Ø Capaian Pembelajaran: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
Ø Tujuan Pembelajaran: Membandingkan dan mengurutkan bilangan
- Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan memahami cara membandingkan serta mengurutkan bilangandengan teliti dan percaya diri.
- Meaningful (Bermakna) : Murid dapat mengaitkan kegiatan membandingkan dan mengurutkan bilangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah benda, banyaknya buah, atau urutan nomor.
- Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat belajar membandingkan dan mengurutkan bilangan melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan kartu angka, menyusun bilangan dari terkecil ke terbesar, kuis, dan lomba kelompok.
Ø Alur Tujuan Pembelajaran:
- Mengenal simbol > (lebih besar), < (lebih kecil), dan = (sama dengan).
- Membandingkan dua bilangan sampai 100 dengan tepat.
- Mengurutkan bilangan dari terkecil ke terbesar dan sebaliknya.
📌 MATERI MATEMATIKA
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Good Morning, anak-anak yang sholeh dan sholehah
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti kegiatan. Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kesehatan, kebahagiaan, serta kelancaran dalam setiap aktivitas kita, Aamiin Allahumma Aamiin🤲🏻
Sebelum memulai kegiatan, anak-anak melakukan kegiatan membaca do'a bersama, melaksanakan shalat dhuha, dan muroja'ah agar seluruh kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan.
Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menggunakan bilangan dengan teliti dan bersyukur atas segala sesuatu yang Allah berikan.
- Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Kita dapat mengamati berbagai benda ciptaan Allah dan membandingkan jumlahnya, misalnya mana yang lebih banyak dan lebih sedikit.
- Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar menggunakan bilangan dengan teliti dan tertib, misalnya mengurutkan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar.
- Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan menghitung dan membandingkan jumlah benda yang kita miliki secara tepat, tanpa berlebihan.
📚 Materi: Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan sampai 100
1. Mengenal Bilangan sampai 100
Bilangan sampai 100 terdiri dari bilangan 0 sampai 100.
Contoh:
24, 52, 76, 83, 98, 100
Setiap bilangan memiliki:
- Puluhan
- Satuan
Contoh:
48
- 4 puluhan = 40
- 8 satuan =
- Jadi, 48 = 40 + 8
2. Membandingkan Bilangan
Membandingkan bilangan berarti menentukan bilangan mana yang lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan lainnya.
Gunakan tanda:
| Tanda | Arti |
|---|---|
| > | lebih besar dari |
| < | lebih kecil dari |
| = | sama dengan |
Contoh:
56 dan 68
Perhatikan angka puluhannya:
- 56 memiliki 5 puluhan
- 68 memiliki 6 puluhan
Karena 6 puluhan lebih banyak daripada 5 puluhan, maka:
56 < 68
3. Cara Membandingkan Bilangan
Untuk membandingkan dua bilangan:
Langkah 1: Bandingkan angka puluhan.
Contoh:
68 dan 45
6 puluhan lebih banyak daripada 4 puluhan.
Jadi:
68 > 45
Langkah 2: Jika angka puluhannya sama, bandingkan angka satuan.
Contoh:
73 dan 78
Keduanya memiliki 7 puluhan.
Bandingkan satuannya:
- 3 satuan
- 8 satuan
Karena 3 lebih kecil daripada 8, maka:
73 < 78
4. Mengurutkan Bilangan
Mengurutkan bilangan berarti menyusun bilangan berdasarkan urutan tertentu.
Ada dua macam:
🔽 Urutan dari kecil ke besar
Disebut urutan naik.
Contoh:
24, 15, 38, 21
Diurutkan dari yang terkecil:
15, 21, 24, 38
🔼 Urutan dari besar ke kecil
Disebut urutan turun.
Contoh:
24, 15, 38, 21
Diurutkan dari yang terbesar:
38, 24, 21, 15
5. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Ibu memiliki:
- 35 buah apel
- 52 buah jeruk
- 28 buah mangga
Buah yang jumlahnya paling banyak adalah jeruk.
Urutan jumlah buah dari yang paling sedikit:
28 < 35 < 52
Urutan dari yang paling banyak:
52 > 35 > 28
Ø Soal Asesmen:
Ø Kunci jawaban dan uraian:
📌 Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran
Ø Capaian Pembelajaran:
Murid mampu mmahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural. (kalimat kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek))
Ø Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar )kalimat dengan kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) dengan tepat).
- Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak percakapan dengan saksama dan menemukan informasi penting serta mengenali bagian Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat.
- Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan kalimat S-P-O dengan kegiatan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
- Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun kalimat S-P-O melalui permainan menyusun kartu kata, melengkapi kalimat, membaca percakapan, dan membuat kalimat sederhana.
Ø Alur Tujuan Pembelajaran
- Menyimak percakapan sederhana tentang diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
- Menemukan informasi penting dari percakapan yang didengarkan.
- Mengenal pengertian Subjek, Predikat, dan Objek.
- Mengidentifikasi unsur S-P-O dalam kalimat sederhana.
- Menyusun kalimat dengan kombinasi S-P-O dengan tepat.
- Membuat kalimat sederhana berdasarkan kegiatan sehari-hari.
📌 MATERI: KALIMAT S-P-O
Ø Model/Metode Pembelajaran
Model: Discovery Learning
Metode: Menyimak, tanya jawab, diskusi, permainan kartu kata, membaca percakapan, dan latihan menyusun kalimat.
Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga
LKPD, kartu kata S-P-O, gambar kegiatan sehari-hari, teks percakapan, video pembelajaran, dan benda-benda di lingkungan sekitar.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Good Morning, anak-anak yang sholeh dan sholehah
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap mengikuti kegiatan. Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kesehatan, kebahagiaan, serta kelancaran dalam setiap aktivitas kita, Aamiin Allahumma Aamiin🤲🏻
Sebelum memulai kegiatan, anak-anak melakukan kegiatan membaca do'a bersama, melaksanakan shalat dhuha, dan muroja'ah agar seluruh kegiatan hari ini berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan.
A. Apa Itu Kalimat?
Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki makna.
Contoh:
Ibu memasak nasi.
Kalimat tersebut memiliki tiga bagian:
- S (Subjek): Ibu → orang yang melakukan kegiatan.
- P (Predikat): memasak → kegiatan yang dilakukan.
- O (Objek): nasi → sesuatu yang dikenai kegiatan.
Jadi:
Ibu | memasak | nasi.
S | P | O
B. Mengenal S-P-O
1. Subjek (S)
Subjek adalah orang atau benda yang melakukan kegiatan.
Contoh:
- Ayah
- Ibu
- Rani
- Kakak
2. Predikat (P)
Predikat adalah kata yang menunjukkan kegiatan.
Contoh:
- membaca
- menulis
- membawa
- membeli
- mencuci
3. Objek (O)
Objek adalah sesuatu yang dikenai kegiatan.
Contoh:
- buku
- pensil
- makanan
- baju
- bola
C. Contoh Kalimat S-P-O
- Rani membaca buku.
S = Rani
P = membaca
O = buku - Ayah mencuci mobil.
S = Ayah
P = mencuci
O = mobil - Ibu membeli sayur.
S = Ibu
P = membeli
O = sayur - Kakak membawa tas.
S = Kakak
P = membawa
O = tas.
💬 D. Percakapan Sederhana
Alya: “Rani, apa yang kamu lakukan?”
Rani: “Aku membaca buku.”
Alya: “Buku apa yang kamu baca?”
Rani: “Aku membaca buku cerita.”
Contoh kalimat S-P-O dalam percakapan:
Aku | membaca | buku cerita.
S | P | O
Ø Soal Asesmen / Post Test



0 komentar:
Posting Komentar