyakiti ... orang lain.
Ø Kunci Jawaban/Uraian
A. Pilihan Ganda
B. “Tolong, bolehkah saya meminjam pensilmu?”
A. Mendengarkan dengan baik.
C. Meminta maaf.
B. Menyampaikan pendapat dengan sopan.
A. Berkata jujur dan santun.
B. Isian
Terima kasih.
Permisi.
Maaf.
Selesai.
Perasaan.
Ø Kesimpulan dan Refleksi
Ø Kesimpulan Materi
Adab berbicara adalah tata cara berbicara dengan baik, sopan, dan menghormati orang lain. Peserta didik belajar membiasakan penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi, mendengarkan ketika orang lain berbicara, berkata jujur, serta menghindari perkataan kasar dan ejekan. Berkata baik dan santun merupakan bagian dari akhlak terpuji yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah.
Refleksi
Kehadiran Peserta Didik:
Jumlah peserta didik kelas II.C sebanyak 22 orang. Sebanyak 20 peserta didik hadir dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik, sedangkan 2 peserta didik tidak hadir, terdiri atas 1 peserta didik sakit dan 1 peserta didik izin.
Kendala:
Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam memahami dan menerapkan adab berbicara, terutama dalam menggunakan kata-kata santun, meminta maaf, mengucapkan terima kasih, serta menyampaikan pendapat dengan sopan.
Tindak Lanjut:
Guru memberikan pendampingan melalui contoh percakapan sederhana, tanya jawab, dan bermain peran secara berpasangan. Peserta didik dibimbing untuk membiasakan penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi, mendengarkan ketika orang lain berbicara, serta menghindari perkataan yang dapat menyakiti perasaan orang lain. Pembiasaan berkata baik dan santun diperkuat melalui keteladanan guru dan praktik sehari-hari di kelas.
Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebanyak 18 peserta didik telah memahami materi adab berbicara, yaitu berkata baik dan santun, serta mampu mengenali contoh perilaku yang sesuai dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan dalam memahami dan menerapkan adab berbicara dengan tepat. Adapun 2 peserta didik tidak hadir, sehingga capaian pemahamannya belum dapat dievaluasi pada pembelajaran ini.




0 komentar:
Posting Komentar